Welcome to my world,Im 유나ArataJJ admin @KBPKfamily ,author &a someone who likes to fantasize.. Thank for visit ^^

Tampilkan postingan dengan label SADNESS IN KOREA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SADNESS IN KOREA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Januari 2011

FF~SADNESS IN KOREA part 10

”(Lin...,kamu sudah sadar kan?)”tanya Rizlia yang khawatir setelah di telpon Ryu, kalo Linda masuk RS

”(m...,Riz..., kepalaku terasa berat...)” keluh Linda.

”(nona Lin..., maafkan aku...,aku tidak akan memaksa lagi...)” ucap Ryu tiba-tiba.

”(h..., seharusnya aku yang minta maaf pada kalian..., aku yang salah..., aku teman yang g’ baik untuk mu Riz..., aku salah sudah berfikir ingin membawamu pulang jika itu hanya membuatmu sedih...)” kata Linda dengan bijak. ”(aku..., tidak akan membawamu pulang Riz...)”

”(benarkah itu Lin?)” tanya Rizlia dengan nada di tahan.

”(m...)”angguk Linda ”( aku ingin lihat kamu bahagia Riz...., dengan orang yang benar-benar kamu cintai...semoga kamu bahagia Riz...)”tambahnya lagi. Rizlia meneteskan air mata dan menatap haru pada Ryu.

”(terimakasih nona Lin...)”ucap Ryu berulang.

”(terimakasih Lin...)”

”(m..., aku merindukanmu Riz...)” ucap Linda yang kemudian memeluk Rizlia dengan penuh keharuan. suasana keharuan membuat segalanya kembali normal.

”(oh iya..., aku dengar kalian akan menikah?)” tanya Linda sambil ngelepas pelukannya.

”(eh..., kamu tau dari mana?)”tanya Rizlia gugup.

”(hey...hey..., aku sobatmu kan..., aku tau yang ada dalam fikiranmu...., jadi kapan kalian akan menikah?)” tanya Linda lagi setengah bercanda.

”(m..., kami sudah membatalkannya...., seharusnya minggu depan...)” jelas Ryu.

”(oh..., baiklah..., sebagai permintaan maaf ku..., aku akan mengurus pernikahan kalian itu...)” seru Linda dengan nada ceria. ”(jadi kalian tinggal mempersiapkan diri saja...)”tambah Linda yang membuat ke duanya saling pandang.

”(tapi Lin...)”Rizlia berusaha menolak.

”(Riz..., ku mohon jangan tolak hal ini..., aku ingin membalas kebaikanmu dulu..., lagi pula aku senang melakukannya kok...!!!)” Rayu Linda.

”(....)” ”(....)” Rizlia dan Ryu saling pandang lalu mengangguk setuju.

”(thank’s ya ...)”ucap Rizlia lalu memeluk sobatnya lagi. Linda hanya membalas dengan senyumannya.

”(h...)” Ryu memandang ke dua sahabat itu dengan penuh kebahagiaan.



Malamnya..., Linda yang harus bermalam beberapa hari di rumah sakit, malem itu dapet kunjungan dari seorang cowok yang ngebawain buket bunga yang sangat indah untuknya.

”(Jaejong...)”

”(m...,maaf aku baru datang menjengukmu...)”

”(tidak apa-apa..., aku tau kamu sibuk..., terimakasih sudah membawaku ke rumah sakit...)” ucap Linda sambil membenarkan duduknya.

”(m...)” angguk Jaejong. ”(jika boleh aku ingin bicara dengan mu...)”

”(m...?)”Linda mengangguk tenang.

”(lin..., maaf jika aku mengganggumu ...)” Jaejong meletakkan buket bunga itu di meja kemudian dia menarik kursi dan duduk di sebelah Linda.

”(sudahlah... itu bukan masalah....)”tolak Linda secara halus.

”(...)”jaejong terdiam sesaat.

”(...ada apa?)” tanya Linda sambil memperhatikan raut wajah Jaejong.

”(maaf aku baru mengatakannya sekarang..., sudah dari dulu... aku menyimpan perasaan ini...)”ucap Jaejong dengan tertahan.

”(maksudmu...)”tanya Linda tak mengerti.

”(aku menyukaimu....)”ungkap Jaejong.

”(Jaejong..., jangan mempermainkan aku...)” kata Linda yang dengan perasaan yang g’ bisa percaya sambil memperhatikan lekat Jaejong mencari kebohongan di wajahnya.

”(aku bukan tipe orang yang suka bercanda..., sejak aku mengenalmu dulu..., aku benar-benar menyukaimu...)” tambah Jaejong meyakinkan dan balas memandang Linda dengan serius.

”(...)”Linda diam membisu sambil memalingkan wajahnya.

”(maukah kau...)”

”(aku bukan wanita baik untuk mu..., aku hanya orang biasa..., dan kau seorang entertain yang memiliki banyak penggemar..., apa jadinya jika...)”potong Linda berusaha ngejelasin.

”(aku tidak perduli..., apapun kata mereka..., lagi pula aku ini juga manusia biasa yang juga bisa merasakan cinta...)” bantah Jaejong lalu ngegenggam tangan Linda. ”(kamu wanita yang membuatku seperti ini pertama kali..., aku sungguh-sungguh...mencintaimu...)” tambah Jaejong.

”(....)”Linda diam tak menjawab berusaha tak menatap Jaejong.

”(...)”

”(kita jauh berbeda Jaejong..., maaf..., kamu orang yang sangat baik..., tapi aku...tidak ingin membuat karirmu jatuh karenaku..., aku bukan tipe wanita yang baik untukmu...,maaf...)”jawab Linda dengan penuh keyakinan.

”(.....)”Jaejong mendesah panjang lalu tersenyum menahan rasa kecewa.

”(.....)”

”(h..., baiklah..., aku sudah menebak jika kau akan menolakku..., aku mengerti kamu lebih menyukai dia kan...)” kata Jaejong sambil nunjukin foto Junki dari agenda Linda yang tergeletak di sampingnya.

”(a...apa maksudmu...?)” tanya Linda gugup.

”(Lin..., jangan berbohong padaku..., atau aku akan lebih sakit hati lagi dari pada ini...)” ucap Jaejong kali ini dengan suara kaku.

”(...)”

”(m...baikalah..., aku tau kamu menyukai dia... berbahagialah..., bersamanya...)”kata Jaejong melunakkan kata2nya.

Linda mendesah lalu tersenyum sinis,”(h...percuma..., dia sudah membenciku..., h...aku memang tipe wanita yang bodoh...)” maki Linda pada dirinya sendiri.

”(apa maks...)”

”(aku sudah membuatnya benci padaku ..., aku dan dirinya terlalu jauh berbeda sangat berbeda... aku memang bodoh...)”Linda menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

”(Lin...)”seru Jaejong.

”(aku memang....wanita bodoh dengan sejuta kemalangan...)” tambah Linda sambil menarik kepalanya penuh keputus asaan.

”(apa yang kamu ucapkan....)” seru Jaejong marah.

”(aku memang bodoh...bodoh...bodoh...)”maki Linda berulang sambil mukul dirinya sendiri.

Refleks Jaejong langsung narik tangan Linda lalu nge Kissnya tepat saat Junki datang dan ngeliat hal yang g’ ingin dia liat.

”(hm..., ternyata karena dia ya...)” ucap Junki sangat pelan dan langsung ngebuang bunganya ke lantai lalu berbalik pergi, Linda yang tau akan ke datangan Junki langsung ngedorong Jaejong dan berusaha ngejar Junki yang berjalan cepat hingga melepaskan begitu saja selang infusnya.

”(Lee...)”panggil Linda berulang berusaha ngejar Junki.

”(nona Lin...)” seru Jaejong yang ikut ngejar. Hingga sampai di depan RS

Bruk..., Linda terjatuh. Demam kembali menyerangnya yang belum cukup sembuh..., Linda hanya bisa menangis sambil natap ke arah Junki yang hilang di sebrang jalan.

”(Lee.....!!!!!!)” teriak Linda sekencangnya. Namun percuma, teriakannya hilang tertelan bersama keramaian mobil yang lalu lalang. Air matanya g’ kebendung lagi dan ngalir dengan derasnya.

”(...)” jaejong diam di sebelahnya sedikit ngerasa bersalah.

”(Lee..., aku mencintaimu...)”desah nafas Linda lemah.

“(….)” Rizlia yang ngeliat kejadian itu, tetep sembunyi di tempatnya tanpa dapat berbuat apa-apa.



* * *



Rizlia yang kasihan ngeliat sobatnya langsung turun tangan, tanpa seoengetahuan siapapun dia dateng ke apartemen Junki (hasil dari cari tahu m’ Ryu). Dengan agak ragu-ragu Rizlia ngetuk pintu itu…

“semoga dia ada…”harap Rizlia dalem hati. Sesaat menunggu akhirnya pintu terbuka.

”(siapa?)” tanya Junki kurang antusias.

”(aku Lia..., temannya Linda..., bisa kita bicara?)”tanya Lia penuh harap.

”(...m..., baiklah...)” jawab Junki ragu lalu ngepersilahin tamunya masuk. ”(ada apa?)”

”(jadi kamu yang namanya Lee...?)”

”(ya..., aku Lee..., ada urusan apa kamu ke sini?)”tanya Junki dengan nada kurang bersahabat.

”(aku ke sini..., mau bicara masalah Linda...)” kata Rizlia dengan nada serius.

“(...)” Junki hanya diam tanpa bertanya lagi.

“(maaf kalau aku terlalu ikut campur ..., tapi dia sahabatku..., aku tak ingin dia menderita...)”ucap Rizlia berusaha tenang.

“(...)”

“(bisakah kamu..., datang menjenguknya ? dia sangat mengharapkanmu...)”pinta Rizlia penuh harap.

Junki tersenyum sinis ”(bohong..., lalu kenapa dia...)”

“(yang Linda cintai Cuma kamu Lee..., Cuma kamu..., setiap malam dia selalumemanggil namamu...)”potong Rizlia. “(kamu tau Lee seberapa menderitanya..., yang dia ingat selalu kamu..., kumohon..., maafkan dia..., kumohon pada mu...)”

“(entahlah..., kejadian itu...)”kata Junki mulai ragu.

“(ya dan sejak saat itu Linda selalu saja menangis dan terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri... apa kamu suka melihat dia seperti itu..., kamu tega Lee..., melihat dia selalu tersiksa?)”Rizlia terisak. Lee mulai goyah, matanya mulai melembut.Rizlia berdiri dan bersiap akan pergi sebelam mengatakan,“(kumohon Lee..., dia sangat...sangat mencintaimu...)”

”(...)” percakapan ke duanya usai sampai di situ. Rizlia langsung pergi, meninggalkan Junki yang masih dalam kebimbangan.

* * *



Seminggu kemudian...

Sesuai janjinya pesta pernikahan Rizlia berlangsung cukup meriah. Di sebuah kebun yang udah di modif sangat cantik. Tentu aja yang ngerancang pakaiannya Linda sendiri. Secara khusus Rizlia di buatin pakaian pengantin dengan menggunakan bahan-bahan pilihan. Rizlia tampil sangat anggun dan cantik saat itu. Ryu sendiri pake toxedo hitam hasil rancangan Linda juga. Pesta berlangsung sangat meriah...

”(m..., Ryu... kamu lihat Linda g?)” tanya Rizlia celingukan nyari sobatnya yang g’ keliatan.

”(tidak..., aku tidak melihatnya dari tadi...)”

”(h...)” desah Rizlia pendek.

Sebagian besar guru dan murid-murid di tempat Rizlia ngajar ikut hadir di acara pernikahannya. Ryu yang pindah kerjaan ke SM juga ke datangan artis-artis SM yang dia tangani. Tentu aja TVXQ juga dateng... Dengan senyum cerahnya Rizlia nyambut para tamu yang memberikan selamat padanya.

”(selamat ya bu...)” ucap salah seorang guru.

”(m..., terimakasih...)”senyum Rizlia dengan tertahan.

Selama setengah acara Linda g’ muncul-muncul juga..., Rizlia yang khawatir langsung mo nyusul…

“(hai…)” sapa Linda yang baru muncul.

”(Lin..., kamu dari mana aja?)” seru Rizlia khawatir.

”(sorry..., ada yang harus ku urus..., oh iya ada kejutan buat kalian...)” ucap Linda penuh rahasia. Lalu nutup mata Rizlia dengan ke dua tangannya.

”(Lin...)”Rizlia terus berjalan dengan aba-aba dari Linda.

”(m..., oke...sekarang lihatlah ke depan...)”kata Linda lalu ngelepas tangannya.

”(...)”Rizlia terdiam ketika dilihatnya ke dua orang tuanya telah ada di hadapannya.

”Riz...”

”ayah...ibu...” pekik Rizlia lalu memeluk ke dua orang tuanya yang emang sengaja di undang Linda tuk datang ke Korea sebagai kejutan terakhir darinya. Sesaat kemudian...

”(Lin..., terimakasih..., hari ini hari yang indah untuk ku...)”

”(syukurlah...kalo kamu bahagia...)” ucap Linda sambil tersenyum tipis. ”(m..., Riz..., maafin aku ya...)”

”(...iya Lin..., sama-sama...)”

”(...)”keduanya berpandangan dengan haru.

”(...)”

”(Riz..., kamu sahabat terbaik bagi ku...)”

”(kamu juga Lin..., aku sangat menyayangimu sebagai sahabat terbaik ku..., you are my best friend..., sekali lagi makasih untuk semuanya..., untuk pesta yang meriah ini...)” kata Rizlia sambil meluk sobatnya erat banget.

Linda ngelepas pelukannya lalu berkata ”(Riz..., kamu harus bahagia dengan Ryu...)”

”(pasti..., karena ada kamu di sampingku..., aku akan selalu...)”

”(g’ Riz..., jalanin kehidupanmu seperti saat sebelum kita bertemu Riz...)”senyum Linda.

”(m..?..., memang kenapa ?)”tanya Rizlia tak mengerti.

”(baiklah..., sekarang aku harus pergi...)”ucap Linda sambil ngeliat jam tangannya.

”(loh kamu mau ke mana? Kamu kan baru aja dateng...)” tahan Rizlia.

”(sudah g’ ada alasan lagi untuk aku tinggal di sini Riz...)” ucap Linda lirih.

”(ma...,maksudmu...?)”Rizlia memegang tangan Linda erat.

”(aku akan pergi ke paris...)” ucap Linda, Linda melepaskan pegangan tangan Rizlia dan menggenggam erat tangan sahabatnya sebelum berkata, ”(m..., sudah waktunya..., sebaiknya aku cepat pergi...)”

”(tunggu Lin..., lalu bagaimana dengan butik mu dan dia?)” tanya Rizlia berusaha nahan sobatnya.

”(sudah ada yang menggantikanku di butik..., dan soal dia...mungkin aku sudah melupakannya..., sekali lagi..., selamat ya...)”ucap Linda penuh kebohongan lalu berjalan pergi.

”(tunggu Lin..., kamu masih cinta dia kan...iya kan Lin...?)” tahan Rizlia sambil narik lengan Linda.

”(Riz..., ku mohon jangan membuatku makin susah lagi..., dia sudah membenciku..., aku sudah tidak punya harapan lagi...)” kata Linda lalu ngelepas pegangan Rizlia lalu pergi dengan taxi yang udah di pesennya tadi. ”(kamu harus bahagia dengannya Riz...)” pesan Linda sebelum taksinya membawanya pergi. ”(dah...., Rizlia...selamat tinggal)”

”(tapi Lin...,Lin...)”pekik Rizlia berusaha manggil sobatnya namun Linda tak perduli dan berlari cepat ke dalam taxi yang sudah dia pesan.

”(Lia...)” panggil Ryu sambil nahan Rizlia yang mau ngejar Linda. Sementara itu Jaejong yang emang hadir ke pesta itu dan tanpa sengaja mendengarnya langsung menyusul Linda dengan mobilnya.

”(Ryu...pinjam..handphone mu...)” pinta Rizlia cepat.

”(...)”



Di bandara KONGHANG SEOUL,Terminal keberangkatan domestik...

”(m..., Zeng..., saya mempercayakan butik padamu..., nanti ada yang datang untuk menggantikan saya...)”

”(m..., ya bos...)” angguk Zeng mengerti. ”(m..., bos kenapa tiba-tiba memutuskan untuk pergi?)”

”(hm..., kenapa ya..., mungkin...aku ingin lari lagi dari nasib ku...)”canda Linda sambil tersenyum.

”(...)”Zheng diam tak mengerti.

”(baik-baiklah dengan adik-adikmu Zeng...)”pesan Linda sebelum dia pergi.

”(m...)” angguk Zeng sedih. ”(bos ..., maafkan saya telah sering membuat bos kesal...)”

”(tidak apa-apa Zeng...)”angguk Linda.

”(mungkin gara-gara aku bos jadi...)”

”(Zeng..., ini semua bukan karena siapa-siapa..., ini semua ku ambil demi masa depan ku..., lagi pula ini kesempatanku untuk menambah ilmu tentang desainer..., lagi pula aku ingin...)” jelas Linda terputus.

”(ingin apa bos?)”

”(m..., tidak..., sudah ya... aku harus segera masuk…, sampai jumpa Zeng…, mungkin suatu saat aku akan kembali…)” salam Linda lalu masuk ke dalam pintu keberangkatan…

Zeng melambaikan tangannya pada si bos yang telah masuk ke ruang tunggu.

“(h…)” desah Linda lalu duduk di sebuah kursi tunggu. “(selamat tinggal Korea…)” ucap Linda pelan. G’ lama handphone Linda berbunyi. ”(ada apa Zeng?)”

[”(bos..., ada barang bos yang tertinggal saya ada di depan pintu masuk tadi...)”]

”(m...,baikalah..., saya akan ke sana...)” ucap Linda. Sesaat kemudian dia sudah ada di depan Zeng. . .

“(ini bos...)” ucap Zeng sambi nyerahin sebuah gelang yang sangat di kenal Linda.

“(m..., i...ini..., siapa yang memberikannya?)” tanya Linda cepat.

”(m...,tadi ada seorang anak kecil yang memberikannya pada saya....)”ingat Zheng sambil mencari keberadaan anak kecil yang telah menghilang itu.

”(anak kecil....!!!??)”

”(m....)”yakin Zeng.

”(...)”Linda menatap lekat gelang itu lalu menggenggamnya.

”(...)”

”(oh ya sudah..., kalau begitu sebaiknya kamu cepat kembali...)”putus Linda.

”(m...., hati-hati bos...)”salam Zheng sebelum akhirnya dia menunduk dan pergi.

”(m...)” Linda kembali ngelangkahin kakinya ke dalam pintu masuk keberangkatan ketika di lihatnya siaran langsung konfrensi pers Lee Jun ki melalui Tv bandara.

[”(....aku sangat mencintainya...., dia orang yang teramat spesial bagiku..., saat bersama dengannya aku merasa berbeda..., aku sadar dia yang selama ini ku cari... , aku sempat bersalah padanya dengan mengabaikannya..., dan karenanya aku sadar bahwa cinta itu jangan saling membohongi diri masing-masing... kali ini biarkan aku yang akan mengejarmu..., tunggulah aku Lin...)”] ucap Junki dalam konfrensi itu lalu beranjak pergi entah ke mana. Orang-orang yang ikut nonton Cuma saling tebak kemana si artis pergi.

”(maaf Lee...)” ucap Linda lirih dan melangkah pergi lagi.

Baru satu langkah jalan tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.

”(jangan pergi...)” ucap orang itu sambil ngatur nafasnya. ”(maafkan aku sudah membuatmu terlalu lama menunggu..., maafkan aku ...)” kata Junki berulang.

”(L...Lee...)”ucap Linda bergetar sambil mo ngelepas pelukan Junki yang kuat.

”(ku mohon..., jangan pergi lagi dariku..., aku sangat... mencintaimu..., sangat...)” ucap Junki sambil ngebalik tubuh Linda. ”(maafkan aku..., maafkan aku sempat...)”

”(kenapa kamu lakukan ini...Lee...? kamu tau orang-orang melihat kita...!!!)” kata Linda lagi sambil menunduk nahan air matanya yang mulai jatuh lagi.

”(aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi..., tidak akan..., aku tidak mau membohongi diriku lagi...)” ucap Junki. ”(suka atau pun tidak kamu harus mendengarkan kata-kata ku dulu...)”

”(kamu...mau mempermainkan aku lagi...?)”tanya Linda marah.

”(tidak ..., aku sungguh...sungguh... aku sangat...mencintaimu...)”

”(...)”Linda terdiam kaku.

”(aku sangat sangat mencintaimu...)” ulang Junki.

”(tidak..., aku bukan orang yang pantas untuk mu...)” Linda beralasan lagi.

”(m...)” geleng Junki. ”(kamulah sosok yang ku cari selama ini...,aku mencintaimu..., itulah jawaban yang ingin ku katakan padamu...)” ucap Junki lalu perlahan dia mandang ke dalam mata Linda. Dan Perlahan juga dia narik Linda dekat lalu nge kiss bibir Linda sambil nge genggam gelang yang ada di tangan Linda, tanpa ngeperduliin keadaan orang-orang di sekeliling yang mandang ke arah mereka.

Jaejong yang ngeliat hal itu langsung tersenyum sinis ke arah ke duanya. Para fens Junki yang nyadar itu idolanya Cuma bisa diem mematung penuh kekecewaan. Para wartawan yang ada di situ juga langsung ngeliput adegan mesra ke dua pasangan itu.

”(...)” Linda hanya diam dan tanpa sengaja air matanya keluar. ”(aku tak tahan lagi...aku tau aku bodoh...tapi aku..., aku juga mencintaimu...)” bisik Linda dengan senyum kebahagiaan yang terlihat dari wajahnya. ”(maafkan aku Lee...maaf...)”

”(m..., aku juga...)” balas Junki sambil tersenyum pada Linda. Dan langsung narik Linda untuk berlari pergi. So para wartawan langsung ngejar keduanya.

”(lee...)”

”(m...)” sahut Junki sambil terus ngegenggam tangan Linda erat dan berlari.

”(..., tapi kenapa kamu bisa tau kalau aku...)”tanya Linda sambil belari.

”(hm...,itu rahasia...)” ucap Junki sambil ngegenggam tangan Linda erat. Ke duanya masuk ke dalam taxi dan pergi. Di dalam taxi...

”(aku bahagia ...Lee..., sangat bahagia...)” ucap Linda

”(m...)”Junki tersenyum manis, ke duanya kembali hanyut dalam suasana romantis. (jangan mikir macem2 ya!!!)



Sebulan kemudian....,

Junki resmi ngelamar Linda di hadapan publik (tentu aja di depan orang tuanya juga dong),

G’ lama setelahnya di adain pesta pernikahan Linda n’ Junki...

”hei..., akhirnya sobat terbaikku menikah juga...”ucap Rizlia saat itu.

”m..., makasih buat dukunganmu selama ini...” ucap Linda yang saat itu di balut dengan pakaian pengantin berwarna putih yang sangat indah hasil dari rancangannya sendiri.

”m..., tentu aja dong..., aku siap kapanpun kamu butuhkan...” kata Rizlia dengan percaya diri. ”(oh iya Lin..., sebentar lagi kamu bakal dapet sobat kecil loh...”

”m...?..., maksudmu kamu hamil?” tebak Linda.

”m..., ya... sudah dua minggu...” angguk Rizlia.

”wah..., selamat ya sobat...” kata Linda.

“hei…hei…hei… jangan lupain kita-kita juga dong…” seru Maya yang gabung dengan yang lain.

“Maya…, Dwy…, Chika…! Ya ampun…, sory ya…aduh…aku kangen berat nih m’ kalian…”

“iya kita-kita juga pada kangen m’ elo…” sambung Chika.

“wah…, g’ nyangka ya … loe bakal dapet jodoh di sini…” seru Dwi yang dateng bareng Chika n’ Maya. Ketiganya sengaja di Undang Linda. (tentu aja ortu dan keluarga Linda juga dong…)

“selamet ya…”tambah Chika

“wah beruntung banget sih…, si tukang makan ini dapet cowok cakep di Korea pula…”ucap Maya sambil nyubit pipi Linda yang memerah.

“artis pula…” Dwy nambahin.

“wah…, kalo kalian tau cerita cintanya…, kalian bakal kayak ngeliat drama korea deh…” Rizlia menambahkan sambil berkedip jahil.

“udah… deh..” kata Linda malu banget.

“oh iya kami bawa hadiah buat elo…, khusus loh…” kata Dwy sambil nunjuk bungkusan super gede di sebuah meja.

“aduh…, thank’s ya sobat-sobat ku…” ucap Linda terharu lalu meluk semua sahabatnya satu-satu.

”(hey...hey... waktunya kita membagi kebahagiaan....)” ucap Junki yang baru aja ngobrol ama managernya. Junki terlihat sangat tampan dengan jas putihnya.

”oh jadi elo toh..., suaminya Linda..., imut juga loe...” komentar Maya sambil merhatiin Junki.

”(a...apa?)” tanya Junki g ngerti.

”(dia bilang kamu super keren...)” Linda nerjemahin.

”(oh...terimakasih..., baiklah..., ayo kita ke sana...)”

”(m...)” angguk Linda. ”semua..., aku ke sana dulu ya!! Jangan lupa buat yang jomblo tangkap buket ini ya...” pesan Linda lalu jalan sambil berpegangan di lengan Junki

”(ya...)” ko’or semuanya berbarengan.



Acara pernikahan ke duanya berlangsung cukup meriah, tentu aja di hadirin artis-artis papan atas Korea, sahabat-sahabat mereka serta orang-orang terkenal lainnya. Dengan konsep ruang terbuka mereka make tempat di Taman Olimpiade yang udah di ubah menjadi ‘garden wedding’ dengan pengamanan yang ketat. Awalnya pihak management Junki kurang setuju dengan rencana pernikahan itu. Tapi Junki berhasil ngeyakinin dan berani nerima konsekuensinya. Para fensnya pun Cuma bisa ngedukung keputusan sang idola ( biarpun ada yang g’ suka ), Bahkan sebagian besar fensnya datang untuk ngeberi selamat. Tentu aja mereka g’ bisa masuk gitu aja.

Linda berdiri di tangga taman paling atas yang jadi panggung utama. Dengan senyum bahagia Linda ngelempar bunga yang ada di tangannya. Kemudian dia natap Junki yang sekarang udah resmi jadi suaminya sambil berkata “(hm…, aku sungguh mencintaimu Lee…)”. Keduanya lalu saling mendekatkan wajah, Junki ngangkat lembut wajah Linda, perlahan keduanya mengatup kan bibir masing-masing, Kiss Wedding yang mereka lakuin ngebuat semua yang hadir terpana dan bertepuk tangan haru(jangan di bayangin kalo pada cembokur!!).

Hm… akhir yang bahagia untuk mereka yang mau berusaha. Cinta yang tak terbalas bukan berarti kegagalan. Karena hal itulah yang bisa membangkitkanmu untuk merubah segalanya… merubah apa yang menjadi impianmu… . karena hal itu juga merupakan awal cinta yang baru untuk mu... >_<



“inilah…kisah cintaku…,kisah yang terangkai indah…di sebuah negara bernama KOREA , negara di mana ku temukan cinta sejaiti dan arti persahabatan bersama sahabat terbaikku... dan orang yang ku cintai…, untuk selamanya...”



THE END

Salam penulis,

HLE ^_~
Read More

FF~SADNESS IN KOREA part 9

Setibanya di butika di tempat kerjanya.., otoritergikan tempat inig baru?...

”(e...em..., bos...)” ”(....)”

“(ada yang menunggu bos di ruangan..., mereka dari ph yang kemaren menelepon untuk di buatkan pakaian konser)” jelas Zeng hati-hati.

“(....)”tanpa berkata sepatah kata pun..., Linda masuk ke ruangannya, di sana sudah menunggu 6 orang laki-laki yang sangat Linda kenal. “(kalian...)” ”(hei..., diakan...)” ”(kamu...nona Lin...)”pekik seorang di antaranya.

“(lama tak berjumpa...)”

“(M...)”

“(nona kami dari pihak sm..., )” ucap managernya berusaha ngejelasin.

“(ya..., saya mengerti..., silahkan kalian keruang ukur...)”

”(...)”

Selesai pengukuran...

”(kamu... sangat berbeda dari yang dulu...)” ucap JaeJong memulai.

”(oh ya?..., aku merasa tidak...)” jawab Linda agak cuek.

”(hei...nona ..., mana pegawaimu yang Lain?)”tanya Max.

”(memang kenapa?)” tanya Linda yang sedang ngukur beberapa bagian dari mereka sambil ngedesain model pakaian mereka.

”(jadi tempat mu ini...)” ”(jangan kalian anggap remeh butik ku ini..., aku tidak membutuhkan banyak pegawai untuk menyelesaikan semuanya...)” ucap Linda berbohong.

”(oh..., jadi kau yang akan menyelesaikan pakaian kami?)”tanya U-know lagi.

”(ya..., ada masalah?)”

”(ti...tidak...)”

“(m…, Lin…, bagaimana keadaanmu selama ini?)” tanya Jaejong.

”(cukup baik...)” ucap Linda singkat sambil ngukur lengan Jaejong.

”(kamu beda..., sangat berubah...)”tambah Jaejong sambil berbisik.

”(terimakasih..., ku anggap itu sebagai pujian untuk ku...)”

”(m..., kamu terlihat cantik ....)”

”(oh..., itu hinaan atau pujian?)”

”(menurutmu...?)” gantung Jaejong penuh rahasia.

”(hei..., hei..., apa yang kalian bicarakan?)” tegur Max curiga.

”(tidak ada..., hanya salam..., kita lama tidak bertemu dengannya kan..)” kialah Jaejong.

”(....)” ”(oh...,hei... boleh aku tanya sesuatu padamu?)” tanya Max.

”(silahkan...)” ”(waktu itu ..., kenapa kamu tiba-tiba menghilang?)”

”(....)” ”( nona...)”

”(mungkin waktu itu aku sedang bersembunyi dari kenyataan...)” jawab Linda sambil menerawang jauh.

”(maksudnya?)”

“(hei...hei...bagaimana apakah sudah selesai? Kami harus segera pergi…)”ucap si Manager tidak sabar.

“(m…, pergilah…semua sudah selesai…, pakaian akan di kirimkan ke tempat kalian Lusa sebelum kalian konser…)”jelas Linda.

“(baiklah…, terimakasih nona…, kami pergi dulu…, ayo cepat…)”ucap si manager lalu keluar dengan terburu-buru.

“(aku…, akan kembali…)”janji Jaejong sebelum akhirnya pergi.

“(H…)” desah nafas Linda agak lega.



Selama berminggu-minggu Linda emang betul-betul extra kerja keras. Semua itu di karenakan para pekerja Linda pada mogok kerja (kecuali Zeng dan 2 adiknya yang ikut membantu), jadi deh Linda ngerjain semuanya. Padahal pesenan banyak banget di tambah semua pesanan minta cepet di selesein pada waktu yang hampir bersamaan. Linda sendiri ngerasa semua usahanya di ulang lagi dari nol. Untung aja para pelanggannya g’ komplain. Bahkan mereka lebih memuji buatannya saat ini lebih baik dari pada yang dulu. Karena banyaknya pelanggan yang berasal dari kalangan artis, dan pejabat. Ngebuat butiknya makin terkenal, beberapa minggu kemudian Linda mempekerjakan para penjahit yang di datangin dari Indonesia. Tentu aja bekas para pekerjanya malu di buatnya, niat ninggalin tempat kerjanya supaya bangkrut eh malah makin terkenal.

Tapi Linda g’ bisa gitu aja lupa sama niat awalnya untuk ngebawa Rizlia kembali pulang. Tapi semua itu g’ bisa berjalan dengan lancar. Rizlia menolak untuk kembali entah apa alasannya yang jelas Linda tetap bersikeras membawanya kembali. Berkali-kali keduanya bertemu hanyalah pertengkaran yang di dapat. Entah mengapa setelah sekian tahun dan lama berpisah ke duanya g’ bisa kembali sehati.

Hubungan cinta Linda juga g’ bisa berjalan lancar. Setelah pertama kali bertemu Junki dia hanya beberapa kali sempat bertemu itu pun g’ pernah berlangsung lama. Seperti di takdirkan untuk kembali bertemu di suatu kesempatan......

”(kamu...)” ucap ke 2nya berbarengan.

”(silahkan...)”ucap Junki dengan sopannya mempersilahkan Linda untuk ngomong duluan.

”(selamat ya...! ku dengar kamu dapat penghargaan sebagai aktor terbaik...)”kata Linda agak kaku.

”(oh..., itu..., terimakasih...)”

”(lalu..., mengapa kamu datang ke sini? Bukankah gawat jika para fens mu ke sini...)” Linda mengingatkan, saat itu Junki emang sengaja datang ke butiknya Linda (hasil nyari informasi loh!).

”(m..., aku hanya ingin berbicara dengan mu....)” jawab Junki. ”(ayo ikut aku...)” tambahnya sambil narik tangan Linda untuk keluar.

”(tidak!..., maaf aku tidak bisa...)”tolak Linda sambil berusaha ngelepas genggaman Junki yang enggan melepaskannya. ”(lee..., aku banyak pekerjaan...)”

”(aku tidak perduli...)”jawab Junki dengan cueknya lalu maksa Linda masuk ke dalam mobilnya.

”(lee...)”bentak Linda, tapi akhirnya dia masuk juga ke dalam mobilnya Junki. Setelah ke duanya make sabuk pengaman Junki ngejalanin mobilnya nuju suatu tempat.

Ke duanya berhenti di sebuah taman Olimpiade yang terletak di Danau 88 ...

”(untuk apa kamu membawaku ke sini...?)” tanya Linda dengan wajah BT gara-gara tadi di paksa.

”(m..., aku hanya ingin memperlihatkan tempat ini padamu..., indah bukan?)” ucap Junki lalu duduk disalah satu tangga taman.

”(h..., kalau hanya ini...., lebih baik aku kembali...)”

”(tunggu..., aku sudah susah-susah meminta izin pada managerku untuk pergi sebentar..., apa kau tidak kasihan padaku...)”ucap Junki beralasan sambil megang lengan Linda.

”(ugh..., baiklah....)”putus Linda yang akhirnya ngalah lalu duduk di sebelah Junki.

”(Hm...)”senyum Junki ketika ngeliat wajah Linda yang kesal.

”(h...)”

”(...)”

”(....)” keduanya diam sambil mandang ke arah danau. ”(kamu..., memang sudah banyak berubah..., kamu lebih manis dan lebih terihat dewasa...)”ucap Junki memulai. ”(bagaimana keadaanmu selama ini?)”

”(oh...,ya...)”jawab Linda asal. ”(aku cukup baik-baik saja...)”

”(....)”

”(....)”lama ke duanya kembali terdiam.

”(m..., aku mengajakmu ke sini, karena aku ingin menjawab pernyataanmu 5 tahun yang lalu...)”

”(masalah itu...,lebih baik lupakan saja...., anggap saja lelucon dari seorang penggemar mu...)” kata Linda

”(apa maksudmu....)”

”(kamu bilang aku berbeda dengan diriku yang dulu...., dulu aku mengatakan hal yang memalukan itu pada mu..., saat itu aku hanya main-main dan aku tidak serius...)” tambah Linda dengan suara bergetar.

”(hal memalukan?)”

”(ya...,sangat memalukan...)”

”(aku tidak percaya...)” bantah Junki yang langsung berdiri dari tempatnya.

”(ku kira kamu orang yang pintar..., ternyata....kamu sama bodohnya dengan yang lain...)” ”(oh..., jadi begitukah...aku di matamu...)”

”(ya...)”jawab Linda agak di tegas-tegasin.

”(lalu...,orang yang menyatakan cinta di depan umum..., dengan tiba-tiba..., apa namanya?)”

”(ugh...)” ”(kenapa kamu menghilang begitu saja ?)”

”(itu bukan urusan mu....!!)”

”(kalau itu bukan urusanku..., kenapa kamu malah membuatku menunggu ?)”

”(...)”

”(huh..., atau aku yang memang terlalu berharap ya...)”

”(apa sih maksudmu...)”

”(kamu benar-benar tidak mau tau jawaban ku?)”

”(....)”Linda terdiam dengan pipi yang memerah. ”(maaf tuan Lee yang terhormat..., aku harus pergi..., aku sibuk..., mengerti...jadi ...ja...jadi...)” kata Linda terbata saat Junki tersenyum sambil natapnya super maniz. [ jeritan hati Linda..., ”oh .... so sweet...”]

”(kenapa ?)” ”(ti...tidak...)” kata Linda malu lalu malingin mukanya ”(maaf aku sibuk..)” Junki nahan Linda saat dia akan pergi. ”(lepas...)”

”(Tidak....)” kata Junki cuek lalu narik Linda masuk ke dalam mobilnya lagi.

”(he...hei...)”Linda yang nyoba ngeberontak g’ kuasa lagi waktu di tahan Junki pake sabuk pengaman.

”(ayo kita makan ...)”

”(aku tidak mau...)”

”(let’s go...)” Junki langsung tancap gas tanpa ngeperduliin omelan Linda.

Junki ngeberhentiin mobilnya di pinggir jalan.... masih di dalem mobil...

”(lepas...)”

”(tidak...)” ”(lee..., please...)”

”(baikalah...., tapi kamu harus makan malam dengan ku...)” syarat Junki.

”(g’...)”

”(baik aku akan memaksamu terus sampe kamu mau...)”

”(...)” Linda berusaha ngebuka pintu mobil tapi sia-sia.

”(kamu tidak akan kemana-mana..., atau aku akan...)” Junki ngegoda Linda dengan sengaja dia ngedeketin wajahnya ke wajah Linda yang bersemu merah, semakin dekat dan dekat sampe Linda berteriak menyerah.

”(baiklah..., baiklah..., aku akan makan malam dengan mu...)” ”(good...)” senyum Junki, dia langsung ngebelokin mobilnya.

”(...)” selama di perjalanan Linda Cuma diem aja nahan perasaan super malunya.

”(ada apa ...? kenapa diam?)” tanya Junki pura-pura g’ tau.

”(ti..., tidak...)”

”(...)” selama di perjalanan ke duanya Cuma diam. Sesampainya Di butik Linda.

“(mau turun tidak?)” ingat Junki yang udah ngebukain pintu mobil...

“(....)” tanpa banyak kata-kata ke duanya melangkah masuk ke dalam butik.

“(bos..., ada apa?)”

“(ti..tidak apa-apa...)”

“(aku akan menjemputmu jam setengah delapan..., tolong..., dandani dia dengan baik..., dan jangan coba-coba kabur...)” pesan Junki kemudian pergi.

“(h...)” desah Linda lega...

“(bos...)”

“(...)” Linda tersenyum sendiri lalu masuk ke dalam ruangannya.

Jam setengah delapan kurang...

“(duh..., kenapa aku malah jadi gembira gini..., g’ boleh..., g’ boleh....)” kata Linda pada dirinya sendiri sambil mandang dirinya di cermin udah di balut gaun yang indah banget.

“(bos..., teman kencan anda sudah datang...., wah.., bos terlihat berbeda...)” puji Zeng yang nongol di depan pintu di susul Junki yang langsung masuk gitu aja.

“(hm...,kamu terlihat spesial...)” ”(eh...m...)” kata Linda ragu.

“(sudah siap?)” tanya Junki.

“(...)” tanpa bisa ngejawab Linda ngenggukin kepalanya. “(Zeng..., jaga butik...)” pasan Linda.

“(ya bos...)”

Dengan anggun Linda berusaha jalan di belakang Junki, namun keburu mundur dia udah di gandeng. Dalam perjalanan ke restoran pun..., Linda Cuma diem seribu bahasa. Di Restoran XXX...

”(ayo turun...)”

”(...)” ”(....)” Junki langsung aja ngegandeng Linda.

”(a...aku bisa jalan sendiri...)”

”(tidak...tidak..., aku tidak mau ambil resiko kamu kabur dari ku...)” banta Junki yang dengan cueknya narik Linda masuk ke dalam restoran.

”(uh...)” Linda langsung nunduk ketika banyak mata ngeliatin ke arah mereka.

”(hei ..., jangan mebuatku malu...)”

”(ini semua salah mu ..., mengajakku ke tempat seperti ini...)” omel Linda pelan.

”(oh..., jadi begitu ya..., atau kamu mau seperti tadi siang?)” ”(...)” Linda langsung natap tegak ke depan.

Di meja 111

”(...)”

”(...)” setela mesan menu, Linda tetep aja diem.

”(kenapa dari tadi kamu hanya diam...? kamu tidak suka tempat ini?)”

”(tidak..., aku hanya asing di sini...)”

”(hm...)”

”(kenapa kamu selalu memaksaku Lee?)” tanya Linda akhirnya.

”(hm...,kenapa? Entahlah...)”

”(...)” keduanya tetep diam sampe makanan datang. Usai makan ...

”(aku akan ke toilet...)” putus Linda lalu beranjak dari kursinya.

”(jangan kabur...)” pesan Junki jahil.

”(huh...)” Di toile Linda langsung terduduk lemas. ”(kenapa ini..., kenapa aku jadi semalu ini...)”

Di toilet Linda nyoba nenangin dirinya lalu balik ke tempat Junki yg masih nunggu.

”(hidangan penutup....)” promosi Junki setelah Linda duduk ke kursinya.

”(thank’s...)” Linda mulai makan hidangan penutup ice cream.

”(enak?)”

”(lumayan...)” komentar Linda singkat. Lagi asyiknya makan sendoknya nyentuh suatu benda. ”(cincin...)”

”(for you...)”

”(kenapa kamu melakukan ini Lee...)”

”(karena aku...)”

”(kamu mau mempermainkan aku lagi Lee...)”

”(tidak aku sungguh-sungguh...)”

”(hai lee..., eh...siapa dia?)” sapa seorang cewek sambil ngekiss pipi Junki , so itu ngebuat Linda makin mara besar, ”(oh..., jangan-jangan itu wanita yang kamu tolak lagi ya..., sudahlah Lee..., jangan ladeni fans mu yang bodoh itu...)” ”(Jyo..., ini bukan urusanmu...)”

”(hei..., tapi rasanya aku kenal dia...)”

”(....)” ”(jangan-jangan dia teman kencanmu yang kemaren ya....)”

”(bu...bukan...)”

”(sudahlah Lee..., lebih baik kau bersamaku saja...)”

”(Jyo...)”

”(benarkan Lee kamu hanya mempermainkanku saja ...., kamu hanya ingin membalas aku kan..., aku memang bodoh...)”

”(wah... baru sadar ya... kamu memang tidak cocok dengan Junki..., hei itu kan cincin yang akan kamu berikan untukku...)” si Wanita langsung ngerebut cincin dari tangan Linda dengan berani dia langsung ngekiss Junki yang ngebuat Linda makin panas.

”(oh..., ternyata... aku ini Cuma di permainkan toh..., aku sangat bodoh selalu mengikutimu...)”

”(tidak...Lin...)”Linda akhirnya. maksaku Lee?)".)"mu tidak suka tempat ini?)". . k gitu aja. angkah masuk ke dalam butik. mu merah, semakin dekat dan dekat sampe Linda berteriak menyer

”(h..., baiklah..., mulai saat ini juga..., maafkan aku telah mengganggumu...., selamat tinggal...)”ucap Linda dengan nada marah dan membentak lalu ninggalin Junki n’ si wanita berdua.

”(Jyo..., kenapa kamu melakukan ini...!!!)”

”(gara-gara dia kan kamu jadi jarang memperhatikanku...ayolah Lee..., aku suka padamu...)” ”(tidak...!!!)” kata Junki marah lalu ninggalin si cewek unuk ngejar Linda.

”(lee...)”teriak wanita itu.

”(....)”dengan sayu Linda memandang ke arah depan. Linda menangis sejadi jadinya.

”(Lin..., maaf...)” ucap Junki yang berhasil ngejar Linda.

”(apa lagi.... sekarang...)”

”(maaf..., tapi sungguh dia bukan siapa-siapa ku...)” ”(h...)” Linda tersenyum sinis ”(cukup okey..., aku akan mengaku padamu ...., bahwa aku hanya main...main padamu..., aku tidak serius saat mengungkapkan cinta padamu... aku hanya ingin membalas perlakuanmu...,karena sudah membuatku malu di depan temanmu itu..., cukupkan...)”

”(kamu bohong....)” ”(tidak itu benar..., dan sekarang kita seri bukan...)”

”(tidak....)”

”(itu benar....)” yakin Linda. r pergi...si cewek unuk ngejar Linda.h Lee...,nas.

”(bohong...)”

”(terserah...)”

”(h..., ku kira... kamu ..., ternyata aku salah..., baiklah... aku tidak akan mengganggumu mulai saat ini...., permisi...)” Junki dengan emosi ninggalin Linda sendiri.

”(ini semua gara-gara kamu Lee..., gara-gara kamu...)” Linda meratapi nasibnya. Dia terlalu takut dan di tutupi rasa cemburu yang berlebih sampe-sampe dia harus berbohong pada cintanya.”(maaf...maaf..., aku lah yang bodoh..., aku masih mencintaimu..., sangat...)”ucap Linda kali ini air matanya g’ bisa di tahan lagi dia ngerasa serba salah sendiri. ”(aku memang bodoh!!!)” teriak Linda di jalan yang bising itu. ”(maaf Lee...sepertinya ini lebih baik..., kita terlalu jauh berbeda...sangat berbeda...aku g’ mau sampai kamu kena masalah bila bersamaku...lagi..., maaf...)” sesal Linda dalem-dalem akan perkataannya tadi.



* * *



”(bos..., Jaejong tadi mencari anda bos...)” lapor Zeng ketika Linda datang.

”(M...)”angguk Linda tanpa semangat.

”(bos ada apa?)”

”(tidak...,m..., ini rancangan untuk SBS..., tolong berikan pada Tia)”

”(m..., baik bos...)”

”(aku pergi sebentar kalo ada yang mencariku..., tolong cepat hubungi aku…)”

“(m…, baik bos…)”angguk Zeng. “(tapi…, bos mau kemana sudah larut malam begini?)”

“(…)” Linda g perduli ma pertanyaan tadi lalu langsung pergi.

Linda kembali pergi ngarahin mobilnya ke suatu tempat…

“(H…h…,ternyata badanku panas…)”ucap Linda yang berhenti di sebuah apotik. setelah ngebeli obat untuknya sendiri Linda jalan-jalan buat nikmatin malam di Korea, yang sering dia lewatin dengan berkutat pada desain-desain pakaiannya, saat itu Matanya kemudian tertuju pada 2 orang yang di kenalnya sedang berpelukan di Lotte Hotel Jamsil. Linda pun akhirnya g’ sengaja ngedenger omongan ke dua orang yang di kenalnya itu.

“(Lia…, apa yang kamu lakukan?)”

“(tidak ada pilihan lain…, kita harus berpisah…)”ucap Rizlia dengan nada sedih.

”(tidak..., aku tidak mau berpisah denganmu..., aku sangat mencintaimu..., ku mohon Lia...)”pinta Ryu yang kembali memeluk Rizlia.

”(ta..., tapi..., aku kasihan dengan Linda..., dia sudah berusaha mati-matian meminta ku kembali..., aku tidak mau melukai sahabatku lagi...)”jelas Rizlia lalu ngelepas pelukan Ryu.

”(aku tidak mau berpisah denganmu..., apapun yang terjadi..., aku akan ikut dengan mu...)”Putus Ryu dengan berani.

”(tapi...)”

”(Lia..., walaupun pernikahan kita di batalkan, aku akan melamarmu lagi di sana...)”

”(benarkah itu?)” ”(M..., aku akan ikut dengan mu...)”

”(terimakasih Ryu aku sangat mencintaimu...)” pembicaraan ke 2nya di akhiri dengan Kissing yang bersamaan dengan turunnya salju.

Sementara itu Linda Cuma diam mematung di tempatnya, hatinya cukup sakit ngedenger pernyataan keduanya. Dengan gontai Linda kembali berjalan ke arah mobilnya. Salju kali itu bener-bener ngebuat Linda semakin ngerti sesuatu yang hilang dari dirinya.

”(salju yang indah..., bisakah kamu membuatku beku untuk selamanya..., bisakah kamu membekukan hatiku..., bisakah kau membunuhku..., hati ini sakit..., sakit sekali...)”ucap Linda dalam keperihan dia duduk di sebuah ubin pembatas pohon yang ada di sebelah mobilnya. ”(apakah aku salah...., apa aku salah jika menginginkan sahabatku kembali..., apa aku salah bila ingin melindungi cintaku hingga membuatnya terluka. . .)” tambah Linda sambil ngeminum birnya yang tadi sempet dia beli.

”(lebih baik..., aku tidak pernah kembali ke sini..., untuk selamanya...)” tambah Linda yang mulai ngomong ngaco. Di saat yang bersamaan mobil Junki lewat. Sebenernya dia masih sakit hati m kata-kata Linda dan berniat g mau berhenti tapi ..., Ngeliat Linda yang mabuk di pinggir jalan dia langsung datang ngehampirin (kasian kali...).

”(apa yang kamu lakukan?)”

”(oh..., tuan Lee...si artis terkenal..., selamat pagi...)” ucap Linda asal (udah mulai mabuk gitu ). ”(h..., kamu mabuk...ayo ikut aku...)” ucap Junki sambil narik lengan Linda kuat.

”(tidak..., aku tidak mau..., aku ingin salju-salju ini membuatku beku untuk selamanya...)”ucap Linda lagi. Bruk..., Linda jatoh ke arah Junki. ”(Lee..., maafkan aku...,maafkan aku..., aku memang bodoh sudah membuatmu marah..., maafkan aku Lee..., maaf..., aku menyesal...)” Rintih Linda yang langsung tidur. marah...,di.gggggggggggggggg

”(....)”tanpa banya komentar Junki langsung ngangkat Linda ke dalam mobilnya.



Pagi harinya....

”(nona Zeng..., cepat ambilkan handukku...)”ucap Linda yang udah bangun dari tidurnya. ”(zeng...)”

”(di sini tidak ada yang bernama Zeng...)” ucap Junki yang dateng dengan nampan bubur dan teh hijau.

”(ka...kamu..., kenapa aku bisa ada di sini...)” seru Linda kaget. ”(semalam kamu mabuk di pinggir jalan..., karena sudah malam..., aku membawamu ke apartement ku...)” Junki ngejelasin kejadian sebenernya.

”(jam berapa sekarang?)”tanya Linda. ”(aku harus bekerja...)”tambah Linda lalu beranjak dari tempatnya.

”(makanlah dulu..., badanmu masih panas..., setelah makan kamu minum obat baru boleh pergi...)”jelas Junki dengan penuh perhatian. Tangannya megang jidat Linda sambil berkata ”( syukurlah panasmu sudah turun...,semalaman aku mengompresmu dengan air dingin...)”Linda noleh ke baskom di sebelahnya.

”(aku tidak perlu...)” Linda berkata kasar yang sebenernya lagi nahan malu.

”(...)”

”(lagi-lagi kamu yang menemukanku...)”desah Linda. ”(memalukan...)”

”(aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu..., semua hanya kebetulan...)”jelas Junki lalu ngeletakin nampan berisi bubur di sebelah Linda.

”(....)”

”(....)”

”( benar hanya kebetulan...., maaf...)” kata Linda agak keki. ”(hei...,...kenapa kamu masih sebaik ini pada ku?)” tanya Linda tajam. ”(bukankah..., kamu marah pada ku...)”

”(apa salah jika aku hanya ingin membantu mu?)” kata Junki tenang. ”(aku memang marah dengan kata-katamu ...., tapi tidak menutup kemungkinankan untuk menolong orang lain kan....)”

”(sangat salah...! karena aku tak perlu bantuan darimu..., aku bukanlah orang yang perlu kamu bantu...ataupun kamu kasihani...,sudahlah....aku tak ingin menyia-nyiakan kebaikanmu... sebaiknya aku pergi saja...)”putus Linda turun dari tempat tidurnya. (terimakasih..., untuk bantuan yang kamu berikan padaku..., ku harap aku tidak akan merepotkanmu lagi...)” ”(oh..., baiklah... tapi makanlah dulu ini sebelum kamu pergi. . .)”

”(aku harus cepat pergi..., hari ini..., ada orang penting yang akan datang ke tempatku..., permisi...)” ucap Linda tanpa memperdulikan kata2 Junki dan langsung pergi.

”(....)”



* * *



”(bos...)”

”(apakah mereka sudah datang?)” ”(m..., sudah dari tadi bos...)”

”(astaga ...., ajak mereka untuk melihat-lihat koleksi kita...)”perintah Linda lalu masuk ke dalam toilet.

”(baik bos...)”

Saat itu emang hari yang penting bagi Linda. Butiknya mendapat kunjungan dari pihak asing yang berminat kerjasama dengannya. Jika mereka berhasil bekerja sama kemungkinan besar Linda bakal ngebuka butik lagi di Paris bahkan bisa juga sekolah di paris.

Sebisa mungkin Linda menahan rasa sakit kepalanya dan tetep nyambut ke datangan tamu-tamunya dengan senyumnya yang khas. Para Investor asing itu menyukai semua rancangan Linda dan setuju unuk bekerja sama. Sepeninggalnya tamu penting itu...

”(h...h...h...)”desah nafas Linda yang semakin cepat sampe dia berpegangan di bibir meja.

”(bos...,bos kenapa?)”tanya Zeng.

”(ti...,tidak...aku hanya sedikit tidak enak badan...Zeng... tolong ambilkan obat di dalam mobil ku...)” jawab Linda terbata

”(maaf bos..., tapi mobilnya...)”

”(oh iya... sial)” maki Linda yang baru inget mobilnya masih ke parkir di depan apotik. ”(Zeng aku akan pergi dulu..., jika ada klient cepat hubungi aku...)”pesan Linda yang lalu berjalan ke arah ruang depan ketika seseorang datang padanya...

”(nona Lin..., ku mohon...dengarkan aku...)”

”(oh..., tuan Ryu...yang terhormat untuk apa kamu datang ke sini...)”

”(aku mohon padamu....,bawa aku bersama kalian...)”

”(....)”g’ ada komentar dari Linda.

”(nona ku mohon..., aku mencintai dia apapun yang terjadi aku harus tetap bersamanya...., izinkan aku ikut bersama kalian...)” tambah Ryu.

”(....)” ”(ku mohon...)”

”(aku ingin bertanya dua hal padamu Ryu...)”

”(ya..., apa?)”

”(apakah kamu benar-benar mencintai Rizlia? Apakah kamu bisa membahagiakan dia?)” tanya Linda.

”ya ... tentu saja ..., demi dia aku akan lakukan apa saja termasuk..., ikut kalian kembali ke Indovesia...)” kata Ryu dengan mimik serius meyakinkan. ”(dan aku berjanji akan membuat Lia bahagia...maka dari itu..., ku mohon bolehkan aku ikut kalian ..., kenegri kalian...)”

”(bodoh..., aku tidak akan membawamu...a..atau...pun...)”belum sempat kata-kata Linda selesai dia ambruk g’ sadarin diri.

”(bos...!)”seru Zeng histeris.

”(nona Lin...)” pekik Jaejong yang baru datang.

”(...)”



tbc.....
Read More

FF~SADNESS IN KOREA Part 8

5 tahun kemudian...

”(dasar kalian ini... apa sih yang kalian kerjakan selama ini...!!!, semua yang kalian lakukan adalah pemborosan besar...,barang belum habis, kenapa kalian harus membeli bahan yang baru?)”

”(maaf bos..., kami menginginkan hasil yang terbaik...,maafkan kami bos...)” ucap seseorang dengan rasa bersalah dan menunduk pada pada seorang wanita.

”(hasil yang baik? Huh...saya sudah memperingatkan kalian dari bulan lalu...,pakai barang yang ada!!! kalo saya tidak datang apa hal ini akan terus kalian lanjutkan? Kalian ini..., tempat ini baru di buka 4 bulan yang lalu tapi sudah mengalami kerugian sebesar ini..., kalian ini tidak berfikir apa pemborosan yang kalian lakukan akan merugikan tempat ini?!!)” bentak wanita itu dengan suara lantang dan tegas.

”(tolong maafkan kami bos..., kami tidak akan mengulanginya lagi...)” ”(h..., baik... tapi ingat kalian Cuma boleh memakai barang-barang yang ada di gudang sekarang ini dan tolong pengeluaran saat ini di stop sampai bulan ini...)”

”(baik bos...)”

”(sekarang kalian kembali ke tempat kalian masing-masing...)”perintah wanita itu lagi.

”(baik bos...)”

Suasana di ruangan itu tampak sunyi dan lengang yang terlihat hanya tumpukan kertas corat-coret yang berisikan gambar-gambar contoh desain-desain pakaian yang tak terurus. Seorang wanita tampak berdiri di depan jendela kantornya sambil natap ke arah luar.



”Riz..., aku datang...,sesuai janji ku...!!!”ucap wanita itu yang tak lain adalah Linda.

Selama bertahun-tahun dia ngelanjutin study nya di Indonesia. Berbagai cara di cobanya supaya bisa balik ke Korea lagi.

Selama dia nyelesein studinya Linda bekerja sebagai Desainer pakaian di sebuah butik. Karena ketekunannya, setelah dapet gelar sarjana Linda di percaya untuk ngelola butik tempatnya bekerja, pokoknya Linda di beri kuasa penuh untuk ngejalanin tu butik. Linda yang terus berusaha karena mikirin sobatnya akhirnya bisa ngebuka cabang butiknya di Korea, bahkan desain-desain Linda sering di pake artis-artis dalam negri.Selain dalam negri desain yang di rancang Linda pernah go internasional. Jadi g’ heran desain-desain Linda udah terkenal di kalangan selebritis Korea. Karena keberhasilannya itulah Linda sampe di angkat jadi anak angkat sama pemilik butik itu, Linda pun berhasil ngubah dirinya, dan dengan hasil jerih payahnya dia bisa ngebeli apa aja yang dia inginin.

Setelah sekian tahun ... kondisi Linda mulai berubah..., dia terlihat lebih dewasa dan tegas terhadap para pegawainya. Tapi satu hal yang g’ pernah berubah darinya, yaitu rasa rindu terhadap sahabat dan kekasihnya yang selalu dia fikirkan.



”(bos..., ada yang ingin bertemu...)”

”(m..., biarkan dia masuk)” perintah Linda lalu duduk di kursinya.

”(iya bos...)”

”(selamat siang nona Lin..., saya kanzaki kei..., orang yang anda perintahkan untuk mencari seseorang...)”ucap orang itu memperkenalkan diri.

”(oh..., bagaimana ? sudah ketemu?)”

”(m..., menurut informasi setelah di bebaskan oleh seseorang dia bekerja di sebuah sekolah swasta dan mengubah kewarganegaraannya...)” jelas laki-laki itu.

”(lalu?)”

”(ini..., alamat tempat dia bekerja...)”tambah laki-laki itu.

”(m...)” ”(lalu..., mengenai pembayarannya...)” ”(urus saja dengan asisten saya...)” ucap Linda dingin lalu ngebaca alamat yang di maksud.

”(m..., baiklah terimakasih..., saya pergi dulu...)”salam orang itu lalu keluar dari ruangan Linda.

”m..., apa lagi yang kamu lakukan Riz...” ucap Linda. G’ lama kemudian tampak dia ngembil mantel hangatnnya dan sebuah tas kerja lalu ninggalin ruangannya.

”(nona Zheng..., tolong siapkan mobil yang sudah saya pesan...)”perintah Linda dengan nada datar.

”(baik bos...)”

”(oh iya nona Zeng...,saya tidak akan kembali sebelum sore..., jadi jangan tinggalkan butik sebelum saya pulang..., mengerti?!)”perintah Linda lagi.

”(ba...,baik bos...)”jawab Zheng nurut. ”(bos mobilnya sudah siap di depan)”

”(...)” tanpa banyak komentar Linda pun pergi.

”h....”

”(Zeng..., kenapa kau terlalu lemah terhadap wanita salju itu...)”komentar seorang temannya setelah Linda pergi ”(kau terlalu lemah...)”

”(mau bagai mana lagi..., matanya saat menatap ku membuatku takut...)”Zeng beralasan.

”(kau ini payah Zeng..., dia itu bukan asli orang korea..., kenapa mesti takut?)” dukung yang lain.

”(benar2..., ku dengar dia belum mempunyai kekasih sampai sekarang...)” komentar yang lain.

”(sudahlah kalian ini..., tadi saat kalian di marahi kenapa kalian tidak melawan juga?)”balas Zeng yang ngerasa kesudut oleh yang lain.

”(ka..., kami bukannya takut hanya saja kami terkejut dengan orang baru seperti dia memang dia bos tapi dia terlalu otoriter...)” yang lain beralasan.

”(oh...,ya...., dasar kalian hanya besar mulut...)”maki Zeng tak suka.

”(baik..., kami akan melawan wanita salju itu...!!!)”tantang seorang pegawai lainnya yang bernama Yi Ru.

”(siapa yang akan kalian lawan...)”sahut Linda tiba-tiba dari belakang.

”(e...eh...,bos...)”

”(apa yang kalian lakukan di sini..., cepat selesaikan pakaian pesanan nona Lui secepatnya!!)” bentak Linda dengan suara agak keras.

”( baik bos... )” jawab para pekerja Linda serempak, mereka sebagian besar terdiri dari penjahit-penjahit pilihan.

”(nona Zeng jangan lupa pembaharuan data stok bahan yang harus di selesaikan secepatnya...)”jelas Linda sambil ngeberi map berwarna biru pada asisstennya.

”(baik bos...)”

Linda pun kembali ngelangkah keluar nuju mobil, yang baru saja di pesannya. Sebelum ngejalanin mobilnya, Linda kembali ngebaca alamat yang akan dia tuju.

”(m..., sekolah sheng lin huang jia...)”ucap Linda sambil ngebaca tulisan di kertas yang dia pegang.



Setibanya di sekolah SHENG LIN HUANG JIA...

Setelah markir mobilnya Linda melangkah maju ke dalam sekolah..., semua murid menatap asing ke arahnya yang tetep cuek lalu masuk ke dalam ruang kepala sekolah. Setelah cukup lama berbincang dengan pihak sekolah, Linda jalan ke arah sebuah kelas lalu natap seseorang yang sangat dia rindukan selama ini. Tatapannya tetep fokus pada seorang wanita yang menatap dia kembali. Ya..., Dia adalah Rizlia yang bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di sekolah itu.

”Li..linda?!”seru Rizlia.

”...”Linda hanya membalas dengan senyuman lalu pergi.

”(bu Lia..., ada apa?)”tanya salah seorang murid.

“(ti…, tidak…, ayo kita lanjutkan pelajaran kembali…)”ucap Rizlia yang berusaha tenang lalu kembali ngelanjutin pelajarannya.

“Riz…, kamu memang banyak berubah ”kata Linda sebelum akhirnya pergi ninggalin halaman sekolah itu.



* * *



“(bos…, akhirnya anda datang juga…!)” seru Zeng bahagia.

“(ada masalah apa nona Zeng…?)”

“(para penjahit tiba-tiba ingin berhenti…, mereka semua meninggalkan semua pekerjaan begitu saja padahal banyak pesanan pakaian yang belum di buat…)”Zeng berkata penuh kecemasan.

“(oh…, jadi kata-kata mereka tadi siang benar-benar mereka jalankan…, pengecut…)”maki Linda sedikit emosi lalu nuju ruang khusus jahit yang emang berantakan banget. “(brengsek…)”

“(bos…)”panggil Zeng perlahan.

“(apa boleh buat…, akan ku kerjakan…)” putus Linda nuju sebuah mesin jahit sesaat Linda diam dan ngeperhatiin motif yang akan di jahit. “(nona Zeng…, berapa banyak pesanan nona Liu?)”

“(15…, motif dan desainnya harus berbeda…, kita sudah mengerjakan 7 jadi …, masih 8 lagi… di tambah lagi Gaun pengantin yang baru saja di pesan oleh keluarga Tian-Tian)”lapor Zeng sambil ngebaca catatannya. “( dan…, dan… semua akan di ambil besok…)”

“(…)”tanpa banyak bicara Lagi Linda udah sibuk ngejahit. Zeng dengan setia turut ngebantu si bos bekerja, walaupun hanya membantu menggunting saja itu cukup ngebantu Linda.

”(Zeng..., pulanglah...,sisanya biar aku yang mengerjakan...)” ucap Linda di sela kesibukannya.

”(m...)”geleng Zeng menolak. ”(aku akan membantu bos...)”

”(mengapa?)” tanya Linda meragukan. ”(bukankah kamu membenci ku?)”

”(ti...tidak...., hanya saja aku mengerti bagaimana rasanya di tinggalkan dan harus berusaha sendiri...)”Zeng memulai pembicaraan. ”(aku membutuhkan pekerjaan ini..., untuk membiayai sekolah ke dua adikku...)” tambah Zeng.

”(ke dua orang tuamu?)”

”(entahlah..., mereka meninggalkan kami tiba-tiba tanpa kabar dan alasan yang jelas)” ”(...)”

”(bos..., anda sendiri kenapa membuka butik di sini...? bukankah, bos bukan orang Korea?)” tanya Zeng dengan nada penuh kehati-hatian.

“(aku memang bukan orang Korea..., apakah aku salah membuka butik di sini?)”Linda ngebalikin pertanyaan Zeng tadi.

“(ti..., tidak ....)” jawab Zeng gugup lalu ngelanjutin pekerjaannya.

“...”

“...”keduanya kembali tekun bekerja.

“(aku..., membuka butik ini..., karena aku ingin mencari sahabatku..., sahabat yang telah lama menghilang,,, aku kembali karena memenuhi janjiku padanya...)” kata Linda dengan nada datar.

“(...)”tak sepatah kata lagi yang keluar dari mulut keduanya yang langsung fokus ke kerjaan mereka.



Ke esokan paginya...

“(bos...bos..., bangun...., sudah pagi…)” ucap Zeng pelan, ngebangunin Linda yang tidur tertelungkup di depan mesin jahit.

“(hoem…, Zeng…, apakah nona Lui datang?)”

“(belum bos..., sebaiknya sekarang bos pulang saja..., biar di sini aku yang menjaga...)” tawar Zeng.

“(tidak..., ada beberapa bagian lagi yang belum di jahit...)”tolak Linda lalu merhatiin jahitan terakhirnya yang sedikit lagi mo selesai.

“(baiklah..., tapi bos harus makan dulu....aku sudah memasakkan untuk bos...)”

“(M...)”



Sejam kemudian...,semua sudah selesai di kerjakan Zeng bertugas untuk menyetrika semua pakaian sedangkan Linda membersihkan diri di kamar mandi butiknya yang udah di siapin Zeng. Semuanya selesai di kerjakan ketika si pemesan datang.

“(wah..., aku senang dengan hasil kerjamu..., kamu memang tepat waktu seperti yang di janjikan...lagi...erjakan 7 jadi ...... akan di jahit. yang emang berantakan banget. di buat. cap Linda sambil meluk jaket yang sering di pake Junki. us hatinya...,di hubungi keluarga kalian...,is...,..,inya tanpa dia ke, soalnya semua akan di pakai untuk iklan perusahaan ku...)” puji Lui, lalu mengeluarkan selembar cek.

“(terimakasih juga ..., sudah mempercayakan pada kami...)”ucap Zeng mewakili.

“(oh..., iya..., kenapa butik ini sepi sekali?)” tanya Lui lagi.

”(...)”

”(oh..., em... pegawai kami belum datang..., maklumlah habis lembur...)” jawab Zeng berbohong.

”(oh...,ya..., ini ceknya..., kami memberi bonus karena hasil kerja kalian yang luar biasa..., kalau begitu saya pergi dulu...)”

”(m..., terimakasih...)” kali ini Linda yang ngejawab sambil menunduk hormat. Tanpa banyak komentar lagi dia kembali ke ruangannya.

Sepeningglanya Lui..., pelanggan yang lain datang.

”(m..., tuan Tian-tian..., mau mengambil pesanan?)”tanya Zeng dengan sopan.

”(m...)”

”(ini pesanan anda silahkan di lihat dulu...)”

”(aku percaya...)”jawabnya. ”(oh iya aku ingin bertemu dengan pemilik tempat ini...)”

”(bos ada di ruangannya..., saya akan bertanya dulu...)”

”(M...)” beberapa saat setelah menunggu. Laki-laki itu di persilahkan masuk ke ruangan Linda.

”(wah..., ternyata anda si desainer terkenal itu..., hmm..., anda cantik juga...)”

”(ada apa ingin menemui saya?)”tanya Linda langsung ke pokok.

”(saya hanya ingin mengundang anda datang ke pesta pernikahan adik saya..., ini undangannya..., saya berharap anda dapat hadir...)” harap orang itu.

”(hm...,akan saya usahakan..., terimakasih atas undangannya...)”

”(m..., saya permisi dulu....)”

Setelah dia pergi suasana di ruangan itu kembali hening. Terdengar suara gesekan kertas yeng sedang di coret oleh Linda.



Di Lain hari..., tepatnya di pesta undangan itu...

“(wah..., dia desainer terkenal dari luar itu..., m... dandanannya sangat sederhana sekali tidak seperti desainer terkenal...)”kata orang-orang yang ada di pesta itu saat Linda datang.

“(hei...,hei...biar begitu...banyak artis yang memakainya..., termasuk itu si Eugune )”komentar yang lain.

“(h...dasar tukang gosip semua...)”rutuk Linda dalam hati.

Pesta akhirnya di mulai, kedua pasangan yang akan di nikahkan saling mengikat janji di altar. Setelah semua prosesi di lalui, kini saatnya acara lempar bunga..., para undangan langsung berkumpul..., saat bunga di lemparkan melayang jauh dan akhirnya tepat jatuh di tangan linda yg g sengaja terjulur buat ngambil sesuatu, Linda yang dengan enggan mengambilnya. Semua mata tertuju padanya....

“(a...aduh...)”Rintih Linda saat seseorang tiba-tiba menabraknya dari belakang.

“(oh..., maaf...)”pinta orang itu. Pada Linda yang menunduk mengambil bunganya.

“(h...,dasar..)”desah Linda kesal, Linda pun terdiam ngeliat orang itu.

“(ka...,kamu...!!)”seru orang itu yang ngerasa kenal m dia.

“(L...Lee...)” kata Linda g’ kalah kagetnya yang terpana pada sosok ‘Junki’.

”(hei...Lee..., ayo cepat kita memberi salam..., lalu pergi..., ada pemotretan yang harus kamu selesaikan...)” ucap seseorang lalu narik Junki pergi. ”(tunggu...)” kata Junki ngelepasin tarikan managernya. “(kamu..., kamu..., nona...)”

“(tidak...tidak mungkin anda salah orang..., permisi ...)” jawab Linda gugup lalu pergi ninggalin Junki yang berusaha menahannya.

“(hei...hei...)”(hei...hei...)"up lalu pergi ninggalin Junki yang berusaha menahannya. dia lagi suntuk) tapi si Lindanya terima aja tuh.

“(...)”Linda kemudian langsung berbalik pergi ke mobilnya.



* * *



”(Ryu..., aku merasa Linda sudah kembali....)”ucap Rizlia siang itu saat makan siang bersama Ryu pacarnya di taman sekolah.

”(hm..., mungkin kamu berhalusinasi lagi...., kamu terlalu lelah bekerja...)”Ryu nenangin.

”(tapi bagaimana kalau dia benar-benar datang..., pasti Linda akan marah besar padaku...)” kata Rizlia dengan nada penuh kekhawatiran. ”(selama ini aku tidak pernah memberi tahunya...)”

”(tenang lah Lia..., kalau dia benar-benar datang aku akan bicara langsung padanya...)”janji Ryu.

”(hm..., baiklah... apa yang kalian ingin bicarakan langsung padaku...)” ucap Linda yang tiba-tiba ada di belakang ke duanya.

”(Linda ..., benar kamu Linda....!!!??)” tanya Rizlia dengan wajah super gugup.

”(ya..., aku Linda..., dan aku kembali untuk menjemputmu Riz...)” ucap Linda dingin.

”(maafkan aku Lin...)”

”(....)”

”(kenapa kamu harus minta maaf?, kenapa Riz...?)”

”....” ”(nona Lin..., tolong jangan menyudutkan Lia...)”pinta Ryu berusaha menengahi.

”(diam kamu...., oh...jadi kerena dia Riz...selama ini kamu g’ pernah ngehubungin aku,dan kamu g’ pernah balik lagi ke Indonesia..., bahkan untuk mengabariku saja kamu g’ bisa...)”ucap Linda dengan nada tinggi.

”(Lin..., maafin aku..., bukan...bukan maksudku untuk g’ ngehubungin kamu...)” kata Rizlia berusaha ngejelasin pada sahabatnya. ”(a...aku...)”

”(apa lagi yang kamu rahasiain dari aku Riz...,apa?...apa?)” bantah Linda g’ mau ngerti. ”(Riz..., apa kamu tau gimana susahnya aku selama ini..., bagaimana sakitnya aku memikirkanmu selama ini... bagaimana susahnya aku menjelaskan ketidak pulangan mu pada orang tuamu...., kenapa kamu berbuat seperti ini riz..., kenapa?)” tanya Linda dengan nada emosi. ”(lima tahun Riz..., 5 tahun aku hidup dalam keadaan bersalah padamu dan orang tuamu...,apa kamu merasakan itu Riz...?!!)”

”(maaf Lin..., maaf...maaf kan aku..., aku benar-benar...)”

”(cukup Riz..., inget ya Riz..., suka ato g’ aku akan tetep ngebawa kamu pulang...!!!permisi...)” putus Linda dengan penuh emosi lalu ninggalin keduanya.

”(maafin aku Lin...)”ucap Rizlia dengan nada Lirih.



tbc....
Read More

FF~SADNESS IN KOREA Part 7

Junki sering ngajak Linda ke lokasi syuting nya tentu aja secara diem-diem, biar Linda g’ kena amuk fans nya Junki yang super banyak (maklum selain terkenal Junki cakep banget sih). Linda juga sedikit ngajarin Junki berbahasa Indonesia. Junki selalu nyemangatin Linda (walaupun g’ terang-terangan ) ampe dia udah bisa nerima segalanya. Seminggu kemudian bengkak di kaki Linda mulai sembuh. Dia pun bisa berjalan normal lagi setelah intensif ngelakuin pengobatan dengan cara akupuntur. Tentu aja selama itu baik Linda ataupun Junki jadi akrab, tentu aja Junki sering ngejahilin Linda (kadang-kadang kalo dia lagi suntuk) tapi si Lindanya terima aja tuh. Sering jua Linda secara diem-diem masakin Junki masakan khas indonesia (maklum Linda rindu banget m negrinya).



Di tempat Lain...

”h...,h...,h..., uhuk...uhuk...”suara batuk Rizlia.

”Lia..., chane gwaenchan sseumnida? (lia...,kamu tidak apa2?)” tanya Jaejong berpapasan di lobi hotel.

”a...,anio...(tidak)”jawab Rizlia dengan terbata. ”Jaejong..., onul na t’amguhada kyojanun (Jaejong..., hari ini aku akan mencarinya lagi...)”

”anio...,Lia..., chane...(tidak Lia..., kamu...)”

”Jaejong ..., na arasoyo...(Jaejong..., aku tidak apa-apa)”

”Lia...”

”mian hamnida...,ka yo (maaf...,aku harus pergi)” putus Rizlia lalu berlari pergi sebelum sempat di cegah jaejong.

Tanpa arah yang pasti Rizlia terus nyari sobatnya yang udah 2 minggu ngilang tanpa kabar. saat itu kondisi kesehatan Rizlia kurang membaik, dia kurang tahan ama cuaca dingin di Korea. Di pusat kota...

”Lin...,kamu di mana sih...!!!” ucap Rizlia dengan berbisik.

“oh...anda nona Rizlia kan...?”tanya seorang laki-laki dari arah belakang.

”m...,Ry... Ryu...!!!”

“h..., syukurlah saya dapat bertemu nona di sini..., kami sudah mencari nona selama berbulan-bulan..., lalu kemana anda selama ini?” tanya Ryu panjang lebar.

“loh..., bukannya agenmu yang menipu kami..., perusahaan jasa kalian telah mengambil semua harta benda kami...” jelas Rizlia sedikit emosi. “dan gara-gara kalian ... semua kehidupan kami jadi berantakan... kalian harus bertanggung jawab...”

“maaf saya tidak mengerti. . .”

“kamu jangan berbohong...uhuk...uhuk..., di hari kepulangan kami..., agen kalian mengirim seorang wanita untuk menggantikan mu yang sakit, tapi nyatanya kalian mengambil barang-barang kami..., sekarang cepat kembalikan barang-barang kami...uhuk...uhuk...uhuk...” ucap Rizlia dengan nada penuh kemarahan.

“maaf nona tapi saat itu saya tidak sakit..., saya datang terlambat karena jalan di sini sedang macet..., saat saya datang kamar kalian sudah kosong..., kami menghubungi kalian tapi tidak pernah di angkat...” jelas Ryu berusaha ngelurusin permasalahannya.

“lalu uhuk...,uhuk ... siapa yang membawa barang-barang kami...?!” tanya Rizlia penasaran suaranya makin parau terdengar.

“mungkin..., kalian di tipu oleh agen yang berpura-pura barasal dari kami...”jelas Ryu lagi.

“maksudnya?”

“ya..., di sini ada agen-agen penipu yang mengincar para wisatawan..., salah satunya kalian...” jelas Ryu.

“...”

“sudahlah nona...,sebaiknya kita bicara di kantor bos saja...”

“tidak...,aku harus mencari Linda dulu...uhuk..uhuk...”tolak Rizlia.

“wae?(kenapa?)”

“dia menghilang dua minggu lalu..., ini salah ku...”

“baiklah ... ayo kita cari bersama....” Ryu nawarin bantuan.

“m...”angguk Rizlia sambul tersenyum manis ke arah Ryu.

Ke duanya kemudian mulai nyari di sudut kota hingga pusat perbelanjaan..., saat keputus asaan nyerang hati Rizlia keduanya istirahat, dengan perhatian Ryu ngebeliin Rizlia makanan dan obat. Setelah beristirahat ke duanya ngelanjutin perjalanan. ketika mereka menemukan yang di cari sedeng jalan di tengah keramaian. . .

”Linda!!!!”panggil Rizlia sekencangnya.

”...”yang di panggil Cuma bisa diem di tempat dan g’ sengaja ngejatuhin barang yang di belinya.

”Lin..., akhirnya gw nemuin loe...”ucap Rizlia terharu lalu meluk sobatnya.

”...”

”...”

”Lin...,gw... bener-bener kangen ama elo...,elo pulang ya...”pinta Rizlia. “Lin…”

“sori Riz…, gw g’ bisa…”tolak Linda lalu mungut barangnya yang jatuh tadi.

“hei…”bentak Ryu

“sorry…”ucap Linda dingin lalu berbalik.

“Lin tunggu….!!!! Uhuk…uhuk…uhuk…”tiba-tiba aja Rizlia langsung ambruk g’ sadarin diri.

“a…assie…(nona…)”panggil Ryu berulang pada Rizlia yang pingsan.

“…”Linda yang ngedenger sobatnya jatoh langsung berbalik dan ngehampairin “Riz…, loe kenapa Riz…, Riz…,gw mohon buka mata elo…Riz…!!!!!”



Di rumah sakit Pyongwon Seoul . . .

”kata dokter dia Cuma kena radang tenggorokan...sepertinya dia kurang cocok dengan udara dingin di sini, beberapa hari lagi dia akan sembuh...”jelas Lio, kepala agen yang bertanggung jawab setelah di hubungin Ryu.

”oh..., syukurlah...” dasah Linda lega.

”oh iya nona...,maafkan kami atas kehilangan barang-barang kalian...” ”ma..., maksud anda...?”tanya Linda g’ ngerti.

”begini..., saat hari kepulangan nona-nona, ada yang menipu nona-nona sehingga barang-barang kalian habis..., maafkan atas kelalaian kami..., kami juga akan menanggung biaya rumah sakit dan biaya kepulangan kalian....”Lio ngejelasin sambil berjanji.

”ja...jadi...”

”maaf nona..., saya harus kembali dulu ada yang harus saya urus..., untuk kenyamanan Ryu akan menjaga kalian di sini..., saya permisi dulu...”Lio kemudian pergi.

Linda kemudian masuk ke kamar pasien sambil merhatiin Rizlia yang sedang tertidur.

”Riz..., kenapa loe bohong sama gw..., sampe gw...salah sangka sama elo...”

”...”

”maafin gw riz...”

”Lin..., maafin gw juga ya...”ucap Rizlia yang tiba-tiba bangun.

“Riz…,”

“waktu itu…, gw g’ mau buat elo tambah sakit…akhirnya gara-gara uang kita habis…, gw harus kerja…”jelas Rizlia jujur.

“loe g’ boleh berbuat kayak gitu lagi…, dulu gw sangka loe ngejual semua barang kita supaya loe bisa maen di club malam…, tapi gw…salah…, maaf ya Riz…,maafin gw…”pinta Linda sambil meluk sobatnya erat banget.

“gw juga Riz…”

“…”

“…”

ke duanya hanyut dalam suasana haru…



Selama 2 hari Linda terus nemenin Rizlia di rumah sakit sampai cukup sehat…

“a…apa besok kita pulang?!!”seru Linda kaget.

”m..., kami rasa kalian harus segera kembali..., kami sudah berkali-kali di hubungi keluarga kalian..., lagi pula kami sudah mendapatkan tiketnya....” jelas Lio di dampingi asistennya.

”g’....”bantah Linda.

”loh..., kenapa Lin..., bukannya harusnya kamu seneng?”tanya Rizlia bingung.

”i...iya..., tapi g secepat ini kan?” Linda beralasan.

”maaf nona..., tiket telah terbeli..., kami harus bertanggung jawab mengembalikan kalian secepatnya..” tambah asisten Lio.

”Lin..., loe kenapa sih...?”tanya Rizlia yang ngeliat raut wajah ke tidak sukaan di diri Linda.

”...”

”Lin...”

”a...aku pergi dulu...”kata Linda tanpa ngejawab lalu ngeloyor pergi.

”Lin...!!!”



Kalian pasti tau kan ke ,mana Linda pergi..., yupz..., Linda balik lagi ke apartement tempat si penolong sekaligus hatinya..., di dalem apartement Junki..., dia g’ nemuin sosok yang di cari. Yang ada hanya tumpukan surat dari fens yang menumpuk.

”dimana elo junki..., gw bener-bener g’ mau kehilangan elo..., gw cinta ama elo...” ucap Linda sambil meluk jaket yang sering di pake Junki. ”gw cinta... elo...” tambah Linda lagi. Cring...., tiba-tiba sesuatu jatuh dari jaket yang di pegangnya. ”i...inikan...,gelang gw...”

Saat lagi bengong yang di cari dateng bareng seseorang..., Linda yang takut di sangka maling langsung bersembunyi di kamar bekasnya dulu sambil nguping pembicaraan...

”Lee..., i ga musun dushieyo? Kuyojanun su shimnikka? (Lee..., apa artinya ini? Siapa wanita itu?)” tanya seorang wanita sambil ngelemparin koran ke arah Junki yang terdiam. ”Lee..., taedap...(lee..., jawab)”

”mian hamnida..., kuyojanun...(maaf..., dia...)” jawab Junki ragu. ”na kyou ch’aegimiinnun...ttaemun na kyoktol (aku hanya bertanggung jawab..., karena aku pernah menabraknya...)” Junki beralasan.

Dari dalam kamar Linda ngedenger jelas apa yang di ucapin Junki dan teman wanitanya...,hatinya cukup sakit untuk nerima kalo Junki g’ punya perasaan sama sekali padanya, padahal selama ini Linda selalu nahan dan selalu berusaha ngebuat Junki ngerasa nyaman ada di dekatnya.

Tapi harapan itu tersia-sia oleh pernyataan Junki barusan, apa lagi ada perempuan lain yang boleh masuk ke apartemennya selain diri nya, Linda di buat cemburu olehnya.

Tanpa buang waktu lagi Linda langsung keluar dari persembunyian dan langsung ngelempar jaket yang di pegangnya tadi ke arah Junki yang kaget.

”Lee...,ne akchirui..., i chulgot n...na chongmallo saranghada (lee...,kamu jahat..., padahal selama ini aku benar-benar mencintaimu...)”ucap Linda dengan berani. ”na...tansunhada...(aku benar-benar bodoh)”

”yobo assie...(hei nona)”bentak wanita yang bersama Junki.

”...” ”na..., huimang muryoui huimang chingongui ..., wihayo... kkongmuni...na mian hamnida....(aku tau..., harapan ku Cuma bisa jadi harapan kosong..., untuk terakhir maaf sudah merepotkan mu selama ini...)” ucap Linda sok di tenangin. ”yobo..., Junki..., na chongmallo saranghada ...., mian hamnida...(hei junki..., aku benar-benar mencintaimu... , maafkan aku)”kata-kata terakhir dari Linda sebelum akhirnya dia benar-benar pergi sambil nahan air mata yang udah g’ ketahan. Sementara Junki dan cewek tadi Cuma bisa diem seribu bahasa.



Keesokan paginya...

”kamu..., bener2..., g’ papa Lin?”tanya Rizlia yang khawatir sama kondisi sobatnya. ”oh..., iya tadi Jae jong titip ini untuk mu...”

”...”tanpa semangat Linda nerima sebuah kado. Saat itu ke duanya lagi ada di perjalanan nuju bandara.

”Lin...”

”apa gw salah Riz...,apa gw salah..., kalo gw ngeharepin cinta dari cowok yang gw suka?” tanya Linda sambil natap Rizlia tajam.

”g’ ada yang salah kok Lin..., itu wajar..., Cuma apa loe tau apakah laki-laki itu menyukai loe atau g’..., lin..., loe harus bersikap lebih dewasa dalam ngehadepin masalah-masalah elo...”nasehat sang sahabat.

”...” sejenak Linda ngerenungin kata-kata sobatnya.

”eh Lin..., itu gelang loe udah ketemu?” tanya Rizlia

”loe bener Riz..., Ryu please stop ...” pinta Linda. Yang langsung turun di depan parkir besmen sambil masang topi jaketnya.

”Lee...”panggil Linda pada Junki yang saat itu mo naek mobilnya.

”chane...(kamu...)” ”na mian hamnida...(maafkan aku...)” ucap Linda sambil tersenyum manis. ”lee...,for you...” tambah Linda sambil masangin gelang miliknya ke tangan Junki.

”anio...,anio..., na mian hamnida...(tidak-tidak, aku yang harus minta maaf...)”bantah Junki.

”ssst...”ucap Linda sambil ngasih kode ke Lee untuk diam. Linda berusaha bersikap setenang mungkin supaya air matanya g’ jatuh lagi. ”m...,lee...,3hari bersamamu..., kau tampak asing bagiku..., tapi berhari-hari bersamamu...aku semakin mengenalmu..., hingga mencintaimu...”ucap Linda sambil berbisik di telinga Junki deket banget dengan bahasa Indonesia. ”Love you...” tambah Linda di sela kalimat terakhirnya lalu natap mata junki lekat, Junki bales mandang mata bening Linda, tiba-tiba aja Linda dengan berani ngekiss Junki sampe terdiam cukup lama. ” sugo haseyo...(selamat tinggal...)” Linda ngeakhirin pembicaraan saat itu lalu kembali ke mobilnya.

”...” Junki tanpa bisa berkata lagi (soalnya kaget) natap kepergian Linda dengan tatapan yang berbeda.



Di dalam mobil Rizlia yang ngeliat hal nekat Linda tadi sampe g’ bisa berkedip sedikit pun...

”eh...Lin...ta...tadi...”

”udah deh Riz..., gw ngelakuin sesuai apa kata hati gw kok..., Ryu...,ayo jalan...” ucap Linda kali ini dia g’ bisa nahan air matanya lagi yang langsung tumpah gitu aja. Sang sahabat Cuma bisa nenangin sambil nguatin Linda yang terus nangis di pundaknya,

”m...ye...(m..., ya...)”



Di bandara KONGHANG SEOUL,Terminal domestik...

Tentu aja saat itu Linda udah mulai tenang dan nyoba ngehapus air matanya. Saat akan masuk...

“Ryu..., kamsahamnida ....”ucap Rizlia sambil tersenyum tipis pada Ryu.

“cieh..., udah deh Riz..., ngaku aja deh kalo loe suka ama dia yakan?” sudut Linda jahil.

“Lin...apaan sih..., g’ usah ngaco deh...” bantah Rizlia dengan pipi bersemu merah.

“cieh...”

“Lin...”

“m...Lia ..., aku juga ingin mengucapkan banyak terimakasih..., dan ini untuk mu...”ucap Ryu sambil ngasih sebuah boneka teddy bear pada Rizlia.

“m..., kamsahamnida...”ucap Rizlia sekali lagi.

“cieh...”

“baiklah..., aku pergi dulu..., selamat jalan...” ucap Ryu lalu pergi dan ngilang di kerumunan orang.

”h...”desah Rizlia kecewa setelah kepergian Ryu.

”cieh..., sahabatku tersayang lagi jatuh cinta ya...”

”Lin ...”

”ya udah deh ..., yuk kita cepet masuk...”ajak Linda sambil ngerangkul sobatnya.

”tapi Lin...” kata Rizlia tiba2 ngerasa sesuatu yang g’ enak.

”apa lagi..., yuk ah...” ucap Linda yang langsung narik sobatnya.

”m...” angguk Rizlia sambil ngeyakinin dirinya.



Kebahagiaan keduanya tuk bisa berkumpul bersama orang-orang yang dicintai g’ berlangsung lama , Saat akan masuk ke dalam ke duanya di cegat oleh sekelompok polisi...



”anyong hashimnikka...., mian hamnida... uri kyonggwan sadan shinae, kunmu t’amguhada Lia yang (selamat pagi..., kami dari kepolisian divisi pusat di tugaskan untuk menangkap sodari Lia...)”ucap salah seorang polisi lalu ngecocokin sebuah foto m Rizlia secara langsung, lalu ngeborgol tangannya.

”hei apa-apaan ini...!!!” seru Rizlia yang juga kaget.

”hu...huwehe?(kenapa?)”tanya Linda denga

n nada marah.

”ttaemun t’ullida yokwon..., kumjon odupta sang hoe (dia di tangkap dengan tuduhan penyalahgunaan pasport dan penggelapan uang perusahaan sebelum habis kontrak...)”jelas polisi itu lagi.

”a...anio...,Riz..., katakan semua itu g’ benar...,Riz...”

”...”ngedenger penjelasan tadi g’ ada jawaban dari Rizlia yang tertunduk lemah pasrah.

”Riz..., ayo jawab...”

”maaf Lin..., itu semua benar..., maafin gw...!!!” ”tapi untuk apa?”ucap Linda dengan nada tinggi. ”untuk apa Riz..., untuk apa?”tanya Linda berulang sambil nangis dan terduduk.

”g...gw...,ngelakuin semua itu untuk ngebayar uang nginap dan makan kita selama ini..., maafkan gw Lin ...”ucap Rizlia pasrah lalu ikut aja di bawa polisi itu pergi tanpa ngebela dirinya sendiri.

”g’ Riz..., loe g’ boleh pergi...,g’ Riz..., kita harus balik berdua...”teriak Linda sambil narik lengan Rizlia.

”maaf Lin..., tapi loe harus pulang... loe harus pulang lin..., please ini permintaan terakhir dari gw..., maafin..., gw...Lin..,gw g’ bisa jadi sahabat yang baik buat elo...” kata-kata terakhir sebelum akhirnya Rizlia bener-bener pergi bersama para polisi itu.

”g’..., Riz..., jangan tinggalin gw...!!!” teriak Linda sekencengnya di bandara itu. Tentu aja orang-orang kaget ma teriakan n’ kata-kata Linda yang mereka rasa aneh.

Setelah diam agak lama dan terus berfikir. Lalu ngejar ke arah Rizlia sambil teriak ...

”Riz...,gw bakal balik lagi ke sini ..., buat ngejemput elo..., gw janji Riz...!!!”teriak Linda sekencengnya sampe kedengeran m Rizlia yang kemudian tersenyum maniz ke arah Linda sebelum akhirnya masuk mobil polisi. ”Riz..., gw...,janji bakal balik lagi..., gw janji...” ucap Linda berulang. Hatinya begitu sakit nerima kenyataan pahit yang harus dia alami.

Tanpa dapat berbuat apapun Linda kembali pulang ke tempat asalnya tanpa sahabat yang selalu ngedampinginnya, dan di temani kehampaan yang sangat menyayat hatinya ..., kenyataan yang harus di terima... tanpa dapat berbuat banyak untuk sang sahabat yang di sayanginya...



* * *



Salam dari penulis

”hai...., semua..., di episode berikutnya penulisan akan langsung di transletin ke bahasa kita ...,

tentu aja buat ngemudahin kalian ngebaca n’ penulis supaya gw g’ musti bolak balik kamus ...(capek bro...), hehehe....(^ v ^ ), next...., gw lanjutin aja ceritanya yach !!! Met ngebaca ...!!!”
Read More

FF~ SADNESS IN KOREA Part 6

“h… di mana gw…?” tanya Linda pada dirinya sendiri. Sejenak Linda terdiam terpaku sambil natap sekelilingnya yang tampak beda. “m...,kamar siapa ini?”

“yobo..., ne onusae nukkida? (hei kamu sudah sadar?)” tanya seseorang.

”mwo shimnikka? (siapa kamu?)”tanya Linda bergetar.

”cha mokcha (ayo makan)” perintah tu cowok sambil ngebawain nampan berisi bubur hangat.

”anio...(tidak)”tolak Linda sambil malingin mukanya.

”shi..., araso kurom...(dasar....,baiklah kalau begitu...)”ucap tu cowok lalu keluar dari kamar itu.

”...”

Sesaat Linda terdiam dalam keheningan dia memikirkan sesuatu. Perlahan kakinya di turunkan ke lantai, kemudian dia mulai berjalan kembali, namun baru setengah langkah Linda kembali terjatuh dengan hentakan yang begitu keras.

”yobo...(hei...)seru tu cowok yang sempet denger bunyi benda jatuh.

”kenapa aku begitu bodoh..., kenapa aku harus begini kenapa aku jadi orang yang g’ berguna seperti ini..., apa salah ku..., apa?” isak Linda.

”yo...yobo..., muorago hasyotchiyo? (he...hei..? apa yang anda ucapkan?)” tanya tu cowok yang g’ ngerti sama bahasa yang di ucapin Linda.

”kenapa....”teriak Linda sekencangnya lalu memegang kerah tu cowok ”apa salahku....,aku sudah tidak berguna lagi...” ucap Linda histeris, si cowok Cuma diem kebingungan.

”yo...yobo...ashi...kimyohan (he..., hei dasar wanita aneh)” maki tu cowok kesel lalu melepaskan kerahnya dari genggaman Linda yang melemah lalu meninggalkannya sendiri di kamar.

”hiks..., Riz..., kenapa loe sembunyiin semua...,nya?” tanya Linda datar lalu tertidur di lantai sambil sesekali masih sesegukan.



”yobo..., asie...kkaeda...(hei..., nona...bangun...)”

”...”

”mwo shimnikka? (siapa kamu?)”tanya Linda yang udah mulai tenang.

”na...?, kangjejogin na tano kach’i (aku?,seharusnya aku yang bertanya seperti itu...)”

”mian hamnida...(maaf...)”ucap Linda pendek lalu perlahan menurunkan kakinya ke lantai hendak berdiri. ”komapsumnida (terimakasih)”tambah Linda dengan suara berat.

”yobo...(hei...)”panggil orang itu sambil ngebantu Linda.

”ohgayo...(lepaskan)”

”yobo...(hei…)” ”na..., anio tangshin..., ohgayo…!!!!(aku tidak tau siapa kamu…, jadi lepasin…!!!)”

“shi…, cah…shapshua…(dasar…, baiklah kalau begitu pergi saja…)”usir tu cowok dengan kesal.

“ye…, komapsumnida…(ya terimakasih…)” ucap Linda datar lalu berjalan keluar. Si cowok Cuma diam sambil ngeliatin dari belakang. Linda berjalan oleng keluar. Langkahnya sangat lambat gara-gara kakinya yang masih kaku.

“lee…,kanun su shimnikka…?(Lee siapa dia?)” tanya seseorang yang baru datang.

“oh…ne…(oh…dia…)”jawab si cowok ragu.Sejenak dia terdiam lalu liat ke arah Linda yang udah eluar dari pintu, n pergi.

“ash....,araso…,araso…na igot oroji shipta lee oh..., mot kayo(dasar,baiklah…baiklah…lee aku ke sini hanya ingin memberi tahumu bahwa kita tidak bisa pergi)”

”huwe (kenapa?)”

“ash…, ne i…(dasar kau ini)”kata si menejer sambil ngegeleng kepala, ”…nun bora (badai salju)”

”boyo?!! (apa?!!)” seru si cowok dan langsung berlari pergi. ”yobo..., lee...lee...”



Sementara itu di tempat Rizlia...

”Lin..., kamu kemana sih...”tanya Rizlia pada dirinya sendiri. ”aku harus mencarinya...”putus Rizlia kemudian memasang jaket hangatnya.

”Lia...”

”jae jong..., thangshin himnika? (apa kau sudah menemukan dia?)”

”anio...”

”araso..., na kalke (baiklah kalau begitu aku pergi dulu)”

”anio...(tidak)”

”huwe jaejong?(kenapa jaejong?)” ucap Rizlia berusaha membantah.

”onul nun-i bora ..., neil oroji..., na chebal (hari ini sedang badi salju..., besok saja..., aku akan membantumu)”pinta Jaejong sambil menjelaskan.

”anio..., Li...linda...”

”please...,na yaksok (ku mohon..., aku berjanji...)”

”araso....(baiklah...)” jawab Rizlia akhirnya menyerah lalu kembali ke kamarnya.

”jaejong..., na anioch’olssa kat’un...(jaejong, aku tidak menemukannya...)” lapor seseorang.

”ye..., kamsahamnida...(ya terimakasih)” ”chaon maneyo (sama-sama...)”

”h...,sh...”



* * *



Keesokan paginya....

”h...” desah Linda panjang dan kembali natap sekelilingnya. ”akh..., kepalaku sakit...” rintih Linda sambil megang keningnya yang terluka. ”bodoh...bodoh...bodoh...!!”

Sesaat suasana hening...

”tempat siapa ini?”tanya Linda dalem hati sambil celingukan m sekelilingnya. ”kayak kamar cowok deh...” tebak Linda lagi lalu natap pakaian yang di kenakannya. ”what’s..., baju siapa neh..., jangan-jangan gw udah di....” fikir Linda ngeres.

”yobo..., asie...kkaeda...(hei..., nona...bangun...)”

”wa........” teriak Linda kaget sambil ngelempar tu orang pake buku yang ada di sebelahnya. N’ lemparanya cukup meleset jauh...., Linda ngulangin lemparannya hingga berkali-kali.

”ash....yo...yobo (dasar..., hei...)”kata orang itu sambil nangkis serangan maut Linda.

”dasar kurang ajar..., loe apain gw..., dasar cowok parno...,mauan...hidung belang.....”maki Linda panjang lebar sambil terus ngelempar tu orang pake apa aja.

”yo...yobo!...ne chebal onusae na kach’i i, ajik tano kachi’i...kuesarane ( hei...,aku sudah menolong mu, kamu malah berkata seperti itu...dasar aneh)”maki tu cowok kesal.

”bo...? shi hungga (apa...? dasar penipu)” pekik Linda g’ percaya lalu dengan jurus terakhir dia ngelemparin sendal yang di pakenya hasilnya tu cowok langsung roboh...

Sejam kemudian, dengan penuh perjuangan tu cowok berusaha ngejelasin duduk persoalan yang terjadi

”ash..., chane matha-matha...(ash...., kamu benar-benar…)”kata tu orang dengan emosi.

”mian hamnida...(maaf)” ucap Linda ngerasa bersalah lalu masangin plester ke jidat tu cowok yang terluka kena lemparan sendal Linda.

”akh..., yobo...kusimna (akh..., hei hati-hati...)”

”m..., yoksin..., chane yollida pokchang na?(m...,tapi...,apa kamu yang mengganti baju ku?)”

”huwe-e...(memang kenapa?)”

”shi..., olgani...(dasar orang bodoh...)”teriak Linda n’ berusaha ngelancarin serangan lagi.

”cah...cah..., na anio yollida pokchang ne…, saekki yoja ne (baiklah…baiklah…,bukan aku yang mengganti bajumu… tapi teman wanita ku)” kilah tu cowok.

”oh...”

”taegun nugu shimnikka?(siapa kamu?)”

”na..., ...na orang yang g berguna...”

”boyo? (apa?)”

”m..., anio...(m...,tidak)”

”eodi saseyo? (dimana kamu tinggal?)” tanya cowok itu lagi.

”anyo (tidak tau)”

”what’s...! huweeyo?(mengapa?)” tanya si cowok, linda Cuma diem membisu.”cah...,ohu na kangyok ne kwiguk (baiklah..., sekarang aku akan mengantarmu pulang)” putus si cowok.

”anio...(tidak...)” ”boyo?(apa?)”

”putakaedo chossumnikka?(maukah anda membantu saya?)” pinta Linda yang putus asa.

“bo…,boyo?”

“na chebal…(tolong aku…)”pinta Linda memelas.

“anio…anio…”

“please…,help me…” mohon linda lagi sambil menunduk.



“ jaejong…, ottoke?(bagaimana?)”

“mian hamnida lia…, na anio tangshin hamnika (maaf lia aku tidak menemukannya)”

“oh…no…, bagaimana ini? Lin…, maaf kan aku…”

“lia kal kayo ? (bagai mana kalau kita pergi?)”

”jaejong..., you can’t go...” ucap max yang tiba-tiba datang.

”huwe?(mengapa?)”

“chang ilch’ihada (bos memberi pekerjaan…)”jelas max.

“kure…,araso…(oh ya baiklah…)” jawab Jaejong yang g’ enak hati. “m…, Lia…, mianhamnida…(maaf)”

“gwaenchan sseumnida…, kamsahamnida (tidak apa-apa terimakasih)” ”m…ka yo Lia (m…, aku pergi dulu…)”

“cha…(baiklah…)”

Setelah Jaejong pergi…

“h…, aku harus cari sendiri…”putus Rizlia lalu beranjak dari tempatnya. Tanpa henti Rizlia nyari keberadaan Linda yang g’ di ketahui, yah walau pun salju nya masih cukup lebat, itu g’ nyurutin semangatnya untuk nyari sobatnya. “Lin…, kamu di mana sih…” tanya Rizlia pada dirinya sendiri. Jalanan yang masih tertutup timbunan salju g’ dipeduliinnya yang terus nerobos tu salju.

“Lin…, kalo sampe kamu g’ di temuin juga..., aku g’ akan maafin diri gw sendiri...”janji Rizlia.



Sementara itu Linda berhasil ngebujuk tu cowok untuk ngebantunya. Tu cowok berbaik hati ngepersilahin Linda tinggal di apartementnya, tentu aja itu pake syarat. Syaratnya Linda harus mau ngerjain semua urusan rumah tangga. Tentu aja Linda sempet nolak tapi si cowok ngeberi anceman bakal ngepulangin Linda ke tempatnya. Tentu aja Linda yang lagi ada masalah langsung setuju gitu aja.

“h…, sorry Riz…, gw masih belum bisa balik…”ucap Linda pada dirinya sendiri. Dengan tertatih Linda berjalan keruang tengah apartement itu. “duh…, kaki gw sakit banget…” rintih Linda yang langsung duduk. “aw…,ck…, aduh…, ngilu banget…aduh…ash…, nekat juga gw kabur dengan keadaan kayak gini…,duh…emang gila gw…”maki Linda pada dirinya sendiri. Setelah di rasa cukup baekan Linda kembali berdiri ke arah dapur yang emang cukup di bilang berantakan. “hah…!! Ni dapur ato gudang sih…, jorok amat…”kata Linda dengan nada stereo,kebetulan tuan rumahnya lagi pergi. Biar dongkol tapi tetep dikerjain juga tu acara bersih-bersih dapur, mulai dari nyuci piring, ngepel sampe masak berusaha di kerjai Linda, yah walaupun butuh waktu yang cukup lama untuk nyeleseinnya (dapurnya kotor banget geto loh). Akhirnya seluruh pekerjaan selese di laksanain dengan baek.

“duh…, gila…kaki gw tambah sakit nih…aduh…,kayak kebakar rasanya…, aduh…suakit” rintih Linda yang terduduk lemas di depan tv. “duh…dasar kaki bodoh…, kenpa sih loe g’ sembuh-sembuh juga…, nyusahin tau g…, aw…” omel Linda pada kakinya sendiri. Di sebuah kursi panjang Linda rebahan sambil ngeurut kakinya sendiri. “loh…, kenapa kaki gw jadi biru-biru gini…? Masa kena pembersih dapur tadi sih? ” ucap Linda yang emang bloon banget. “bodo amat…, gw tidur dulu deh…,…., ….Riz…, gw sehat…, loe gimana di sana? Gw harap loe g’ usah nyari gw…” harap Linda dalam hati. G’ lama dia sudah ada di alam mimpi bersama mimpi-mimpi indahnya yang ngebuat Linda tersenyum dalam tidur.



* * *



Udah beberapa hari Linda tinggal di apartement itu. Mulanya hanya sebatas terimakasih sama si penolong tapi lama kelamaan rasa suka itu mulai tumbuh di hati Linda, rasa suka pada si penolong.

“aw…, kaki gw kok tambah biru ya?” tanya Linda pada dirinya sendiri. “ayo Linda…, loe harus kuat…” dukungya pada dirinya sendiri.

“yobo…”

“e…eh…ye?”

“na kwiguk nut-ke…,ne anio songsuk’an chonyok na wihayo ( aku akan pulang malam…, kamu tidak usah memasak makan malam untuk ku )” ucap si cowok lalu pergi.

“ye…(ya..)” jawab Linda nurut. “h…”desah Linda kecewa lalu duduk di kursi panjang. “apa dia g’ ada respon ama gw ya?..., ato gw nya aja yang terlalu berharap…, tapi…, kenapa sih tu orang g’ pernah ngeberi tau gw siapa namanya…”fikir Linda. “gw…emang bodoh…” maki Linda pada dirinya sendiri. Linda kembali ngelanjutin kerjaan nya sambil megang sapu. Dia emang g’ ngaku m si cowok kalo kakinya lagi sakit parah. Soalnya dia takut bakal ngerepotin lagi (emang ngerepotin…). Hm…,emang indah setiap kisah cinta itu ada senang sedih dan duka, tapi di balik semua itu akan ada sesuatu memua itu akan ada sesuatu yang )gga berkali-kali. nunggu…, yang lebih indah dari segalanya.



Sementara itu di tempat Rizlia...

Dia masih tetep ngelakuin aktifitas seperti biasa sambil nyari keberadaan Linda yang g’ kunjung ketemu juga. Tentu aja di bantu jaejong dan yang lainnya loh...

Siang itu di CAFFE SOYANG YORI...

Bruk......, prang....

“yobo assie..., kanjang shigi il (hei nona..., hati-hati dong saat kerja...)”tegur si bos dengan nada g’ suka.

”mian hamnida...(maaf...)”pinta Rizlia memelas.

”araso...,kurom hwalbarhan malkkumhada hu chusa sonnim (baiklah..., kalau begitu cepat bersihkan sebelum terinjak pengunjung)”perinta si bos dengan bijaksana.

”m...,ye...(m...,ya...)”kata Rizlia pendek lalu ngebersihin pecahan gelas yang g’ sengaja jatoh tadi.

”Lia...,onjena? (Lia..., kamu tidak apa-apa?)” tanya salah seorang pelayan cowok.

”m...,araso (m...,aku tidak apa-apa)”

“mian hamnida …, arumthaen tamyon …(maaf…,aku hanya ingin…)”

“weturesu…(pelayan…)”panggil seorang pelanggan.

“oh…,ye…”sahut Rizlia “sillyehamnida… (permisi...)”

”o...oh..., ye...”



Di suatu kesempatan yang sama ... di tempat yang berbeda...

”hhhh...”desah nafas Linda yang agak berat. “ke…,kenapa gw ngerasa kaki gw berat banget ya…?” dalam ke adaan antara sadar dan g’…, Linda yang di suruh si cowok pergi berbelanja di minimarket apartemen, terus jalan ke arah lift. Sebelum sempat naik, tiba-tiba langkah Linda ke henti sama pemberitaan gosip di lobi apartement. Berita itu Lagi ngomongin seorang artis yang di kabarkan tinggal satu atap sama salah seorang cewek yang masih belum di kenal. So, Linda yang ngerasa familiar banget sama cowok yang langsung berseru kaget.

“di…dia…kan…”ucap Linda terbata. “ja...jadi namanya LEE JOON KI....,ja...jadi aku...tinggal di tempat artis terkenal...” sorak Linda dalem hati. “ beruntung-beruntung...”ucap Linda berulang dalam hati lagi.

Tanpa berlama-lama lagi Linda bergegas kembali... ”yobo..., ne chunggoui iltan...(hei..., kamu lama sekali...)” seru cowok itu agak kesal

“mian hamnida..., na...(maaf..., aku...)”

“araso araso...chonun paego p’ayo(baiklah baiklah...,aku Lapar)” putus tu cowok sambil ngambil remot Tv

“m..., na katch’uda (m...,akan ku siap kan...)”ucap Linda dengan penuh semangat. Tapi saat akan ngelangkah nuju dapur tiba-tiba Linda ambruk.

”huwehe?! (ada apa?!)” seru tu cowok yang bernama Lee Joon Ki. ”ssie...yobo... assie...(nona hei nona)” panggil tu cowok berusaha nyadarin Linda.

Beberapa saat setelah dokter yang di panggil datang...

”ottoke? (bagaimana?)” tanya Junki khawatir.

”naengjonghan...,kuyojanun gwaenchan sseumnida..., kuyojanun muryo kyou yolbyong ttaemun pal chonggi...(tenang lah...,dia tidak apa-apa...,dia Cuma demam karena kakinya yang bengkak...)”jelas si dokter sambil nulis sebuah resep.

”pa...,pal chonggi?(kakinya bengkak?)”

”ye..., kanunghan kyolgwa pulgirhan...(ya..., mungkin akibat kecelakaan...)”tambah si dokter ”na konui ne anae wihayo hyuge kkaji kuyojanun pal chonggi sugurojida...,kyom chaejuinnun karo..., i soshik (saya sarankan agar istri anda istirahat untuk sementara sampai bengkaknya hilang...,dan dapat berjalan lagi..., ini resepnya...)” dokter itu lalu nyerahin selembar kertas.

”m...,kamsahamnida (m...,terimakasih)” ucap Junki sambil nunduk hormat lalu nganterin dokter yang cukup umur itu ke pintu depan.

”sillyehamnida (permisi)” kata si dokter lalu pergi. Beberapa jam kemudian saat Linda sadar...

”na mian hamnida...(maafkan aku)”ucap Junki berulang kali.

”hu...huwehe...(mengapa?)” tanya Linda yang kaget.

”na ttaemune...pal chonggi...(karena aku penyebab kakimu bengkak...)” kata Junki yang salah sangka.

”a...,anio...(ti...tidak)”Linda berusaha ngebantah.

”na ch’aegimiinnun...(aku akan bertanggung jawab...)”janji Junki.tanpa bisa berkata lagi,Linda terdiam.

Seperti yang di janjikan. Linda pun akhirnya selalu di perhatikan Junki yang ngerasa bersalah akibat bengkaknya kaki Linda, di sela kesibukannya Junki sebisa mungkin selalu ngecek kesehatan Linda. Sementara yang di rawat ngerasa seneng, selalu di perhatiin walaupun hanya sebatas rasa bersalah, tapi menurut Linda perhatian yang di berikan Junki itu sudah cukup ngobatin rasa sakitnya. Sedikit Linda berkata jujur pada Junki dari mana dia berasal dan mengapa dia kabur dari sang sahabat yang selalu mencarinya tanpa dia ketahui (kecuali tentang kecelakaan yang di alami Linda lah...).



tbc....
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© Yuna World 유나, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena