Welcome to my world,Im 유나ArataJJ admin @KBPKfamily ,author &a someone who likes to fantasize.. Thank for visit ^^

Tampilkan postingan dengan label The princess (FF). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The princess (FF). Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

The princess ~ff~ Bag. 2

The princess ~ff~
Bag. 2

“bisa tidak kau lebih cepat sedikit?” ucap laki-laki itu sambil bersandar ke mobil tua.
Min Ha segera mengenakan septunya dan bergegas keluar dengan tas tua milik laki-laki itu,”iya kak…, maafkan aku…” ucap Min Ha sambil menunduk.

Keduanya kemudian mengenakan mobil dan berjalan kea rah pantai.
“kenapa kakak membawaku ke sini?” Tanya Min Ha dengan wajah cerah setelah 1 minggu perban di kepalanya di lepas dan hanya mengenakan perekat luka.
“kau tak suka?” Tanya laki-laki yang bernama Jae Jong itu.
“m…” Min Ha menggeleng,” aku suka …, selama ini aku kira kakak membenciku karena aku tak mengingat asal-usulku…”
“bodoh…”maki Jae Jong dan terus fokus menyetir.
Min Ha hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya keluar.
Selama perjalanan itu keduanya terus terdiam tanpa berkata apa-apa hingga tiba di tempat tujuan.
“wah… pantai yang indah….”Min Haa langsung berlari mendekati laut sementara Jae Jong mengambil tasnya kemudian terdiam sesaat sambil menatap Min Haa yang berlari kecil seolah berlomba dengan ombak.
“kakak…”Min Haa melambai senang pada Jae Jong yang hanya di balas senyum tipis darinya.
“hei….,, ayo cepat kita harus mencari penginapan…”ucap jae Jong dengan cueknya lalu mulai berjalan kea rah penginapan yang ada di dekat pantai.
Min Ha mendesah kecil lalu berlari menyusul Jae Jong.
“kak tunggu aku…”ucap Min Ha berlari menyusul Jae Jong.
“kau lambat sekali…”
“huh….,a…au…”pekik Min Ha sambil menahan sakit di kepalanya.
Jae Jong berbalik dan menghampiri Min Ha yang terduduk sambil memegang kepalanya.
“kau taka pa?”Tanya Jae Jong.
Min Ha berusaha menahan sakitnya lalu menggeleng,”m…, taka pa kak…”Min Ha mencoba berdiri dengan bantuan Jae Jong. Keduanya kemudian berjalan kea rah sebuah losmen tua.
“Kenapa hanya memesan satu kamar kak?”Tanya Min Ha setelah keduanya di kamar sewaan.
“kau kira aku memiliki banyak uang….”ucap Jae Jong dengan datar lalu meletakkan tasnya di atas meja kecil di ruangan itu.
“oh…”Min Ha berjalan kea rah jendela yang menghadap ke laut lepas.
Pluk, jaejong melempar selembar handuk pada min Ha,”mandilah…., aku tak ingin kau sakit, aku akan keluar sebentar…”ucap Jae Jong dengan nada dingin lalu keluar dari kamar itu.
Min Ha hanya tersenyum dan mengangguk.

Malamnya Jae Jong mengajak Min Ha makan di kedai luar.
“kau tak keberatan jika kita makan di sini kan?”Tanya Jae Jong dengan cueknya.
Min Ha menggeleng kuat,”aku tak keberatan karena aku sudah sangat lapar k…”ucap Min Ha sambil menatap makanan di kedai dengan penuh selera.
Keduanya memesan menu sederhana yang sudah di sediakan dan Min Ha memakannya dengan lahap.
“kak…, gomawo…”ucap Min Ha dengan mulut penuh.
Jae Jong tersenyum miring lalu menyentuh ujung bibir Min Ha dengan tangannya membersihkan nasi yang menempel dan membuat Min Ha terdiam,”kau seperti orang yang tak pernah makan berbulan-bulan, atau aku kurang memberimu makan?”ucap Jae Jong dengan cueknya dan memakan bagiannya.
Min Ha dengan menahan merah di wajahnya memakan makanannya dengan sedikit lebih perlahan.

Hingga malam menjelang Jae Jong duduk di dekat beranda sementara Min Ha berpura-pura tidur sambil membalik badannya membelakangi Jae Jong.
“kau belum tidur?”Tanya Jae Jong sambil menatap kea rah tempat tidur Min Ha yang memang hanya satu-satunya tempat tidur di situ.
“m…”ucap Min ha pendek.
“ada apa? Apa kepalamu sakit lagi??”Tanya Jae Jong lalu mengalihkan pandangannya keluar.
“tidak kak…, kau benar akan tidur di bawah?”Tanya Min ha menutupi wajahnya di balik selimut.
“kau mau kau yang tidur di bawah?” Tanya Jae Jong dengan cueknya. Dan membuat Min Ha menggelengkuat.
“hanya saja di bawah dingin kak…”ucapnya, Min Ha beranjak dan duduk sambil melepas selimutnya,”kakak pakai ini saja…, aku tidak akan kedinginan…”Min Ha meletakkan selimut tebal yang di kenakannya di kursi kecil di ruangan itu lalu kembali tidur membelakangi Ja Jong yang tersenyum sinis.
Tak lama Min Ha tertidur lelap. Ja Jong beranjak dari tempatnya dan mengambil selimut yang di letakan Min Ha tadi lalu menyelimuti Min Ha dengan perlahan.
Tak lama Jae Jong mengambil jaketnya dan beranjak membuka pintu sebelum akhirnya dia benar-benar keluar dari ruangan itu.

Sementara itu…
“Aku tak mengerti apa kalian tak berfikir untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum membwa Min Ha pergi…, kami ini orang tuanya…!!!sudah 1 bulan dia pergi dan kami sangat khawatir apa kalian tak mengerti hah…!!!”ucap Lee Shin dengan marahnya kepada para pengawal yang datang untuk menjemput Shin dan keluarganya.
“bagaimana dengan Min Ha??” isak Chae Kyoung sambil menggendong bayi kecilnya.
“maafkan kami pangeran, ibu suri meminta kami untuk membawa anda ke seoul…”ucap salah seorang sambil menunduk.
“kembali…, h…Chae aku mengerti kau tak setuju tapi kita harus kembali untuk mengetahui keadaan Min Ha…”putus Lee Shin,”dan aku tak ingin pergi tanpa kau…”ucap Shin sambil menatapa istrinya.
Chae Kyoung terdiam penuh pertimbangan lalu akhirnya mengangguk,”baiklah aku akanikut…”.
Chae Kyoung dan Shin segera menyiapkan barang yang akan mereka bawa dengan penuh ketergesahan dan kekhawatiran yang sangat.

Min Ha terbangun dan menyeka matanya menatap selimut yang menutupi tubuhnya lalu mencari keberadaan Jae Jong yang tak ada di kamar itu.
“kak…”ucap Min Ha dengan suara lantang.
Tak ada jawaban apapun dan membuat Min Ha khawatir, Min Ha segera beranjak lalu mencuci wajahnya, dan segera menyambar jaketnya kemudian pergi.

Min Ha berusaha mencari keberadaan Jae Jong namun matanya terpaku pada indahnya matahari terbit. Min Ha terdiam lama, gambaran buran sekilas memenuhi fikirannya hingga Jae Jong datang sambil menempelkan roti hangat ke pipinya.
“kakak…”ucap Min ha terkejut.
“kau mengira aku meninggalkanmu? Makanlah…dan ini…”Jae Jong menyerahkan segelas susu hangat dan sepotong roti pada Min Ha.
“gomawo kak…”ucap Min Ha lalu memakan rotinya dan menatap matahari terbit bersama Jae Jong,”kak aku sudah memutuskan aku akan mencari pekerjaan kak…”ucap Min Ha dengan yakin.
“…” Jae Jong menatap Min Ha lekat.
“aku akan membalas jasa kakak…, hingga ingatanku pulih aku akan membalas jasa kakak…”yakin Min Ha dengan penuh semangat.
“terserah jika itu maumu…, aku tak akan bertanggung jawab apapun jika sesuatu terjadi padamu…” ucap Jae Jong tak perduli dan kembali menatap kea rah laut lepas.

3 hari kemudian di Seoul…
“aku pergi dulu kak…”ucap Min Ha setelah bersiap akan mencari pekerjaan pagi itu.
Jae Jong yang baru bangun hanya menatap kearah pintu.

Dengan penuh semangat Min Ha mendatangi setiap toko yang mencari pekerja yang sudah dia tandai di secarik kertas Koran lusuh.
“gomawo…”ucap Min Ha setelah masuk di sebuah restoran yang baru saja lowongannya terisi.
“h…” Min Ha mendesah kecil lalu memukul pelan wajahnya,”semangat Min Ha…, demi kakak…”ucap Min Ha lalu berjalan ke toko yang lain hingga malam menjelang Min Ha tak kunjung mendapat pekerjaan, semua lowongan telah terisi penuh dan Min Ha mendesah kecewa sambil duduk di bangku taman.
“apa yang harus ku lakukan…”desah Min Ha tertunduk lemas.
Selembar kertas terbang dan jatuh di dekat kakinya, Min Ha mengambil lalu membacanya dan tersenyum senang.


>
“aku pulang kak…”ucap Min Ha sambil membuka pintu dan emndapati Jae Jong sedang memasak mie ramen, seketika Min Ha memegang kepalanya, bayangan lama itu kembali kabur namun Min Ha merasa seuatu yang berbeda.
“ada apa?” ucap Jae Jong curiga.
“ti…tidak….” Ucap Min Ha lalu melepas sepatunya. Dan duduk di meja makan kecil tempat yang memiliki multifungsi.
“selamat makan…”ucap Min Ha, lalu mengambil Mie dari panic dengan sumpitnya.
“jadi dimana kau bekerja?” Tanya Jae Jong dan membuat Min Ha tersedak.
“eh…i…itu…kakak tak perlu khawatir… aku bekerja sebagai pelayan restoran…”ucap Min Ha menahan rasa gugupnya.
Jae Jong Menatap Min Ha namun tak ingin memperpanjang pembicaraan saat itu.

Selama seminggu penuh Min Ha selalu pulang larut malam, jika di Tanya Min Ha berkilah berkunjung ke rumah teman barunya dan itu membuat Jae Jong sedikit curiga. Sementara kerajaan terus mencari keberadaan Min Ha dan berusaha menyebar pamflet foto Min Ha.

“Jae Jong, ku dengar kau tinggal denganm seorang wanita?”ucap Rae Ah, teman music Jae Jong di studio kecil mereka.
“ya…”ucap Jae Jong singkat.
“wah…,, mengapa kau tak bilang dengan kami?” ucap Jang Hyun,”aku ingin lihat bagaimana wanita simpananmu ku rasa Rae Ah cemburu…”
“apa maksudmu Jang Hyun…”ucap Rae Ah menahan rasa malunya.
“untuk apa dia marah….kami tak memiliki hubungan khusus…, ayo latihan…”ucap Jae Jong datar kemudian mengambil gitarnya.
“ku rasa kau kurang beruntung Rae Ah…”ucap Min Ji sambil tersenyum jahil.
Sambil menahan marah Rae Ah keluar dari tempat itu.
“ada apa dengannya?” Tanya Jae Jong.
“masalah wanita…”ucap Jang Hyun lalu mencoba keyboardnya dan Min Ji kembali ke drumnya.

Min Ah terus bekerja dengan giat di club malam, mulai dari jadi pelayan hingga mencuci peralatan di dapur dan berakhir dengan membersihkan seluruh klub. Min Ha tak pernah mengeluh dengan kondisinya. Jae Jong sering memperhatikan Min Ah yang sering tertidur di meja makan lalu mengangkatnya ketempat tidur, selalu yang terjadi selama 2 minggu dan cukup membuat Jae Jong penasaran.
“apa sih yang kau kerjakan?”Tanya Jae Jong saat dia akan pergi bermusik.
“a…aku?”ucap Min Ha gugup.
“ya…, kau… sepertinya jika hanya bekerja di restoran kau tak akan secapek ini…”ucap Jae Jong penuh curiga.
“ti…tidak…aku taka pa kak…, pergilah…nanti malam kakak tak usah menungguku lagi….” Min Ha berkilah.
“hm…”Jae Jong hanya menatap diam pada Min Ha lalu mengambil gitarnya,”baiklah jangan lupa kau kunci pintu…, aku pergi…”ucap Jae Jong kemudian beranjak pergi.
Min Ha mendesah pendek, kemudian dia menata meja makan yang masih dalam keadaan berantakan. Tak lama suara ketukan terdengar Min Ha dengan semangat langsung membukakan pintu mengira itu Jae Jong.
“kau siapa?” Tanya Min Ha pada seorang wanita dengan wajah penuh kebencian.
“h…, kau tak perlu berlagak bodoh…,, kau berpura-pura kehilangan ingatanmu kan…, dan kau ingin merebut Jae dariku…”ucap Wanita itu dengan nada keras.
Min Ha yang terkejut hanya dapat terdiam,”apa maksudmu?”.
“tak perlu berlagak bodoh…, aku pasti akan merebut Jae darimu, Jae Jong adalah milikku…” ucap Rae Ah dengan penuh kebencian pada Min Ah,”dan kau,kurasa kau sudah menjual tubuhmu pada Jae Jong kan? Dasar wanita BAR…”.
Seketika Min Ha terdiam kaku, Rae Ah tersenyum sinis pada Min Ha yang tak dapat menjawab kata-katanya.

To Be Con…
Read More

Kamis, 20 Januari 2011

The princess ~ff~ Bag. 1


The princess ~ff~ 
Bag. 1

Chuncheon, slah satu kota d korea selatan dg kepadatan penduduk 225 jiwa. Tak ada yg menyangka kelahiran seorang anak d desa itu merupakan kelahiran yg istimewa. Di awali di bulan mei, di sebuah rumah kecil.

"Lee Shin, jgn membuatku tertawa, kau tak akan bisa melakukanya biar aku saja yg memasak" kata chae kyoung menatap sinis Shin yg ingin memasak. Shin merebut kembali panci dr tangan Chae Kyoung sambil berkata, "tidak biar aku yg memasak untuk Min Ha . . . , kau cukup istirahat saja". "Kau kira kau bisa memasak? Membuat mi saja kau tdk bisa" cibir Chae. "kau meragukan ku? Ash . . . Akan ku buktikan" kata Shin sambil mendorong Chae dr dapur. "Aku hanya geli padamu Shin, kau masih saja sok hebat, bahkan d dpn anak mu sendiri", kata Chae sambil menghentikan langkahnya. "ayah . . . Ibu . . . Ada apa? Uhuk . . . Uhuk . . ." Chae mendekat ke arah anaknya,"tak apa Min Haa, ibu hanya tak suka bila tak memasak, tidurlah saat bangun kamu bisa memakan masakan ayahmu" dgn penuh kasih sayang Chae menyelimuti anakny. "bu . . . , apa benar jika ayah dulu seorang pangeran?"tanya Min Haa dgn polosnya. "bukan sayang ayah mu bukan pangeran tapi seorang raja d rumah ini dan kau putrinya" kata Chae dgn gemas sambil menarik hidung anaknya. "bu . . . " Rengek Min Haa. "tidurlah nak . . ." Chae menceritakan sebuah dongeng aneh pada anaknya. Tak lama Min Haa tertidur. Shin duduk d sebelah Chae sambil menggenggam tangan Chae dan Min Haa,"terimakasih Chae Kyoung . . . , walaupun suatu saat Min Haa harus tau yang sebenarnya . . ." Shin mencium kening Chae lalu merangkulnya sambil menatap jauh ke luar jendela.
......................................................................................

"Min Ha . . . , jangan membuat ibu kesal . . . , ibu tak akan pernah setuju jika kau bekerja part time . . . " omel Chae dengan galak sambil menyuapkan bubur ke bayi kecilnya. "hanya jika kita memiliki uang ibu! Aku tau bu, ayah mengalami gagal panen . . . , di tambah lagi Min Lee, akan masuk k sekolah lanjutan" Min Ha beralasan dan tetap mempertahankan pendapatnya. Chae dengan kesal sedikit menyentak meletakkan mangkok bubur dan menatap Min Ha dalam,"jadi kau fikir kita akan bangkrut Min Ha? Jadi kau ingin menggantikan ayahmu? Jika itu fikirmu baiklah ibu minta 5jt perbulan, tidak Min Ha jangan menyela ibu" Chae menahan kata2 yg akan d lontarkan Min Ha,"jangan berfikir kami tak mampu membiayaimu Min Ha, bahkan sekalipun kita benar2 tak memiliki uang, kau tetap harus bersekolah . . ., ibu akan melakukan apapun untuk kalian. . ." Min Ha tau, dia takkan bisa menyela kata2 ibunya lagi. Akan percuma menentangnya, tapi Min Ha punya seribu akal,"h . . . , baiklah bu . . . Aku berangkat . . ." Chae menatap kepergian Min Ha sambil mendesah pendek.

==========***==========

Chuncheon School . . . Sekolah tingkat lanjutan atas biasa dan hanya berstandar beberapa kelas, namun saat itu ada yang berbeda dari biasanya. Min Ha menatap bingung pada kerumunan panjang dan bertanya pada temannya yg ikut berkumpul,"ada apa?" "Min Ha . . . Dari mana saja kau? Pangeran . . . Dia datang . . ."seru Ga Han teman baik Min Ha sambil menunjuk ke arah depan kerumunan. Min Ha menajamkan tatapannya menatap seorang laki2 yg di keli2ngi laki2 kekar berseragam hitam yg terlihat menyeramkan,"untuk apa pangeran datang ke sekolah kita?" "entahlah, ku dengar untuk menjemput salah seorang keluarga keraja'an" jawab Ga Han sambil terus menatap kedepan. "huh . . . Mengesalkan . . . , kau tau hanya gara2 sekolah aku bertengkar dengan ibuku . . ., tapi sekarang . . . , sebaiknya aku pergi saja . . ." omel Min Ha. Ga Han menarik kuat lengan Min Ha ketika pusat kerumunan it berjalan kearah mereka,"Ga Han, lepaskan aku jangan membuatku jengkel . . . Dan . . ."Min Ha berhenti berucap ketika sang pangeran telah berada di hadapannya. "kau Min Ha?"tanya sang pangeran sambil menatap Min Ha dri atas hingga bawah. Min Ha mengangguk kaku, karena terlalu gugup. "bagus . . . Roger . . . Kita telah menemukannya, katakan pada Kim kita akan membawanya . . ."ucap sang pangeran dengan ekspresi yang berbeda hingga Min Ha terkejut d buatnya. "da . . . Darimana kau . . ." "jangan banyak bicara, ne . . . , maksudku ratu ingin bertemu dg mu . . . " sang pangeran menarik Min Ha yg memberontak. "hei lepaskan aku . . ." sang pangeran tak perduli dgn ronta'an Min Ha dan terus menariknya k mobil. Min Ha yang kesal dengan sengaja menendang kaki pangeran hingga ia meraung kesakitan. Kerumunan yg berkumpul terpekik kaget menatapnya. "akh . . . , kau . . ." "rasakan kau. . . , itu akibat kau memaksaku . . ." kata2 Min Ha belum terselesaikan ketika tangan kekar memitingnya k belakang."au . . . Au . . ." Min Ha meringis kesakitan oleh cengkraman kuat para body guard. "hey . . . , lepaskan dia . . . Jika ratu tau apa yg kalian perbuat, ratu akan marah besar..."ucp sang pangeran yang kini telah bangkit,"dan kau . . . Jangan coba2 memperlambtku . . ., maaf jika aku tak sopan . . . "pangeran itu menarik Min Ha, dan dengan gerakan cepat memanggul Min Ha di pundak kananya dan mencoba meronta. Tak ada respon berarti dri org2 yg mengelilingi mereka kecuali ternganga kaget. "hei . . . Turunkan aku . . ., cepat . . ." "tidak jika kau ingin menendangku lagi . . ." tolak pangeran mengarah ke sebuah mobil mewah yg terparkir rapi. "hei . . . Kau ingin menculikku? Turunkan aku, aku ingin pulang . . ." tanpa memperdulikannya pangeran membw Min Ha masuk k dlm mobil. Dan tak lama mobil mewah itu meninggalkan halaman sekolah diiringi lebih dari 5 mobil body guard. 

"hei . . . , apa mau kalian. . . , lepaskan aku . . ."ronta Min Ha sekuat tenaga saat 2 bodyguard memegangnya erat, sesampainy d sebuah terminal. Namun percuma, rontaan Min Ha tak d perdulikan k 2 bodyguard yang membawa Min Ha ke sebuah mobil mewah yg telah menunggu mereka d dermaga. "apa sih yang kalian inginkan?" ucap Min Ha dengan putus asa. "jangan bnyk bicara, kau tak akan mengerti, yang jelas kami tak akan menculikmu!" kata sang pangeran tiba2,"cepat bw dia masuk, akan terlalu riskan membw cewek barbar seperti dia. . ." "apa kau bilang?tidak sopan! Kau seorang pangeran berkelakuan buruk . . ."teriak Min Ha dg marah sambil maju ke arah sang pangeran,"kau menyebalkan . . ." "cepat bw dia masuk . . ."pangeran berpura-pura tak perduli dan masuk ke mobil dalam k2. Kesempatan itu d ambil oleh Min Ha yg langsung melesat kabur saat seorang body guard membuka pintu mobil untuknya. "HEI . . ."pekik sang pangeran yg menboba mengejar, namun percuma melawan Min Ha yg ahli dalam berlari(minha atlit lari^^v). Tak ada yg berhasil mengejar Min Ha yg berhasil bersembunyi. Namun baru d sadarinya sesuatu yg lebih gawat. Min Ha menatap sekelilingnya yang terasa asing dan bergidig ngeri akan tempat yg belum d kenalnya . . .

=======***=======

"sial . . . "maki Min Ha pada dirinya sendiri. Min Ha terduduk lemas di pinggir jalan. Min Ha menatap ke sekelilingnya yang terlihat sunyi. Min Ha mengambil tasnya dan beranjak dari tempatnya dia mulai berjalan tertunduk ketika di rasakanya ada yg mengikutinya. Min Ha hanya menatap bayangan yg mengikutinya. Langkah lebar Min Ha menggema d jalan yang sunyi itu. "apa yg harus ku lakukan?"tanya Min Ha dalam hatinya. Min Ha langsung ambil langkah seribu dan berlari tanpa arah. Tempat itu begitu asing bagi Min Ha, dan langkah itu terus mengikutinya, ketika seseorang menepuk pundak Min Ha yg langsungsung berteriak histeris,"waaa . . . Tidak . . ." Min Ha langsung terduduk sambil memeluk tas ranselnya. "hei . . ."tegur orang itu. Min Ha menatap takut ke belakang. Seorang laki2 muda jg sdg menatapnya sambil mengerutkan alis, saking kesalny.

Laki2 it menatap Min Ha dengan sedikit kesal. Keduany diam hingga Min Ha sadar. "maafkan aku. . ."ucap Min Ha merasa bersalah. Laki2 itu mendesah kesal,"sedang apa kau d tempat seperti ini?" tanyanya dg kaku. "a . . . Aku tersesat . . ." aku Min Ha jujur. "sudah ku duga . . . , sebaikny kau cpt pergi dr sini sblm kau menjadi bulanan penjahat d sini . . . "saran laki2 it dan dgn cuekny dia pergi. Min Ha segera mengikuti laki2 it hingga tiba d jalan yg cukup ramai. "jangan ikuti aku lg . . . " kata laki2 itu dg dinginnya. "tap . . . , tapi . . ."Min Ha berusaha membantah namun ta2pn dingin laki2 itu membuatny diam. "kau hanya akan membuatku susah, tak jauh dri sini ada halte, kau bisa pulang . . ." laki2 itu kemudian pergi meninggalkan Min Ha dalam kebingungan. "apa yg hrs kulakukan?" tanya Min Ha pd drinya sendiri. Langkahny lunglai. Tanpa menatap jalan Min Ha menyebrang jalan. Tiba2 sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan . . . BRAK . . .

===***===

hening dan senyap. min ha tertidur dengan kepala di perban serta tangan yang nyaris patah di ruang unit gawat darurat. seorang laki-laki menunggu di luar sambil bersandar khawatir.

"anda siapa pasien?" tanya salah seorang suster.

"bukan saya hanya tetanngganya..."jawab laki-laki itu berbohong.

"anda bisa menghubungi pihak keluarganya???"

"maaf saya baru kembali dari luar kota dan saya tak tau nomor mereka..."jawabnya asal.

"baiklah..., kalau begitu anda saja yang menandatangani biayanya..."kata sang suster lalu menyerahkan sebuah berkas. dengan rasa penuh tanggung jawab laki-laki itu menandatanganinya.

++++++++++++++++++++

Min Ha membuka matanya sedikit demi sedikit, tatapannya kosong menatap ke langit2 kamar yang tampak asing baginya.

Min Ha berusaha bangkit, namun kepalanya terasa berdenyut hebat.

"dimana aku?" tanya Min Ha bingung. Min Ha terpekik kaget ketika laki-laki itu datang sambil membawa nampan makanan,"kamu siapa?"

"makanlah..."kata laki2 itu dengan dingin.

"tap...tapi...tapi...siapa kamu dan aku...aku...si...siapa aku ?" tanya Min Ha bingung.

"kau, tak ingat siapa dirimu?" tanya laki2 itu.

"siapa..., siapa aku?" tanya Min Ha bingung, dia meremas kepalanya dengan rasa frustasi.

laki-laki itu melepaskan tangan Min Ha,"apa yang kau ingat?" tanyanya.

Min Ha menggeleng kuat kemudian menangis.

"..." laki2 itu mengangkat tangannya ragu saat akan mengusap kepala Min Ha namun di urungkan niatnya itu.

laki2 itu meninggalkan Min Ha sendiri menangis di kamar.

***

Min Ha terus berdiam diri di kamarnya tanpa mengatakan dan berbicara apapun. laki2 itu juga bersikap dingin pada Min Ha sehingga membuat Min Ha kembali sakit. dengan tubuh menggigil Min Ha di larikan ke klinik.

"tuan...istri anda mengalami setres yang berlebih.., jika ini berlanjut saya takut dia akan menjadi gila..."ucap seorang perawat.

"istri?"tanya laki-laki itu agak terkejut,"m...maaf apa yang harus saya lakukan?".

"anda bisa membawa istri anda berjalan-jalan ataupun merilekskan fikirannya..." saran sang perawat sambil menyerahkan resep,"oh ya..., apakah kalian menikah muda?"

"baiklah terimakasih..., aku akan menebusnya..."laki2 itu segera mengangkat Min Ha ke punggungnya dan segera pergi dari tempat iru sebelum perawat itu menambah pertanyaannya.


***

To Be Con...
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© Yuna World 유나, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena