Welcome to my world,Im 유나ArataJJ admin @KBPKfamily ,author &a someone who likes to fantasize.. Thank for visit ^^

Kamis, 13 Januari 2011

BAKER KING, KIM TAK GOO

baker-king-kim-tak-goo-poster-3
Title: Baker King, Kim Tak Goo / Bread, Love and Dreams/ Jeppangwang Kim Tak Goo
Genre: Romance
Episodes: 30
Director: Han Joon Seo (Powerful Opponents, Capital Scandal)
Sceenwriter: Kang Eun Kyung (Hotelier, Powerful Opponents ,Dalja Spring)
Broadcast network: KBS2 , Wednesday & Thursday 21:55
Broadcast period: 2010-Jun-09 (replace Cinderella’s Sister)


Synopsis
Story begins 12 years prior to when maid Kim Mee-soon gave a birth to a child named, “Tak Goo.” As Kim became pregnant with SAMHWA food cooperation chairman, Goo In Jong’s child, Mr. Goo’s wife, Seoh In Sook forced Kim out of her house.
It is after 12 years that Tak Goo appears again at Mr.Goo’s birthday party to formally announce himself as the legitimate son of Mr. Goo. However, due to Seo
h’s contempt towards him, he is driven out of the house once more.
It is at this worst moment in life that Tak Goo meets his everlasting mentor, “Pal bong” and his true love, “Yang Mi Seon.”
From then on he finally determines to embrace his new life by becoming the world’s best baker. However, his journey to his goal appears to be tough due to unexpected encounters with his first love and his step brother Gu Ma Jun. So how would his journey end?
Credit KBS

Cast Character
baker-king-1Kim Tak Goo (Yoon Shi Yoon)  (23 years old ~ early thirties ]


Although he is the eldest son of Food baking industry legend SAMHWA Enterprise’s President “Goo In Jong”.
He is much hated by his father’s legitimate family as he is the son of Goo In Jong’s mistress despites his talent in baking.
He was eventually dethroned from his rights to succeed his father due to a conspiracy and had to start building up his career again right from the bottom, facing many difficulties and trials.

baker-king-4Shin Yu Kyung (Eugene)

Having grown up poor and living with an alcoholic father, Yu Kyung has always wanted a better life.
She is known as an unreachable goddess to everyone around as she is both ruthless and elegant at the same time.
Although Yu Kyung is in love with Tak Goo due to her ambitions, she got trapped into a loveless marriage after she threw away love in place of getting power.

baker-king-2Goo Ma Jun  (Joo Won)  / Goo In Jong’s second son
He was supposed to be his father’s successor if his half-brother, Tak Goo didn’t appeared.
He is feeling jealous of his brother’s talents and his position.
Ma Jun often have the feeling of wanting to crush his brother which eventually leads him to an unfortunate end.

cast-4Goo In Jong (Jeon Gwang Ryul) : SAMHWA Enterprise’s President
A legend in the baking industries.
He chooses his eldest son, Tak Goo as his successor despite the fact that he is his illegitimate son due to his inborn baking talents.
However, his decision causes a rift and hatred between Tak Goo and his other three half-siblings as his wife plots to take back everything that was given to Tak Goo.

baker-king-3Kim Tak Goo’s girlfriend, Yang Mi Seon (Lee Young Ah)

Yang Mi Seon is a Patissier who works along with Tak Goo after his inheritance was taken away from him as both of them are learning their baking skills from her grandfather.
Although she thinks that Tak Goo as her rival at first, she falls in love with Tak Goo due to his nice personality.
Being the complete opposite of Yu Kyung, Mi Seon values her friendship, love and family above anything else and is willing to sacrifice herself for the sake of others. Although her kind virtues eventually captured the heart of Kim Tak Goo, she is also subjected to the bullying of Shin Yu Kyung.
Credit : Soompi

Main Cast
Yoon Shi Yoon as Kim Tak Goo
Lee Young Ah as Yang Mi Seon
Eugene as Shin Yu Kyung

Goo family
Jeon Gwang Ryul as Goo In Jong
Jun In Hwa as Seo In Sook
Joo Won as Goo Ma Joon
Shin Dong Woo as Ma Joon (child)
Choi Yoon Young as
Goo Ja Rim
Choi Ja Hyeas Goo Ja Kyung
Lee Han Wie as Heo Gap Soo

Other people
Jung Sung Mo as Han Seung Jae
Park Sang Myun as Yang In Wook (Mi Sun’s father)
Jun Mi Sun as Kim Mi Sun (Tak Goo’s mother)
Park Sung Woong

Official Website

Trailer

Other Poster
baker-king-kim-tak-goo-poster-2 baker-king-11 baker-king-21 baker-king-31 baker-king-41 baker-king-5
baker-king-12 baker-king-22 baker-king-32 baker-king-42
Rating
Episode 1 2010/6/9–15.7
Episode 2 2010/6/10–16.9

Episode 3 2010/6/16–28.5
Episode 4 2010/6/17–25.3

Episode 5 2010/6/23–28.5
Episode 6 2010/6/24–32.2

Episode 7 2010/6/30–33.4
Episode 8 2010/7/1–35.8

Episode 9 2010/7/7–38.1
Episode 10 2010/7/8–34.5

Episode 11 2010/7/14–35.9
Episode 12 2010/7/15–36.9

Episode 13 2010/7/21–
38.5
Episode 14 2010/7/22–38.4

Episode 15 2010/7/28–39.7
Episode 16 2010/7/29–39.9

Episode 17 2010/8/4–42.5
Episode 18 2010/8/5–44.4

Episode 19 2010/8/11–44.9
Episode 20 2010/8/12–44.6

Episode 21 2010/8/18–44.0
Episode 22 2010/8/19–43.7
Episode 23 2010/8/25–44.1
Episode 24 2010/8/26–44.7
Episode 25 2010/9/1–45.8
Episode 26 2010/9/2–48.4
Episode 27 2010/9/8–47.5
Episode 28 2010/9/9–48.2

Episode 29 2010/9/15–46.5
Episode 30 2010/9/16–50.8

SPECIAL 2010/9/23–17.9

Via : allkoreandrama.com
by_Yuna World
Read More

“NEVER SAY GOOD BYE” PART 2~A Dream~

PART 2
~A Dream~

Linda mulai membuka matanya, perlahan dia bangun sambil memegangi kepalanya yang terasa dingin. Linda menatap ke sekeliling ruangan itu,”eh..., aku di mana?” tanya Linda bingung menatap sekeliling yang terasa asing baginya.
Linda turun dari tempat dia tidur, dia berjalan ke arah pintu, dia sedikit mengintip keluar ketika dilihatnya dua orang wanita akan masuk ke kamarnya. Linda cepat-cepat kembali ke posisi semula dan berpura-pura tidur.
”dia belum bangun juga...”kata seorang wanita.
”yang penting demamnya sudah turun...”salah seorang memegang kening Linda,”kira-kira apa yang telah tuan Lee lakukan ya hingga dia membawa wanita lusuh ini ke sini?”
Temanya menggeleng sama tak mengertinya,”mungkin dia menabrak anak ini dengan motornya..., eh...kau tau...ku dengar tuan Lee akan di jodohkan...”.
”kau mengada-ada Sang Mi..., mana mau tuan Lee di jodohkan..., paling-paling dia akan menolaknya...” wanita itu tak percaya akan perkataan temannya.
”ckck..., kau tau tidak...yang akan di jodohkan itu kabarnya dari keluarga yang sangat kaya dan pemilik investasi terbesar di keluarga tuan Lee..., dan ku dengar juga...jika tuan Lee menolak perjodohan itu..., maka hak warisnya akan di cabut...”wanita bernama Sang Mi itu menjelaskan sambil mengganti kain kompres di kepala Linda.
”masa? Wah..., kalau begitu tuan Lee tak akan bisa menolak? Hwa....lalu bagaimana hubungannya dengan nona itu?” pembicaraan dua wanita itu terhenti karena yang di bicarakan tiba-tiba masuk.
”bagaimana keadaannya?”
”tuan Lee..., pa...panasnya sudah turun tapi kelihatannya dia belum bangun tuan...” kata Sang Mi dengan gugup.
”jika ia bangun cepat beri tahu aku...” kata Lee dengan dingin, saat akan berbalik pergi dari kamar itu tiba-tiba Linda bersin dengan kencang.
”e...eh...,a...aku...ada di...di mana?”tanya Linda gugup. Wajahnya merah padam menahan malu.
”kau sudah sadar..., kau ada di rumah tuan kami...”
”sepertinya kau sudah sehat hingga dapat menipu pelayan-pelayan itu..., sebaiknya kau cepat pergi dari sini...”kata Lee dengan dinginnya.
”kau..., kau berhutang maaf padaku...” kata Linda dengan berani.
Lee tersenyum sinis,”kau telah mencederai kepalaku..., kau yang berutang padaku...”.
”ta...tapi...itu karena...”
”bisa saja aku meminta ganti rugi padamu...,tapi sepertinya kau tak punya apa-apa...” cibir Lee sambil memandang pakaian yang di kenakan Linda.
Linda merasa kalah langsung terdiam menahan marah,” ya...aku tak punya apa-apa..., aku miskin dan aku tak bisa mengganti rugi padamu...,tapi aku punya perasaan...maaf aku telah mengganggumu...” Linda mengambil biolanya yang ada di meja,dia sempat menatap Lee Jun dengan tatapan marah kemudian mendahului keluar.
Linda memakai sepatunya dengan perasaan marah, dia mengambil sepedanya yang terparkir di dekat pos penjaga. Linda mengayuh kencang sambil menangis sedih, dia menangisi hidupnya yang selalu saja di anggap rendah hingga Linda kurang memperhatikan jalan dan hampir di tabrak sebuah mobil dan membuatnya terjatuh ke samping.
”sial...”rutuk Linda dalam hati sambil mencoba berdiri.
”kau tak apa?”tanya orang itu sambil membantu Linda bangun dan mendudukkannya di pinggir jalan,”maaf...supirku kurang hati-hati...” katanya lagi.
Linda yang hendak marah menatap kagum pada orang itu,”a...aku tak apa...” kata Linda gugup ketika di sadarinya orang itu ganteng dan manis.
”oh syukurlah..., biar aku mengobati lukamu...” seorang laki-laki datang membawa kotak P3K dan mulai mengobati luka di lutut Linda.
”terimakasih...”kata Linda setelah dia memberikan perekat luka.
”ya..., sekali lagi maafkan aku..., oh ya...siapa namamu?”tanyanya lagi.
”Linda...”
”aku Jaejong..., kau tau...apakah kau menggunakan kontak lens?”tanyanya sambil menatap mata Linda lebih dekat dan membuat Linda gugup.
”bu...bukan..., i...ini asli...,dari kecil mataku memang sudah berwarna biru..., kata paman, ibuku juga bermata biru seperti ku...” Linda mengatakannya dengan terbata.
”matamu indah..., oh iya kau bisa bermain biola?”tanya Jaejong sambil menatap biola Linda.
Linda hanya mengangguk malu. Jaejong tersenyum pada Linda hingga terdengar ponselnya berbunyi. Linda menatap wajah Jaejong dengan seksama hingga jaejong menegurnya.
”ada apa di wajahku?” tanya Jaejong.
Linda menggeleng malu dan kemudian mengambil biolanya bersiap hendak pulang.
“aku akan mengantar..., di mana rumahmu...” tawarnya membuat Linda benar-benar terpesona, baru kali ini ada laki-laki yang memperlakukannya sebaik ini.
Linda menggeleng saat ingat akan ancaman ibunya,”ti...tidak perlu, aku..., permisi...” Linda langsung lari menarik sepedanya dan pergi. Hatinya di landa rasa bahagia dan senang,”seperti pangeran...”ucap Linda sambil tersenyum. Frans merasa khawatir ketika Linda datang,dan seakan tau kekhawatiran temannya Linda menceritakan apa yang terjadi padanya. Frans merasa lega ketika tahu ada yang membuat temannya bahagia. Setelah makan sup panas pemberian Frans, Linda langsung pulang ke rumahnya ketika melihat sebuah mobil mewah terpakir di depan gerbang. Linda masuk perlahan dan di sambut oleh senyum aneh bibinya.
“ayo Linda masuk...” kata sang bibi super ramah yang membuat Linda sedikit curiga. Ketika memasuki ruang tamu rumah itu. Linda melihat bapak-bapak dari rumah besar itu.
“ba...bapak..., kenapa bapak ada di sini?”tanya Linda kaget.
Bapak itu tersenyum pada Linda kemudian berbicara,”ya..., memang dia yang kami cari…, kami akan lansung membawanya…”
Linda yang bingung menatap bibinya dan bertanya,”bi..., ada apa ini?”
”Linda..., kami akan membawamu ke tempat nenekmu...”jawab bapak itu dan membuat Linda bertambah bingung.
”ti...tidak..., ma...maksudnya?”
”orang tua dari ayahmu..., kau tau kau cucu orang terkaya di Korea...” ucap sang bibi berbisik.
”a...ayah...,tapi...tapi...” Linda yang masih di landa kebingungan dan di tarik sang bibi ke kamarnya, sementara Rindi menatap iri pada Linda.
”bi..., i...ini aku tak mengerti...”
”cepat bereskan barang-barangmu..., dan ikuti orang itu...” sang bibi langsung melemparkan barang-barang ke dekat Linda.
”tapi bi..., jika itu bohong...” kata Linda ketakutan.
”aku tak perduli nak..., Rindi kau tak perlu iri dengannya..., kau tau sepertinya orang tua itu tertarik dengan mata anak ini...” senyum sinis keluar dari bibir sang bibi.
”tapi bu..., lihat mobil orang tua itu mewah..., dia akan dapat hidup enak dari pada kita...” kata Rindi sambil memberengut dan menatap Linda yang sedang mengemasi barangnya dengan sinis.
Sang ibu membelai kepala anaknya,”Rindi..., setelah ini...kita akan berbelanja ke mall..., kau mau tidak?”
Rindi menatap mamanya terkejut seakan mengerti begitu pula Linda yang tak kalah terkejutnya dan mendekat ke arah bibinya dengan mata yang berkaca-kaca.
”bibi menjualku?” tanya Linda dengan tangis tertahan.
”orang tua itu yang mau menukarmu dengan sejumlah uang...,dari pada kau menyusahkanku...,lebih baik kau ku berikan saja...dan aku serta Rindi akan berfoya-foya...” jawab sang bibi dengan sinis,”cepat bereskan barangmu sekarang...”
”aku tak ingin pergi bi...”ucap Linda dengan keras.
Sang bibi memandang marah pada Linda dan menampar Linda dengan sangat keras mengelurkan darah di ujung bibirnya,”kau membuatku muak nak..., kau tau...selama ini aku menganggapmu beban di keluarga ini..., kau hanya menyusahkan kami saja..., bahkan suamiku mati karena mencari dana sekolah untukmu bukan..., kau benar-benar beban di rumah ini....”.
Linda terdiam dan menangis, dia tak menyangka kehadirannya merupakan beban di keluarga ini, benar-benar menyakitkan bagi Linda. Dia bangkit dan mengambil barangnya yang tersisa termasuk biolanya.
Linda menatap foto pamannya di ruang tamu dan kemudian berjalan gontai menuju orang tua itu yang telah menunggu kali ini dengan seorang laki-laki paruh baya yang lain dan membuat Linda sangat takut.
”dia telah siap...” ucap bibi Linda mendorong Linda untuk mendekat pada bapak itu.
”terimakasih nyonya..., saya harap anda tidak memperlakukannya dengan buruk setelah ini...”kata bapak itu sambil memandang darah di ujung bibir Linda,”ini uangnya...” sebuah koper besar tergeletak di meja yang langsung berderit kecil. Sang bibi memandang koper itu dengan mata berbinar sambil memeluk koper itu.
”ayo nona kita harus cepat pergi...” kata orang tua itu. Linda terdiam terpaku menatap takut pada bapak tua itu,”nona tak perlu takut pada saya...” yakinnya.
Sang bibi mendorong Linda hingga dia mengikuti bapak itu berjalan ke arah mobil yang telah terparkir dengan di pandangi banyak mata oleh tetangga sekitar.
”nona jangan takut..., saya tak akan berbuat jahat pada nona...” bapak itu duduk di depan di sebelah sopir setelah memasukkan tas Linda di bagasi. Linda memeluk biolanya dengan perasaan kacau. Benar-benar membuatnya panik.
Linda menatap ke luar jendela mobil ketika Frans muncul dan menatap Linda. Mobil berjalan pelan di gang sempit itu. Linda menatap sekilas rumah tempat selama ini dia tinggal dan besar hingga tanpa sadar dia menitikan air mata.

Linda tak menikmati perjalanannya saat itu hingga mobil berhenti di tempat tujuan...
”ayo nona...” kata bapak itu sambil membukakan pintu mobil, Linda ragu namun bapak itu tersenyum ramah padanya hingga Linda berani melangkah keluar.
Linda terkejut ketika sederet orang menunduk dan menyambut kedatangannya.
”a...apa maksudnya ini...” kata Linda bingung.
”Dhicca...”panggil bapak itu pada seseorang.
Seorang perempuan yang terlihat sopan dengan pakaian pelayan dan membuat Linda terpana menunduk sopan pada Lindadan bapak di sebelahnya,”ya ayah...”
“bawa nona untuk membersihkan diri dan pakaikan pakaian yang bagus..., setelah itu kau dan nona menemui nyonya besar...” kata bapak itu,”nona...,saya belum memperkenalkan diri saya So Yonggil kepala pelayan di sini..., silahkan nona beristirahat dulu...”
Linda yang masih dalam ke adaan bingung hanya mengikuti perempuan muda yang sepertinya sebaya dengannya itu. Linda memasuki sebuah ruangan seperti aula yang sangat besar dengan diikuti beberapa pelayan wanita. Linda memandang kagum ke sekeliling rumah, benar-benar membuatnya tak habis fikir dengan segala kemewahan yang ada di dalamnya. Bahkan Linda menghitung jika 5 tahun dia bekerja saja tak akan cukup untuk membeli pintunya.
“ma...maaf...ini...ini maksudnya apa ya?” tanya Linda pada gadis di depannya.
“maaf..., apakah anda benar-benar tak tau? Maaf maksud saya apa nona tidak di beri tau ayah saya?” tanya gadis itu.
Linda menggeleng kuat,”aku benar-benar tak tau apa-apa...”
Mereka berhenti di depan pintu yang sangat besar. Gadis bernama Dhicca itu membuka pintu dengan perlahan. Linda menatap takjub ke dalam.
”ayo nona ini kamar anda...” kata Dhicca.
”a...apa...i...ini...kamar ku?” Linda menggeleng dan mencoba mundur ketika 2 pelayan memegang tangannya dan membawanya masuk ke dalam, ”hei...mau apa kalian...”
Linda berteriak keras ketika para pelayan berusaha membersihkan tubuhnya yang memang tak terawat.
Linda mencoba kabur ketika bulu kakinya hendak di cukur hingga terjadi aksi kejar mengejar antara Linda dan para pelayan yang di menangkan oleh 10 pelayan yang berhasil menangkapnya.
Berbagai perawatan tubuh di berikan pada Linda yang kini hanya dapat diam dan pasrah saat rambutnya di lumuri sesuatu.
”kau masih berhutang jawaban padaku...”kata Linda pada Dhicca yang sedang membersihkan kukunya. Dhicca sempat terdiam, lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.
”saya tak berhak menjawabnya nona..., anda dapat bertanya langsung pada nyonya besar...” jawab Dhicca dengan tenang.
Linda mendengus kesal. Dia mencoba berfikir ini hanyalah sebuah mimpi hingga membawanya dalam mimpi yang sebenarnya.

Linda terbangun ketika ia dikejutkan oleh bunyi deru motor seoerti sedang dalam arena balap.
”ada apa?” tanya Linda dengan mata yang masih sedikit terpejam hingga dia sedikit merosot dari tempatnya duduk.
”maaf nona..., itu para tamu telah datang...” jawab Dhicca sambil menyisir rambut Linda.
Ketika matanya telah benar-benar terbuka Linda membelalakkan mata melihat sosok lain di cermin, rambut lurus,dan licin dengan sebuah jepit bertengger manis di kepalanya.
”ayo nona, ini pakaian nona...,nyonya besar telah menunggu nona...” Dhicca menyerahkan sebuah gaun satin merah hati yang sangat mahal (menurut Linda). Gaun itu benar-benar pas di tubuh Linda dan membuatnya sedikit kurang enak ketika Dhicca menyuruhnya menggunakan sepatu hak tinggi yang warnanya senada dengan gaunnya.
”nona sangat cantik...”puji Dhicca, merasa puas dengan hasil kerjanya. Linda sempat menatap dirinya sendiri dan merasa bahwa itu bukan dirinya. Namun lamunan itu buyar ketika dia jatuh akibat sepatunya yang lumayan tinggi.
”maafkan saya nona...”
”aku tak apa...” kata Linda di bantu Dhicca dan beberapa pelayan lain berdiri. Linda berjalan dengan sedikit tersendat, high helsnya benar-benar membuat Linda kesemutan tapi rasa ingin taunya mengalahkan rasa di kakinya itu. Linda berjalan tegap ketika tiba di sebuah ruangan. Dhicca membukakan pintu untuknya dan semua orang yang ada di situ menatap ke arahnya....
* * *
Read More

“NEVER SAY GOOD BYE” PART 1 ~litlle hope~

PART 1
~litlle hope~

“ku mohon jangan tinggalkan aku…, kumohon…hanya hingga dia lahir saja…” pinta seorang wanita dengan wajah memelas sambil menarik tangan seorang pria di tengah derasnya hujan.
Laki-laki itu memalingkan wajahnya dan berkata, “maafkan aku Shira…, aku arus pergi…aku tak bisa mengorbankanmu lebih dari ini…aku sangat menyayangimu…tapi aku tak ingin kau menderita…,maafkan aku…” laki-laki itu menarik tangannya dari wanita itu dan naik ke sebuah mobil mewah yang telah menunggu seorang wanita di dalamnya.
“pilihanmu tepat nak…, kau akan ibu jodohkan dengan wanita lain…, jika kau menolak, wanita itu akan ku buat lebih menderita…” kata wanita tua itu dengan senyum sinis sambil memandang wanita hamil yang tengah kehujanan itu.
Laki-laki itu menatap marah,”aku telah menuruti ibu..., dan sekarang jangan pernah mengusiknya lagi…”
“ibu berjanji Yong Hwa…, jalan…” wanita itu menyuruh supirnya menyalakan mesinnya. Wanita yang tengah kehujanan itu mencoba mengejar mobil itu sambil menggedor kuat ke arah kaca.
“jangan tinggalkan aku Yong Hwa …, ku mohon jangan tinggalkan aku…” teriaknya di tengah derasnya hujan. Laki-laki itu menatap miris kemudian berpaling. Mobil itu semakin cepat, dan wanita itu tertinggal di belakang sambil menangis dan meratap, “Yong Hwa …, jangan tinggalkan aku… Yong Hwa …, aku mencintaimu…YONG HWA…”

* * *

Chuncheon School Academy. Sekolah bermutu tinggi yang di buka untuk putra-putri orang top di dunia bisnis. Sedikit dari siswa biasa yang bisa masuk dengan jalur beasiswa (tapi biasanya hanya bertahan hingga tengah semester saja). Sementara itu seorang anak menatap kagum sekolah itu dari luar sambil menempel dekat ke pagar. Tatapan penuh harap terpancar jelas dari matanya.
”aku pasti bisa masuk ke sekolah itu...” tekadnya kuat. Tiba-tiba seorang satpam datang dan mencoba menegur anak itu.
”kau gadis miskin..., jangan menyentuh pagar itu dengan tangan kotormu mengerti...!, bahkan uangmu saja tak akan cukup untuk membersihkan pagar ini..., sana kau pergi...” usir satpam itu dan menarik anak perempuan itu hingga terjatuh.
”au..., paman kasar sekali..., hanya karena paman satpam sekolah ini paman seenaknya saja..., lihat saja jika aku bisa membeli sekolah ini...paman akan ku pecat...” kata gadis itu sambil mengelus bokongnya. Satpam itu tertawa mendengar pernyataan gadis itu.
Satpam itu lalu berkata sinis, ”jika itu benar terjadi..., aku akan langsung menyembahmu.., tapi ku rasa itu akan terjadi sejuta tahun lagi...hahahahahahha...” satpam itu tertawa keras hingga perut besarnya bergoyang.
Gadis itu bangkit dan menatap tajam satpam itu,”paman harus menepati janji paman...,jika aku datang dengan pakaian sekolah ini dan berhasil masuk ke dalam..., paman harus mengakuiku..., aku memang miskin...tapi aku akan berusaha membalikkan kata-kata paman...”dengan senyum separohnya gadis itu jalan dan mengambil plastik botol bekasnya yang sempat terjatuh. ”ah ya paman sebaiknya kau diet..., kau terlalu gemuk dan pendek...”
Wajah satpam itu berubah menjadi merah padam, dia mengambil sebuah tongkat baseball dan mengejar gadis itu yang telah berlari jauh.

Gadis lusuh itu tertawa keras dan masuk ke sebuah gang sempit di pinggir kota. Dia kemudian masuk di sebuah kedai mie kecil.
”aku tak ingin mendengar kau membuat marah orang lain lagi Linda...” ucap seorang wanita.
Gadis yang bernama Linda itu masih tertawa lalu mengangguk, ” ya Frans aku telah membuat masalah di sekolah elit itu..., kau tau satpam gendut itu lari seperti bebek...”
Frans menggeleng heran lalu menyediakan semangkuk mie ramen panas, ” aku tau kau belum makan dari semalam..., makanlah...”. Linda lansung memakannya dengan lahap hingga tak tersisa sedikitpun. ”ternyata benar bibimu parah sekali...”
”entahlah mengapa dia sangat membenciku..., sejak paman meninggal dia semakin ketat memarahiku..., bahkan untuk berbicara pada Rindi saja aku tak bisa..., tapi aku memang tak ingin berbicara dengannya...” Linda mengangkat bahu menceritakan dengan santai tentang kehidupannya. Frans memperhatikan lengan Linda yang penuh luka dan memar.
”kau benar-benar tak apa Linda?” tanya Frans, dia kemudian mengambil kotak P3K dan mengobati luka-luka Linda, ”kenapa kau tak melawan Lin? Bibimu memang keterlaluan..., jika perlu kau tinggal di sini saja...” saran Frans sambil mengomel.
Linda tertawa kecil lalu memandang ke luar, ” aku tak bisa Frans..., kau tau paman sudah terlalu baik mau menampungku dari aku kecil..., aku harus membalas kebaikan paman”
”dengan membiarkan bibimu memukulmu setiap hari?” potong Frans, ”kau tau Linda..., kau bisa bebas jika kau ingin..., tinggalkan rumah itu...”Frans menempelkan perekat luka di lengan Linda.
”kau benar, tapi kau tau Frans aku bermimpi bertemu ibuku..., beliau mengatakan belum saatnya..., aku yakin kata-kata ibuku itu benar...” kata Linda dengan penuh kepercayaan dan mata berbinar.
Frans mendesah menyerah lalu tersenyum,”aku mengerti...,aku akan mendukung keputusanmu...dasar keras kepala...”.
”kau sahabat dan kakak terbaikku Frans...” kata Linda dengan senyum lebarnya, Frans hanya mengacak rambut Linda dan kemudian pergi kebelakang setelah membereskan barangnya,”sebaiknya aku pulang sebelum nenek sihir itu mulai berseriosa padaku...”
”ya..., kau benar..., ku mohon untuk berhati-hati Linda...” pesan Frans pada Linda yang hanya melambaikan tangan kemudian pergi dengan cepat.

Linda berhenti di sebuah gerbang tua yang mulai rusak. Dia menyimpan sesuatu di sepatu tuanya yang mulai sobek lalu mulai membuka pintu pagar dengan hati-hati.
Seorang wanita setengah baya yang sedang menyapu halaman menatap kedatangan Linda dengan tatapan sinis,”jika kau tak menghasilkan lebih banyak dari pada kemarin malam ini kau tak akan makan lagi...”,wanita itu mendekati Linda yang langsung menyerahkan beberapa lembar uang,”hanya ini?” tatapannya tajam pada Linda.
“ya bi..., ha...hanya itu..., sungguh...”
“kau bohong..., kau telah memakai uangnya kan? Kau makan di kedai itu..., iyakan?”selidik sang bibi sambil membalik lengan Linda yang di beri pelester luka,”dan kau menghamburkan uang untuk ini...” si bibi menarik pelester itu hingga Linda menjerit dengan keras.
“au..., sungguh bi..., hanya itu yang ku dapat hari ini..., aku tak pernah menggunakannya sedikitpun...” Linda mengakui dengan tatapan penuh ketakutan. Sang bibi mengambil sapunya dan mulai memeriksa setiap jengkal tubuh Linda dengan tarikan kasar, “bi kumohon sudah...,bi sakit...au...”rintih Linda ketika sang bibi mencubit lengannya.
Dengan tatapan mengerikan sang bibi menarik lengan Linda dan menariknya hingga ke dalam rumah,”aku tak suka pada anak pembohong..., kau memang pembawa sial...masuk kau ke dalam...”teriak wanita tua itu dengan sadisnya memasukkan Luna ke ruangan sempit tempat menyimpan barang-barang.
“bibi..., aku tak berbohong..., tolong maafkan aku..., sungguh aku hanya dapat segitu...bibi...bi...”teriak Linda yang tak di gubris sama sekali oleh wanita itu yang langsung mengunci tempat itu. “bi...buka....”
Hingga malam Luna terus berada di dalam tempat itu tanpa di beri sedikitpun makanan, langit kelihatan semakin gelap saat petir tiba-tiba menyambar. Linda menutup kedua telinganya dan duduk di sudut kamar dengan tubuh gemetaran.

* * *

“bangun..., sudah waktunya kau bekerja...”teriak bibi tua itu pada Linda yang bengun dengan tersentak kaget.
“bi...bibi...”Linda bangun dengan wajah sayu. Tanpa buang waktu sang bibi langsung menarik Linda bangun dan menyeretnya keluar.
“jika kau tak datang dengan hasil yang banyak dari pada kemarin kau tak usah pulang...” sang bibi kemudian melemparkan biola tua milik Linda. Jika kau sudah selesai mengantar pulang kau mengamen seperti yang mereka lakukan...” perintahnya lagi. Sesaat dari dalam rumah terlihat Rindi menatapnya dengan sinis.
“bi..., ka...kapan aku boleh se...sekolah seperti Rindi?”tanya Linda dengan gemetar.
”apa sekolah?” cibir sang bibi,”bahkan memakai seragamnya pun kau tak pantas..., kau hanya pantas membayar utang dari apa yang suamiku berikan padamu..., ku sekolahkan hingga kelas dua sma saja kau harus sudah harus bersyukur..., mengerti...”
”...” Linda hanya diam menunduk lalu bangkit mengambil biolanya.
”sana cepat bekerja..., aku tak mau mendapat hasil yang sedikit mengerti...”.
Tanpa banyak membantah lagi Linda pergi. Langkahnya lunglai dan terduduk di depan pagar rumahnya sambil menangis sedih. Linda mengikat biolanya dengan seutas tali hitam lalu menggunakan nya seperti tas ransel dan berjalan ke arah kedai lagi.
”Linda..., kenapa wajahmu pucat?” tanya Frans yang sedang menyapu halaman kedainya.
”aku tak apa-apa...,Frans aku pinjam sepeda lagi...”
”baiklah tapi...”
Linda pergi tanpa sempat mendengar apa kata Frans yang benar-benar khawatir padanya. Dia mengarahkan sepedanya ke arah agen koran dan mengambil jatah korannya.
”sepertinya kau kurang sehat Linda...” sapa Minki, teman loper koran Linda.
Linda menggeleng,”aku tak apa..., hanya sedikit kurang tidur...” Linda mengambil jatah korannya dan kemudian mulai berkeliling sesuai daftar pelanggan. Linda berhenti di sebuah toko susu dan mengambil beberapa pak botol susu dan mulai mengantarkan pada para pelanggan. Linda mengantarkan jatah koran dan sekeranjang botol susu di sebuah daerah luas dengan ditutupi oleh pagar yang sangat tinggi. Linda sempat kebingungan dan mencari celah untuk memasukan koran dan sekeranjang susu itu.
”permisi nyonya..., aku mengantarkan koran dan sekeranjang susu segar...” ucap Linda di sebuah monitor kecil untuk mengecek tamu. Tiba-tiba pintu terbuka dan sebuah suara menyuruhnya masuk ke dalam. ”permisi...”kata Linda takut-takut lalu masuk ke dalam. Linda terpekik kecil ketika melihat halaman yang sangat luas dan super indah itu. Linda terus jalan dan terkejut ketika melihat seorang bapak-bapak terjatuh di tepi kolam yang di desain seperti danau itu.
”tuan tak apa?”tanya Linda sambil membantu bapak itu berdiri.
”ya..., aku tak apa nak...hanya kurang hati-hati...”jawab bapak itu lalu menatap Linda. ”nyonya Shira...”
”ng? Bapak mengatakan sesuatu?”
”oh...m...tidak...” bapak itu kemudian menatap biola di belakang punggung Linda,”kau bisa bermain biola nak?”.
”saya...bisa pak...tapi tidak terlalu jago...”kata Linda malu-malu.
”kau tidak sekolah nak?”tanya orang tua itu lagi.
”tidak..., saya tidak mempunyai biaya...,saya bekerja saja untuk membalas budi keluarga yang telah membesarkan saya...” aku Linda. Tali biolanya lepas dan hampir jatuh ketika bapak itu sempat menangkapnya. ”terimakasih...”
Bapak itu memperhatikan biola itu dan tertegun.
“ada apa dengan biola saya?” tanya Linda bingung,”bisa saya ambil kembali biola saya?”
Bapak itu menyerahkan kembali biola Linda sambil tersenyum,”maaf nak…, hanya mengingat sesuatu…, kalau boleh saya tau kau tinggal di mana?”
Linda merasa curiga dan memandang aneh orang itu,”eh…m…pak saya harus pergi…maaf mengganggu anda…”Linda meletakkan koran dan keranjang susu itu di dekat sebuah pos penjaga. Kemudian Linda pergi diikuti tatapan bapak itu.

Setelah mengambil honornya siang itu Linda langsung pergi ke arah taman. Dia memegang kepalanya yang terasa berdenyut-denyut. Setelah duduk sebentar Linda kemudian mengambil biolanya dan mulai mengalunkan sebuah lagu. Orang-orang mulai berkumpul dan menikmati musiknya,beberapa recehan berbunyi keras kala orang-orang melemparkannya ke sebuah kaleng yang telah di sediakan Linda. Cukup sore Linda menghentikan permainannya dan mulai menghitung penghasilannya saat itu.
“maaf bi…, tapi aku benar-benar ingin sekolah…”kata Linda menyimpan beberapa lembar uang dan menyimpannya di sepatunya. Linda berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain, setiap dia berpindah dia menyisikan sebagian dan menyimpannya di tempat yang sama. Begitu malam datang, Linda duduk di sebuah taman. Linda merapatkan jaket tuanya dan menggil kedinginan sambil menatap sayu orang-orang yang lewat.
Saat dia memutuskan akan pulang tiba-tiba ada seseorang yang tak sengaja menabraknya hingga Linda terjatuh.
“hei…”teriak Linda marah di antara kesadarannya yang semakin tipis.
Yang menabraknya sempat berpaling namun kembali tak perduli dan melanjutkan perjalanan.
”HEIIII.....”teriak Linda sambil melempar kaleng miliknya. Dan walla..., alhasil kenalah kepala orang itu yang langsung berbalik dengan marah pada Linda.
”kau...”
Belum sempat orang itu marah Linda malah tak sadarkan diri...

* * *
Read More

STORRY OF DEVIL KINGDOM ~Ring Ding Dong~ Storry 4

“ayo Santha…”ucap Mio menuju ke sebuah tanah lapang di belakang gedung.
Di belakang pohon gingko keduanya bersembunyi.
“mimi…”ucap Yuna menepuk pundak Mio menunjukkan bolanya yang jatuh menggelinding kea rah lapangan tennis.
“Yuna…, kau ini…”Mio mengucapkan mantra dan bola sekali lagi melayang ke arahnya namun seseorang sepertinya mengetahui itu dan terdiam,”gawat…, ada yang melihat kita…Santha sekarang saatnya…, kau harus membuatnya tak sadar…”perintah Mio, Santha mengangguk kuat.
Santha berjalan kea rah orang yang terdiam itu lalu tersenyum,”apa yang kau lihat?”Tanya Santha lembut.
Laki-laki itu menatap Santha antara takjub dan ngeri,”siapa kau?” tanyanya dengan suara tenang.
“kau belum menjawabku…”tuntut Santha.
Laki-laki itu terdiam sejenak,”ya aku melihat bola itu terbang…, apakah kau penyihir? Siapa kau?” tanyanya seraya menjawab.
“aku bukan penyihir…, tapi kau bisa menganggapku seperti itu jika kau ingin…” senyum Santha dengan kehati-hatian,”aku Santha…”.
“kau penyihir…”
“apapun katamu…”kata Santha dan terus mendekat, Mio terus memperhatikan Santha dan bersiap pada kemungkinan yang akan terjadi,”kau belum memberi tahu siapa dirimu…”.
Laki-laki itu berjalan mundur dengan ragu,”aku Donghae…”jawabnya singkat.
“nama yang indah…,maaf aku harus membuatmu jadi pelayanku…memorisem…”ucap Santha seketika Donghae jatuh dan Santha menahannya sambil tersenyum dan menatap kea rah Mio yang tersenyum dengan hasil adiknya.
Sekali lagi Santha mengucapkan mantra dan Donghae bangkit seperti mayat hidup mengikuti langkah Santha ketika seseorang memanggil Donghae.
“senior Donghae…, apa yang kau lakukan?” ucap seorang wanita. Seketika Santha berhenti dan menatap kea rah wanita itu.
Santha merasakan kekuatan ganjil pada wanita itu dan seketika itu juga Mio telah berada di samping Santha,”kakak…”ucap Santha tak bergeming.
“kalian…,kalian…”ucap wanita itu dengan tatapan ganjil.
“dia wanita kuil penjaga portal…, kau harus bersiap…”ucap Mio berbisik pada adiknya, Santha memerintahkan Donghae berjalan ke belakang dirinya.
“kau…,kau membuat temanku…,menjadikan pelayan kalian…”ucapnya dengan kemarahan.
“h…, kau fikir untuk apa kami datang ke sini? Menonton festival bodoh bangsa kalian?”cibir Mio dengan berani.
“walaupun segel telah terbuka…, aku tak akan membiarkan kalian bebas dariku…”ucapnya dengan Yakin.
Mio tertawa sinis,”kau hanya wanita kuil belia dengan kemampuan dangkal…, kau bukan keturunan penyegel terdahulu…, jika kau berani lawan kami…”tambah Mio sedikit menggeser Yuna di punggung agar dia bebas bergerak. Saat itu wanita yang berusia sepantaran dengan Santha (kira-kira berumur 13 tahun) itu menatap Yuna dan tertegun.
“dia…”
“ayo Santha kita lawan dia…”ucap Mio bersiap. Santha mengangguk lalu mengumpulkan kekuatannya.
“apa yang kalian lakukan dengan bayi itu?”ucap wanita itu tajam.
“dia bayiku…, apa maksudmu hah?”kata Mio tak suka.
“tidak…, dia bayi yang harusnya menjadi persembahan…, bayi dari penyegel kuil Sakura…”ucapnya dengan yakin.
Mio yang syok terdiam dan menggeram tak percaya,”jangan membuang waktuku…”
“kembalikan dia…”ucapnya.
“TIDAK…, dia milikku…”ucap Mio lalu mulai menyerang wanita itu dengan sikap garang dan tak membiarkan wanita itu mendekati Yuna.
Santha membantu kakaknya dan menyerang kea rah yang tak terlindungi hingga wanita muda itu mundur dan menabrak pagar pembatas.
“kau hebat wanita kuil…, tapi kau lemah…”cibir Mio.
Ketika itu serombongan orang datang dan membuat Mio bertambah waspada.
“sial…,Santha ayo kita pergi…, penyegel lain telah berdatangan…, kita akan kalah jumlah…cepat!!!”Mio berlari kea rah hutan diikuti Santha yang langsung menarik Donghae mengikuti kakaknya.
“TIDAK…jangan bawa dia!!!”teriak wanita itu.
“Herlina….”ucap salah seorang dari rombongan itu yang langsung mendekat,”kau taka apa-apa? Aku merasakan hawa Devil tadi…”
“ya…, mereka datang membawa Donghae…,, kakek…bagaimana ini?” Tanya wanita bernama Herlina itu.
“kau tunggulah di sini aku akan mengejar mereka…” ucapnya,”Ren…, Kay…,Taemin…ikuti aku…”keempat pria itu kemudian mengejar kea rah hutan.
“Herlina…, kau taka pa-apa?”Tanya Setsuna sahabat Herina dan membantu Herlina berdiri.
“aku tak apa…, aku…aku melihat bayi itu…,bayi kakakmu…”ungkit Herlina.
Setsuna terdiam,”tidak…, dia bukan bayi itu…, dia bayi iblis…”ucap Setsuna tegang.
Herlina tak membantah dan hanya terdiam bersama Setsuna.

Mio dan Santha kembali tepat pada waktunya sebelum para pengejarnya mencapai mereka dan mengetahui dimana letak portal.
Santha mengatur nafasnya lalu meletakkan Donghae yang tak sadarkan diri di sebelahnya yang kemudian terduduk.
Mio melepaskan ikatan Yuna lalu memindahnya ke depan lalu terduduk di sebelah Santha.
“kau hebat kak…”ucap Santha.
Mio tersenyum,”kemungkianan buruk…, jangan katakana pada siapapun kita mendapat masalah tadi…”ucap Mio mengingatkan.
“ya…”janji Santha.
“termasuk soal Yuna…, ternyata dia anak penyegel kuil itu…., aku…”Mio menatap Yuna yang iktu menatapnya. Tak sengaja Mio meneteskan air mata.
“kak…”ucap Santha menatap wajah kakaknya yang telah penuh air mata.
“jika mereka tau…, mereka tak akan membiarkan Yuna hidup…, aku telah terlanjur menyayanginya…”ucap Mio lalu mencium puncak kepala Yuna.
Santha membelai punggung kakaknya,”jangan khawatir kak…, kau dengar tadi Yuna akan di korbankan untuk menyegel…,kemungkinan terbesar adalah mereka akan membunuh Yuna…”ingat Santha membuat Mio terdiam dan menatap ke arahnya.
“maksudmu…”
”kakak ingat kata-kata wanita kuil itu…, Yuna adalah bayi yang akan di korbankan untuk menyyegel kita…, namun kurasa mereka kehilangan Yuna sebelum sempat menyegel portal kita…, dan kurasa Yuna lah penyebab portal kita kembali terbuka…”Jelasnya dengan hati-hati.
Mio terdiam dan mencerna kata-kata Santha lalu mengangguk,”kurasa kau benar…,mereka memang tak ingin melihat Yuna hidup…, dan apapun yang terjadi…, jangan katakana apapun tentang hal ini…, kau mengerti?” ucap Mio dengan perasaan yang mencerah.
“ya kak…, aku berjanji bahwa ini hanya rahasia kita…”kata Santha keduanya terdiam menatap kea rah langit-langit yang mulai senja dengan warna merah darahnya.

“kau tidak adil Nam Gil…”ucap Arrie sambil menatap kea rah taman.
”tentang?” Tanya Nam Gil sambil membelai kuda bertanduknya yang berwarna hitam legam.
“Yuna…, kau tau dia bukan keturunan kita!!!” ucap Arrie dengan jujur.
“hanya karena itu?” Tanya Nam Gil santai.
Arrie dengan marah mencibir,”apa yang kau maksud dengan itu saja? Kita tak tau asal-usulnya…, mungkin dia anak dari musuh kita…, atau yang lebih buruk dari itu…, apa kau tidak sadar?” Tanya Arrie.
“h…”Nam Gil mendesah ringan lalu mendekat kea rah istrinya,”aku tau dan sudah memikirkannya saat Mio datang membawa anak itu…, tapi kau tau…jika kemungkinan buruk itu kita balik dan akan menjadi kekuatan bagi kita bukankah itu lebih baik?” jelas Nam Gil dengan tenangnya.
Arrie berfikir sebentar lalu kembali berkata,”apa kau benar? Aku tak yakin …, bukankah ada yang lebih buruk jika kita…”.
”Arrie…”Nam Gil membalik tubuh Arrie dengan lembut,”aku yakin pada Noa dan Mio…, mereka tak akan membiarkan itu terjadi…, dan kurasa…mereka akan belajar untuk saling bekerja sama…, kondisi Noa tentu saja…, tapi aku memikirkan masa depan kerajaan kita…, aku Yakin Yuna akan menjadi penerus kita yang akan memimpin negri ini suatu saat kelak…”yakin Nam Gil sambil menatap mata Arrie.
Arrie terdiam kemudian berbalik membelakangi Nam Gil,”kau terlalu yakin Nam Gil…, kau tau…jika semua tak sesuai…, dan kita menghadapi hal terburuk aku tak ingin kau
Kecewa…”kata Arrie kali ini melembut.
“ya…, aku akan siap dengan segala kemungkinan itu…, jangan khawatir…, kita akan bisa saling menjaga…, dan aku yakin dengan Noa dan Mio…”tambah Nam Gil lalu memeluk Arrie dari belakang,”cobalah untuk menyayangi Yuna…, dia akan jadi anak yang manis kelak…”Nam Gil mencium rambut Arrie yang langsung berbalik memeluk Nam Gil.
“aku hanya tak ingin kehilanganmu…”ucap Arrie.
Nam Gil mengangguk pelan,”akupun begitu…”

“kemana saja kalian?” Tanya Noa ketika Mio tiba dan menatap Donghae mengerti,”oh…,sudahlah…”.
“mana Jae Jong?” Tanya Mio dengan khawatir.
“ada di kamarnya…,biarkan aku membawa Yuna…”kata Noa dan langsung mengulurkan tangannya meminta Yuna.
“aku akan ke kamarnya…”jawab Mio singkat lalu melesat pergi setelah menyerahkan Yuna pada Noa.
Noa tersenyum pada Yuna,”kau lelah? Kemana mimi membawamu?...., Santha…kau bisa membawa namjamu…”kata Noa lalu membawa Yuna pergi, diikuti Junki. Sementara Santha segera membawa Donghae ke sebuah ruangan khusus.

Noa membawa Yuna berjalan ke arah taman istana,”Mio memberimu bola?”ucap Noa ketika Yuna menunjukkan bola kupu-kupunya.
“nya…”
“kau senang?”Tanya Noa dan Yuna tersenyum membuat Noa merapatkan pelukannya.
“ternyata dia ya si kecil yang terkenal itu?” ucap seseorang tiba-tiba.
“kalian…, sedang apa di sini?” Tanya Noa kurang antusias.
Renesme mendekat lalu menyentuh pipi Yuna dan menatap mata Yuna takjub,”luar biasa…, kakek harus tau ini…”ucapnya.
“Nessy…”ucap Hime agak mengerutkan alisnya,”apa yang hebat?”
Renesme mengerutkan alisnya,”tatap matanya Hime…”.
Hime mencoba menatap Yuna namun Yuna menolak dan malah berpaling dari tatapan Hime,”kenapa dia?”
“dia tak menyukaimu…”jawab Noa,”hahaha…, lucu sekali…”
“apa yang kau lakukan padanya Hime?” Tanya Renesme.
Hime terdiam lalu berkata,”aku menatapnya sambil melotot tadi dan kurasa kekuatanku keluar…”katanya.
“oh astaga…”kata Renesme lalu menarik Hime,”kami harus pergi…, sampai jumpa kecil…”Renesme cepat menarik Hime pergi.
“m…, apa yang dia lakukan padamu sebenarnya Yuna…?” Tanya Noa penasaran.
Yuna hanya menguap lebar lalu menggelayut manja pada Noa hingga kemudian tertidur.

Malamnya…, di kamar Yuna,, Mio menatap bayi kecilnya dan membelai kepalanya dengan lembut. Tak lama Noa datang datang mendekat kea rah Mio.
“ada apa?” Tanya Mio tanpa berbalik kea rah Noa.
Noa berjalan kea rah sebaliknya dengan Mio lalu menatap Yuna,”ayah menannyakan asal usulnya…, aku tak tau harus menjawab apa…”.
“dia adalah milikku…, sejak aku menemukannya…”kata Mio dengan yakin.
Noa mendesah nafas pendek lalu kembali berbicara,”baiklah…, aku tak ingin berdebat denganmu…, aku hanya ingin meminta maaf padamu…”kata Noa akhirnya.
Mio menatap Noa tak mengerti,”untuk?”.
“aku terlalu sering memarahimu…, maafkan aku…”ulang Noa.
“kau bercanda?” ucap Mio tak yakin.
“kau tak percaya? Argh…, terselah kau lah…”ucap Noa setengah kesal.
Mio tersenyum sinis,”baiklah…, aku percaya padamu…, kali ini…”.
“haha…, lucu…”
keduanya terdiam cukup lama lalu Noa berkata,”bagaimana dengannya kelak?”
“maksudmu? Yuna?”ucap Mio menatap tajam Noa.
“ya…”angguk Noa,”ayah mengatakan kita harus membuatnya menjadi seorang princess yang dapat memimpin tapi aku tak ingin mengubur mimpinya kelak…, aku menyayanginya seperti kau…”ucap Noa sambil menggenggam tangan Yuna yang mungil.
“ya akupun begitu…, tapi kurasa jika dia besar dia akan membuatmu jengkel…”kata Mio setengah bercanda, Noa tertawa kecil.
“dan kurasa kau juga…”
“kita berdua…”keduanya tertawa bersama,”maafkan aku juga…”kata Mio.
Noa berganti menatap Mio,”kita berdua sama-sama bersalah…,kau tau ku fakir suatu saat Yuna kecil kita akan menemukan pasangan sejatinya dan akan meninggalkan kita…, kau tak merasa sedih?”Tanya Noa sedikit berfantasi.
“tentu aku merasa kehilangan.., tapi asal dia bahagia aku akan selalu mendukungnya…”Noa menggangguk setuju dengan jawaban Mio lalu keduanya memandang Yuna yang tertidur dengan tenang di ranjangnya.


2040 tahun Devil kemudian….
“kyaaaa hahhahaha…”tawa lembut seorang wanita belia ketika bermain dengan para naga di danau naga.
“princess…, ku mohon turunlah….”pinta sang pelayan dengan nada memelas,”jika raja dan ratu tau….bibi akan…”.
“jangan khawatir Biera…, mereka jinak kok…”pekiknya dengan nakal,”ayo Zero….”
“princess….”pekik suara dengan keras,Blugh…wanita itu terjatuh ketika menatap asal suara.
“pipi…”wanita belia itu mendekat kea rah Noa sambil tertunduk.
“kau…, apa tak berfikir bahayanya?”omel Noa,”Yuna…Pipi tak ingin lagi melihat kau bermain dangan para naga…, jika mereka mengamuk habislah kau nak…”.
“tapi buktinya aku taka apa-apa kan pi….”kata Yuna tetap bersikeras.
“kau mau ku panggilkan mimimu?” ancam Noa.
Yuna mengerucutkan bibirnya kesal lalu berpaling pada Jun Ki yang tersenyum padanya,”Jun Ki…..”Yuna langsung berlari kea rah Jun Ki.
“YUNA….!!!”teriak Noa dengan kesal.
Yuna memeluk Jun Ki lalu menjulurkan lidahnya pada Noa,”pipi kau kuno…, ayo Jun Ki ajari aku memanah…”Yuna menarik Jun Ki dan setengah berlari tertawa senang meninggalkan Noa yang mengomel sebal pada Yuna yang terkenal bandel di negri itu, ya… Yuna tumbuh menjadi Princess yang penuh senyum dan agak merepotkan….

TBC…..
Read More

STORRY OF DEVIL KINGDOM ~Ring Ding Dong~ Storry 3

“apa?”bentak Noa.
Mio menghela nafas kesal,”kau itu mengesalkan, kau tau…., aku muak segala sesuatu kau salahkan padaku dan selalu aku yang salah!!!” herdik Mio.
“itu memang salahmu…, lihat Yuna selalu saja melakukan hal-hal aneh itu semua karena kau yang mengajarkan!!”Noa tetap menyalahkan Mio lalu melangkah dengan anggun dengan gaunnya yang berayun lembut.
Mio tertawa garing,”lalu Yuna berprilaku centil itu karena kau yang mengajarkan padanya…, dan kulihat semalam kau mengajarinya untuk menaklukkan namja bukan? Dan sepertinya bias ku tebak Yuna menyukai namjamu… si Junki itu…”Mio memanas-manasi Noa.
“haha…,Yuna masih kecil…,umurnya baru seperempat dari umur batita devil pada umumnya …”Noa memberi alas an dan membuat Mio mencibir.
“aku akan membawa Yuna .., kau jangan mengikuti kami…” kata Mio dengan ketus lalu berjalan keluar. Noa hanya diam tanpa dapat menghalangi.

Mio berjalan kea rah sebuah kamar yang tampak baru di buat lalu mendorong pintu besar yang memang di buat sangat berat kecuali di dorong oleh devil dewasa.
Yuna menatap Mio lalu tersenyum,dan merentangkan tangannya,”MIMI…”ucap Yuna yang meninggalkan begitu saja mainnan dan si pelayan yang bermain dengannya.
“kau merindukanku nak?” Tanya Mio langsung mengangkat Yuna.(jika di hitung di dunia manusia Yuna bayi berumur 1 ½ tahun)
“Jeje…”ucap Yuna dan membuat Mio tertawa.
“dasar kau seperti pipimu saja…”Mio tersenyum hangat,”jeje sedang berburu kau mau berjalan-jalan denganku?” Tanya Mio.
Yuna mendekap ke pelukan Mio pertanda setuju.
“baiklah…,ayo…, Maria jangan ikuti kami…, kami hanya butuh ‘berdua’, kau mengerti?”perintah Mio pada pelayannya.
“ya ratu…” ucap pelayan ittu dengan patuh.

Saat akan berjalan keluar sang ayah tiba-tiba muncul.
“Mio…”tegur sang ayah.
“ayah…, aku dan Yuna akan berjalan-jalan …, tak seharusnya ayah keluar kamar…”ucap Mio yang khawatir pada kondisi ayahnya yang terlihat lemah.
“aku tak tahan selalu berada di kamar…, aku ingin jalan-jalan…”kata Xiah sambil tersenyum pada Yuna.
“di mana ibu?” Tanya Mio sambil mengerutkan dahinya.
“dia sedang memasak…, tunggulah…dia tau kalian akan pergi…”ucap Xiah,”boleh aku menggendongnya?”Tanya Xiah kemudian yang sempat membuat Mio terdiam.
“oh…oh ya ayah baiklah…”ucap Mio setelah menimbang-nimbang.
“kau berat sekali nak…, padahal tubuhmu terlihat kurus…” senyum Xiah,” kau ingin bermain dengan Grandpha?”Tanya Xiah penuh kasih sayang.
“…”Yuna tersenyum, lalu tak lama kemudian Emma datang, dengan membawa bento besar di tangannya.
“ibu…”ucap Mio menatap ibunya penuh kasih sayang.
“aku tak ingin cucuku kelaparan di jalan…,bawalah…” kata Emma sambil menyerahkan bento buatannya.
Mio tersenyum lalu menerimanya sambil berkata,”trims bu…”
“iya sayang…”angguk Emma,”Xiah…kenapa kau keluar kamar?” Tanya Emma lalu menghampiri pasangannya.
“aku ingin melihat si kecil ini”Xiah mengembalikan Yuna pada Mio,”selamat bersenang-senang nak….”ucap Xiah lalu merangkul Emma sambil menatap anak dan cucunya keluar.
“aku pergi…, Yuna berikan salammu pada kakek dan nenek…”ucap Mio memerintah.
Yuna memberikan Kiss bye pada Emma dan Xiah hingga keduanya tersenyum.

“pupyyyyyyyyyy…”ucap Yuna saat seekor kupu-kupu berwarna hijau zamrud dan memiliki ekor berlian lewat di sebelah Mio.
“kau menyukainya?”Tanya Mio.
“M…”
“aku akan menangkapnya untukmu…”Mio melettakkan bungkusan bentonya dan melompat terbang kea rah kupu-kupu itu.
“nyaahahahahaha…”tawa Yuna senang dalam dekapan Mio yang terbang dengan cepat. Mio mengucapkan sebuah mantra hingga gelembung mantranya menyerap kupu-kupu itu masuk ke dalamnya.
BLUGH…,gelembung itu jatuh ke bawah dan Mio memungutnya lalu memberikan pada Yuna yang tertawa senang.
Keduanya kembali kearah bento ketika berpapasan dengan Santha.
“kakak…”
“kukira kau sedang belajar untuk ujian…”ucap Mio agak terkejut.
Santha menunduk lalu menjawab,”a…aku…aku sudah belajar kok…”ucap Santha dengan wajah sedikit termenung.
“kau ada masalah?” Tanya Mio yang dapat menebak mimic keraguan dari wajah Santha.
“tidak…”ucap Santha dengan mendesah pendek.
“jangan berbohong padaku…” Mio menatap tajam adiknya, hingga akhirnya Santha menyerah.
Mio meletakkan Yuna di atas kain bludru berwarna merah marun, dan Yuna dengan tenang bermain dengan bola kupu-kupunya.
“kau sedang memikirkan kau tak akan lulus ujian ya?” tebak Mio yang diikuti anggukkan heran Santha.
“bagaimana kakak tau?” Tanya Santha dengan wajah keheranan,”aku…, aku tak seperti seperti dirimu kak…, kau anggun, kau seorang ratu dank au pintar…”ucap Santha sambil memainkan ranting pohon diaram tua.
Mio menghembuskan nafas lalu duduk di sebelah Santha,”aku tak sesempurna apa yang kau katakan Santha, aku hanya melakukan apa yang aku inginkan dan apa yang aku bisa…, aku tak begitu saja sesempurna yang kau katakana adikku…, segalanya butuh waktu dan tentu saja belajar…”Nasehat Mio sambil membelai kepala Santha lembut,”kau lihat aku dan Noa tak bisa memiliki anak karena kondisi Noa…,dia lebih mirip wanita sekarang hanya karena formal aku bertahan…, jika tak ada Yuna mungkin aku akan pergi dari sini…, walaupun mereka menganggapku penghianat Negara…”.
Santha menatap kakaknya dengan serius,” apapun yang terjadi pada kak Noa…, kakak adalah ratu terbaik di negri ini…,bahkan banyak rakyat yang mengakuinya..”.
“itukan hanya sementara Santha …, kau tau aku tak pernah berharap menjadi seperti ini…, tapi aku tau aku akan menghancurkan harapan orang lain jika aku pergi begitu saja…,hanya ibu, ayah, kau dan Yuna yang dapat menguatkanku…”Mio menatap Yuna yang merangkak mencapai bola kupu-kupunya.
“baiklah kak…, kau benar aku akan memulainya…”ucap Santha sambil melempar sebuah batu kearah pohon hingga pohon itu berderak patah kemudian roboh,”lalu mengenai Yuna…, mengapa hingga saat ini dia belum bisa berjalan?”Tanya Santha sambil memperhatikan Yuna yang terus merangkak.
“m…, kukira belum waktunya…”Mio menatap Yuna,”akan gawat jika dia sudah bisa berjalan…”
“kak..,Yuna sehurasnya sudah bisa berjalan…seperti bayi pada umumnya…,lalu…apakah kakak sudah mengetahui asal-usul Yuna?”Tanya Santha hingga Mio mengerutkan alisnya.
“aku tak pernah memikirkannya kau tau, dia terlalu manis, dan matanya sangat cantik, aku tak tau darimana Yuna berasal…yang aku tau dia adalah Yunaku…, anak yang kutemukan dan aku akan membuatnya menjadi putrid yang kuinginkan…”janji Mio sambil merenung jauh ke depan.

“kau akan mengajariku menaklukan namja kak?”Tanya Santha dengan wajah cerah usai memakan bento bersama.
“ya…, tentu saja adikku…”kemudian Mio bersiap sambil mengikat Yuna di belakang dengan sebuah kain.
“tapi kak…, kita harus turun ke dunia manusia?...,bagaimana dengan Yuna?” Tanya Santha dengan ragu.
Mio tersenyum yakin,”jangan khawatir…”ucapnya lalu mengucapkan sebuah mantra dan ke3nya berganti pakaian,”bagaimana? Dengan begini tak akan ada masalah kan?”
“tapi…”ucap Santha yang masih ragu.
“percayalah…”Mio menuntun Santha ke pinggir portal,”kau siap?”Tanya Mio pada Santha.
“M…”angguk Santha. Keduanya saling berpegangan dan Yuna tetap aman di belakang punggung Mio sambil bermain dengan bola kupu-kupunya. Keduanya kemudian melompat bersama ke dalam portal.

* * *

“Noa…”ucap Nam Gil.
“ya ayah?” Noa menunduk hormat di hadapan ayahnya.
Raja Nam Gil mendesah berat dengan berat berkata,”kau…, aku tak bisa mengerti dirimu lagi nak…”ucap Raja Nam Gil lemah.
“ayah…”ucap Noa lembut dengan suara wanitanya.
“aku hanya ingin kau bertahan dengan Mio, apapun rupamu yang telah berubah…, kau dan Mio harus bersama membesarkan Yuna, kau mengerti?” Tanya Nam Gil sambil menatap Noa dengan tatapan tajam dan penuh perjanjian.
“ya ayah…” Noa menunduk lagi tanpa dapat memandang mata ayahnya.
“lalu…, apakah kau sudah mengetahui asal usul Yuna?”Tanya Nam Gil mengganti topic.
“tidak ayah…, tapi banyak desas-desus yang mengatakan Yuna berasal dari dunia manusia…, tapi menurutku itu tak mungkin, Yuna memiliki kekuatan yang bahkan manusia tak memilikinya”ucap Noa meyakinkan.
“hm…”Nam Gil berfikir cukup keras hingga dahinya berkerut,” kau harus mengasahnya menjadi calon penguasa dunia Devil kita, kau tau kan, pada saat umurnya mendekati fase kedewasaan bagi bangsa Devil, akan banyak pangeran yang melamarnya…, berita tentang Yuna telah menyebar luas, dank au harus berhati-hati terhadap musuh kita….” Nam Gil memperingatkan Noa.
Noa mengangguk Kuat,”ya ayah…, aku akan melindungi Yuna”janji Noa kemudian dia beranjak pergi setelah mendapat kode dari sang ayah untuk pergi.
Gaun sutra naganya melambai lembut di setiap langkahnya.
Junki yang menunggu di luar langsung mengikuti Noa. Keduanya berpapasan dengan Jae Jong yang baru kembali dari berburu.
“mana Mio?”Tanya Noa.
“bukankah dia bersama Yuna sedang piknik?”Tanya Jae Jong balik.
“dimana?”Tanya Noa tak memperdulikan jawaban sekaligus pertanyaan Jae Jong.
“aku tak tau…”jawab Jae Jong lagi.
“aish…”ucap Noa dengan kesal,”rupanya dia ingin menguasai Yuna sendiri…, ugh…baiklah…”Noa kemudian pergi diikuti Jun Ki.

“aku tak tau kemana mereka pergi….”sungut Noa sambil melemparkan sebuah batu kea rah danau naga.
“kau memikirkan ratu?”Tanya Jun Ki yang berdiri di sebelah Noa sambil menatap kea rah Naga Marin yang sedang berendam di tengah danau.
“Ya…, aku bersalah padanya…”ucap Noa lalu terduduk sambil menopang dagunya.
Jun Ki menunggu sambil menghela nafas pendek,”entahlah aku tak mengingat siapa aku dan asal usulku saat kau menemukanku, saat itu aku melihatmu apa adanya. Wanita tegas yang selalu menyayangi ratu…, baik kau sadari atau tidak…” ucap Jun Ki jujur.
Noa terdiam dan terus menatap ke tanah berwarna kelam itu.
“sepertinya kau benar, aku selalu memarahinya, aku tau aku salah…”ucap Noa kemudian sambil mendesah berat,”mungkin aku terlalu tempramen, aku sering memarahinya tapi sebenarnya aku lebih suka dia memarahiku dari pada dia menangis…, kami seperti kakak beradik kau tau…”kali ini Noa berkata jujur.
“kurasa ratu bisa memahami dirimu…”
“dan kurasa dia tambah membenciku…”Noa kemudian bangkit dan berjalan dengan gontai kea rah istana ketika serombongan sosok datang ke arahnya.
“oh…, kau kah Raja yang berkuasa di sini?” Tanya seorang laki-laki dengan wajah ramah.
“m…”angguk Noa.
Laki-laki itu memandang aneh Noa,”tapi kau seperti ratu…”
“tak usah di fikirkan…, siapapun aku…, ada apa kau datang kenegriku?? Bukankah kau dari kerajaan Vampir?”tebak Noa memeprhatikan.
Seorang wanita maju dan merendahkan tubuhnya sambil menarik ujung gaunnya,”kami dari kerajaan vampire Olympic hanya ingin berkunjung…, ah…kami hanya ingin melihat keajaiban kerajaan ini yang terdengar tenar…”ucap wanita itu bagaikan genta.
“tak ada…, negri kami seperti biasa….”kilah Noa dengan perasaan lain.
“benarkah? Kami dengar kau memiliki anak yang dari yang ku dengar dia memikat…, ah…perkenalkan aku Carlisle…”laki-laki vampire itu memperkenalkan dirinya.
“aku Esme…”ucap wanita itu. Rombongan lain di belakang keduanya ikut memperkenalkan diri.
“Renesme…”
“Onew…”
“Bella…”
“Edward…”
“Lee Teuk…”
“Hime Nie Sha….” Wanita terakhir tersenyum cerah penuh semangat.
Noa menatap satu persatu wajah tamu asingnya,”aku Noa…, baiklah…jelaskan tujuan kalian datang kenegriku…”kata Noa mengulang.
“kami hanya ingin datang untuk meneliti…, kami tak ada maksud lain jika kau sebagai raja tak keberatan menerima kami…”ucap Edward dengan tenang.
Noa bertukar pandangan dengan Jun ki.
“sungguh negri yang menakjubkan…”komentar Hime dengan keingintahuan yang besar sambil menatap sekeliling.
“sabarlah…”tegur Renesme.
Noa menimbang cukup lama hingga akhirnya dia memutuskan,”jika kalian mengikuti aturan kami…, kami akan menerima kalian…”.
“tentu saja yang mulia Noa…”kata Carlisle dengan perlahan.
Noa mengucapkan mantra hingga seutas gelang melingkar di tangan masing-masing tamunya,”kalian tak akan bisa melepas untaian itu hingga kalian meninggalkan tepat ini…, untaian itu akan menjaga segala kemungkinan…, kami harus berjaga…, kalian tahu bukan…”kata Noa bersyarat.
“baiklah…, tentu saja…”kata Esmme menyanggupi.
“baiklah…, silahkan kalian berkeliling apapun yang terjadi aku tak akan bertanggung jawab pada keselamatan kalian…”ucap Noa kemudian pergi diikuti Jun Ki. Rombongan tamunya menatap kea rah Noa yang kemudian menghilang.

* * *
Read More

STORRY OF DEVIL KINGDOM ~Ring Ding Dong~ Storry 2

Kedatangan bayi itu di tengah keluarga Noa dan Mio membuat semua gempar. Awalnya banyak yang menolaknya, namun setelah melihat bayi itu mereka langsung jatuh cinta padanya (xixixixixi). Hanya satu anggota yang tak menyukainya yakni Queen Arrie, dia bukannya membencinya hanya dia masih sanksi akan status bayi itu. Namun King Nam Gil membuatnya harus mengakui bahwa bayi itu yang akan di angkat sebagai pewaris kerajaan.
”siapa namanya?”tanya Emma sambil mendekap bayi yang di beri nama Yuna itu.
”Yuna bu..., Noa yang memilih..., huh seenaknya saja, padahal aku yang menemukannya...”ucap Mio dengan kesal.
”anak yang cantik nak..., ucap Emma terus menatap mata Yuna.
”m..., ibu benar..., dia begitu menarik..., dan karena kedatangannya kita menjadi beruntung bu..., lihatlah sejak Yuna datang segel terbuka...”ucap Mio yang menatap awan hitam di sebelah bukit.
”kau benar nak..., dia pasti keturunan Devil yang mempesona..., kau harus menjaganya nak..., jangan biarkan dia terkontaminasi sebelum waktunya..., ini demi menjaganya..., ingatlah pasti banyak yang mengincarnya....”ucap Emma memperingatkan.
”ya bu aku mengerti...”angguk Mio. Dan membelai kepala bayi itu.
Hari-hari Noa dan Mio di penuhi dengan perebutan mengasuh Yuna kecil. Mereka mengajari Yuna untuk tidak takut pada para Devil dan menaklukan Devil. Sedikit demi sedikit Yuna bertumbuh merangkak, dan sering membuat khawatir Noa dan Mio karena dia tiba-tiba sudah berada di tengah kota, bahkan pernah juga berada di tengah kawanan monster istana di bawah istana.

“Mio...kau tak menjaganya dengan baik....!!!”ucap Noa sambil memeluk Yuna yang tertawa-tawa pada giring-giring kecil di tangannya.
“apa....hei...bukannya giliran kau yang menjaga Yuna....mengapa selalu aku !!!! arggggggggggghhh....kau membuatku kesal Noa...berikan dia padaku!!!”Mio langsung merebut Yuna dari Noa yang langsung mengejarnya.
“hei....kau....”
“apa???”kata Mio dengan galak.
Noa mendesah kesal,”kau apa maksudmu?? Aku sedang membawanya kau tau....”
“kau tak menjaganya!!! Bodoh....”ucap Mio lalu membawa Yuna pergi dengan tatapan kesal Noa.
“hoi... kau mau mendahuluiku...,, biarkan dia bermain denganku....!!!” Noa mengejar Mio hingga Mio meletakkan Yuna di sudut dan mulai bertempur kembali dengan Noa.
“kau membuatku jengkel Noa....!!!”kata Mio dengan marah.
Keduanya saling menyerang hingga kerajaan sedikit bergetar.
Tak ada yang menyadari Yuna telah merangkak turun ke tangga dan terus merangkak cepat keluar.
Hingga Emma datang mennengahi,”STOPPPPP....”Emma ngeluarin jurus time please stop* Jiah gabrug....itumah judul lagu dasar penulis geje....~Mian............
“ibu....”ucap Mio n No menghentikan pertengkaran mereka.
“kalian kenapa sih? Ada apa?”tanya Emma menengahi.
“Noa selalu menyalahkanku bu...., dia selalu menyalahkanku jika Yuna dalam masalah....”kata Mio membela diri.
“apa!!! Tapi bu...”kata Noa akan menyanggah.
“stop...,, sudahlah...kenapa kalian tak bisa akur??? Lalu mana Yuna??”tanya Emma mencari keberadaan Yuna.
“aku meletakkannya di....”Mio menatap bingung ke sudut tempat dia meletakkan Yuna terakhir kali.
“kemana dia?”tanya Noa yang kebingungan,”bukankah tadi ada di sini?”dia mulai menatap Mio dengan tatapan menuduh.
“apa??!! Ini gara-gara kau Noa!!!”tuduh Mio balik,”gara-garakau mengajakku berkelahi Yuna hilang.....”.
“apa kenapa aku?? Kau yang meletakkannya di sana!!!”kata Noa membantah.
“sudahlah!!! Tak ada gunanya berdebat sekarang..., ayo kita cari sebelum dia masuk ke hutan terlarang....”Emma menengahi dan diikuti Noa dan Mio yang langsung berpencar mencari dengan di bantu pasukan kerajaan.
“YUNAA....”teriak Mio hingga masyarakat devil menatap ke arah rombongan.
“wah pasti princess menghilang lagi...”bisik seorang devil dengan 2 tanduk dan matanya merah pada Devil yang lain.
“masih kecil saja dia begitu apalagi jika telah besar..., aku yakin kerajaan kita akan runtuh...”kata devil satunya dengan sinis.
“kau tak tau..., ku dengar mata princess dapat memikat...,, aku belum pernah melihatnya...tapi banyak yang terpikat olehnya...”sanggah yang satu.
“aku tak percaya...” tiba-tiba saja Yuna yang sedang bermain di bawah gerobak keluar.
“nyanya...”ucap Yuna sambil tersenyum manis pada ke dua devil itu yang langsung terdiam terpaku. Yuna merangkak ke arah hutan tanpa memperdulikan ke2 devil yang seperti terhipnotis hingga beberapa waktu lamanya saat Noa menegurnya.
“apa yang terjadi..., kalian melihat princess...?”tanya Noa yang tau jika itu karna terhipnotis oleh tatapan Yuna.
Kedua devil hanya mengangguk dan menunjuk ke arah hutan.
“gawat..., MIO..............”panggil Noa dengan suara lantang.
Mio langsung menghampiri Noa,”ada apa?”
“dia masuk ke hutan..., ayo cepat sebelum dia ke arah portal...”kata Noa dan keduanya langsung berpencar.

Sementara itu princess terus merangkak hingga tiba di tepi jurang.
“nyanyaa....”ucap Yuna sambil menatap ke arah lingkaran hitam di bawah jurang.
“YUNA....”pekik Mio dan berlari ke arah Yuna, namun Yuna yang mengira Mio ingin bermaipn dengannya malah merangkak cepat ke arah jurang dan dia terjatuh menuju portal.
“TIDAK.....!!! YUNAAAAAAAAA....”teriak Mio yang tanpa fikir panjang langsung menyusul Yuna.
Noa yang segera datang langsung menyusul keduanya diikuti pekikan para prajurit devil.

Blugh....Yuna terjatuh dengan sedikit hentakan dan menangis kencang.
“hei..., kau tak apa-apa?”tanya seseorang yang langsung mengangkat Yuna yang langsung terdiam.
“hey..., siapa....”Mio yang datang langsung terdiam menatap manusia yang telah menolong Yuna.
“oh...kau ibunya?”Tanyanya.
“eh..ehm....”kata Mio salah tingkah.
Laki-laki itu memandang Mio dari atas hingga bawah lalu bertanya,”ada pesta costum ya? Kau terlihat cantik...”ucapnya dan membuat pipi Mio bertambah merah.
“nyanya...”ucap Yuna dengan muka masam lalu bergelayut manja pada laki-laki itu.
“Yuna....,ayo...”ucap Mio mencoba membujuk Yuna, namun Yuna tetap bergelayut manja pada laki-laki itu,”ma...maafkan Yuna...”kata Mio terbata.
“tak apa..., di mana rumah nyonya?”tanyanya dengan sopan.
“hah? Apa? Eh...em...sangat jauh...”ucap Mio spontan.
Laki-laki itu kembali tersenyum,”bagaimana jika nyonya ke rumahku dulu..., m...hanya sekedar menghangatkan diri ini sudah masuk musim dingin...”ucapnya.
“baiklah...”angguk Mio keduanya berjalan ke sebuah rumah. Laki-laki itu mempersilahkan Mio duduk di ruang tamunya lalu menyerahkan Yuna yang sempat memberontak.
“Yuna..., kau tak boleh nakal!!”bisik Mio.
“NYANYA...”protes Yuna.
Laki-laki itu datang dengan segelas teh hangat, sambil berkata,”kita belum berkenalan..., aku Jae Jong..., siapa nama nyonya?”tanya laki-laki bernama Jae Jong itu.
“aku...,, aku Mio....Mio Yuuya...”kata Mio sambil mengangkat gelasnya ketika tangannya bergetar.
“ada apa?”tanya Jae Jong.
“tidak....tidak apa-apa...”ucap Mio dan langsung meletakkan gelasnya kembali,”aku harus pergi...”ucap Mio yang langsung beranjak dan mengangkat Yuna dalam pelukannya.
Jae Jong mengantar Mio hingga depan,”ada apa? Mengappa terburu?”tanya Jae Jong.
“m..., maaf...ada masalah...trims...”ucap Mio cepat.
“baiklah..., jangan sungkan mengunjungiku lagi..., kau juga...manis...”Jae Jong mengusap pipi Yuna yang langsung tersenyum senang. Sekilas Jae Jong terdiam ketika menatap mata Yuna.
“Yuna!!! Jangan melakukannya lagii..!!!”ucap Mio dengan nada tinggi.
“Nya...,hu,,,hu....HUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE.......”tangis Yuna dengan suara yang luar biasa hingga Jae Jong menutup telinganya.
Mio menahan rasa sakit di telinganya dan mencoba menenangkan Yuna,”Yuna...., maaf...maaf...mimi salah...Yuna...diam nak...”ucap Mio yang langsung panik.
“HUEEEEEE...,HU....,HUEEEEEEEEEEEEEEE”tangis Yuna tak berhenti hingga menyebabkan beberapa kaca yang ada di sekitarnya pecah. (BUSET sakti amat tuu bocah...).
“Yuna....”Mio yang panik tak menyadari serombongan makhluk berjalan ke arahnya.
“serahkan bayi itu...”ucap salah satunya dengan suara serak.
Mio yang kaget langsung berbalik, begitu pula dengan Jae Jong yang masih menahan sakit di telinganya,”siiapa kalian?”tanya Mio setelah menenangkan diri. Sekejap Yuna terdiam dan menatap ngeri pada rombongan itu.
“hah...ratu baru rupanya..., dia tak tau hahahiii....”ucap suara dingin yang menjemukan.
“oh..., kalian..., iblis dari barat kelompok Dolores rupanya...”ucap Mio yang langsung mengetahuinya. (jiah...herpotmode on)
“wew...., dia mengenali kita...”cicit kecil sebuah suara.
“apa mau kalian? Aku tak akan menyerahkan bayiku pada kalian....”kata Mio dengan suara tegas,”Miomorryy...”Mio mengucapkan mantra pada Jae Jong yang langsung tertidur.
“hahahaha...., bayi itu milik kami Ratu...hahahaha....,kau sendiri di sini...di negri manusia..kekuatanmu tak sebanding dengan kami bersembilan...”ucap salah seorang yang langsung membuka cadarnya.
“oh...mantan pelayan istana Yong Hwa..., kau mengumpulkan pasukan rupanya?”kata Mio dengan sinis. Mio mendekap erat Yuna di pelukannya.
“kau masih mengenalku? Huh..., aku tak mengerti mengapa kau bisa menjadi ratu wanita arogan....”ucap Yong Hwa dingin.
“siapa yang tak mengenalmu..., kau pelayan yang telah membuat naga kabur dari istana...., dan kau orang yang ,mencoba membunuh raja Nam Gil....”kata Mio dengan kekakuan bersiap jika ada yang menyerang.
Yong Hwa tertawa sinis,”ingatanmu sangat kuat..., tapi kau tidak terlalu pintar ratu..., sekarang serahkan bayi itu pada kami...”kata Yong Hwa dengan suara tinggi. Serentak ke 8 temanya langsung mengitari Mio.
“kenapa kalian menginginkan bayiku?”tanya Mio dengan posisi siap serang.
Seorang wanita maju dan tertawa,”kau tak tau ratu..., dia bayi persembahan..., bayi yang akan menghancurkan kerajaanmu..., bayi yang akan membuat kalian hancur....”ucapnya dengan nada optimis yang sangat.
“Myun Ae..., kau juga ternyata telah memihak mereka rupanya...”ucap Mio berusha mendekap Yuna.
“ya..., aku bosan kau selalu selalu saja mendapatkan apa yang kau ingiinkan sedangkan aku temanmu yang setia denganmu hanya di anggap pengganggu bagimu...”ucapnya dengan nada marah.
Mio tersenyum sinis,”kau dendam padaku karena aku menikah dengan Noa yang kau kagumi...? kau iri padaku Myun?”.
“ya...ya kau benar!!! Aku iri padamu terima ini MIO....!!!”Myun menyerang Mio dengan brutal diikuti dengan serangan lain, Mio berusaha bertahan namun memang benar kekuatannya tak sebanding dengan ke 9 musuhnya.
BLARRR....,ledakan itu membuat ppenyerangan berhenti ketika Noa datang.
“kau tak apa?”tanya Noa yang membawa seseorang sepertti boneka menurut mengikuti Noa.
“kau...kenapa kau lama!!! Dasar bodoh....!!”herdik Mio.
“maaf..., aku menemukan cara baru sepertinya..., dia Jun Ki dia pengikutku....”belum selesai kata-kata Noa, Yong Hwa kembali menyerang.
“RNORSENSE....”ucap Noa hingga Yong Hwa terbanting ke belakang.
“ayo kita pergi....!!!”ucap Noa.
“tunggu...,bawa Yuna...”Mio menyerahkan Yuna pada Noa lalu mengatakan sebuah mantra hingga Jae Jong melayyang ke arahnya.
“apa yang kau...”kata Noa terkejut.
“dia melihat mereka..., akan sulit bagi kita mencari korban bila ada yang tau kita datang ke dunia manusia.
“baiklah...terserah kau..., ayo cepat...,Jun Ki ikuti aku...”ucap Noa,Jun ki hanya mengangguk dan menurut keempatnya kemudian terbang ke arah portal yang terlihat mengecil.

Keempatnya kembali kedunia Devil dengan di sambut Emma beserta pasukkan devil.
“syukurlah kalian selamat...”ucap Eom yang langsung memeluk Mio.
“bu...,sepertinya pasukan Dolores mengincar kita terutama Yuna...”ucap Mio saat mereka kembali kekerajaan. Sementara Yuna tertidur dalam pelukan Noa.
“ya ku dengar mereka membuat portal yang berbeda di barat...”kata Emma.
“kenapa? Ku kira anak itu sudah hilang...”ucap Arrie dengan sinis.
“ibu...”tegur Noa.
Emma menggeleng,”Arrie..., mengapa kau begitu takk meyukai Yuna?”tanya Emma akhirnya.
“karna dia bukan ketturunanku...”ucap Arrie dengan sinis.
“hanya karena itu?”tanya Emma.
“kak biar aku yang membawa dia ke kamar...”ucap Santha lalu membawa Yuna pergi.
“aku akan mengkarantinnanya dulu...”ucap Mio sambil membawa jae Jong ke suatu ruangan.
“kau membawa orang lain lagi nak...”tegur raja Nam Gil yang di sangga tongkat.
“ayah..., dia tawananku...”ucap Noa memperkenalkan Jun Ki yang masih menurut.
“h...,kau memang...ah sudahlah...”kata raja Nam Gil dengan jengah,”aku telah mendengar semuanya..., kita harus menambah pengamanan..., aku tak ingin terjadi sesuatu dengan Yuna atau kerajaan kita...”.
“kau berlebihan Nam Gil...”ucap Arrie tak suka.
“sudahlah..., kau harus mengakui Yuna penerus Noa..., kau lihat keadaan kita...” ucap Nam Gil dengan sedikit serak.
“huh...”cibir Arrie.
“ayah betul..., kita harus menambah penjjagaan..., Yuna masa depan kerajaan kita...”tambah Noa yang diikuti anggukan Emma dan Mio yang baru datang.
Serentak Kingdom DEVIL di berikan ekstra penjagaan terutama Yuna yang semakin bertumbuh sebagai anak yang terlalu hiperaktiv dan lincah hingga kadang membuat pusing Mio dan Noa.

TBC
Read More

STORRY OF DEVIL KINGDOM ~Ring Ding Dong~ Storry 1

Chara :

King Devil “Noa Lee Hyun”  raja iblis yang memiliki ke kuasaan luas, di paksa menikah dengan Mio dari keturunan yang berpengaruh di wilayah Devil selatan, namun ada yang tak menyukai hal tersebut hingga mengutk sang raja menjadi perempuan setelah kutukan itu terjadi keduanya berjalan masing-masing dengan selir-selir mereka. Raja yang selalu emosi namun dia bersama Mio tidak bisa mempunyai keturunan dan mangangkat seorang anak yang mereka temukan di hutan lahar naga.

Queen Devil “Mio Yuuya”  ratu yang selalu mencari mangsanya di luar, tidak puas dengan beberapa korbannya sang ratu turun sendiri ke dunia hingga bertemu JJ yang di jadikan pengikutnya yang paling di sayang dan koleksi terbarunya.

Princess Devil “Yuna Arata Hyunya”  putri yang di temukan di dekat danau Naga oleh Mio, putri yang aktif dan tak suka akan kebosanan, dia yang akan meneruskan tahta kerajaan walaupun dia bukan putri kandung namun semua menyukainya.

Eomma Devil“Emma Hyuna Yuuya”  Nenek yang menyayangi princess dan mengabulkan apa yang diinginkan oleh princess walaupun dia tau princess bukan cucu kandungnya. Selalu berduaan bersama kakek yang selalu setia.

Ahjumma Devil“Shanta De Hyun”  bibi yang eksentrik dan pintar serta cuek, mengajari Princess akan segala apapun tentang menaklukkan mangsa.

Eomma Devil “Kimi Arrie Hyun”  nenek eksentrik yang sedikit kejam dan kurang menyukai Princess tapi walaupun begitu dia tipikal setia bersama suaminya Nam Gil (xixixixi…, masa sih?????). sedikit demi sedikit dia mulai belajar menyukai cucunya.

Ahjumma Devil “Happy Chae Yuuya”  tante dengan sifat dingin dan smart…, ahli dalam bidang akademik princess.

Dunia lain :

Lee Hyun Min 

Herlina Mae Eunna 


SINOPSIS:
DEVIL KINGDOM sebuah kerajaan iblis terbesar dengan penghuni para iblis yang mencari mangsa manusia di bumi…, namun seseorang menyegelnya,, keturunan iblis menyudahi petualangan mereka di bumi…, hingga kerajaan harus memiliki keturunan…, calon raja di pasangkan dengan seorang putri dengan sedikit paksaan namun,, seorang wanita mengutuk sang raja menjadi wanita…, hubungan ke duanya tak harmonis apa lagi keduanya di tuntut untuk memiliki keturunan hingga segel dengan dunia luar terbuka dan seorang bayi perempuan terdampar di hutan lahar naga. Mio yang menemukannya membawanya ke istana dan mengangkatnya menjadi anak, yang otomatis menjadi putri mahkota. Perburuann bangsa Devil di mulai di dunia,,, dan ada kisah cinta manis di dalamnya antara keluarga unik ini ^^v



STORRY OF DEVIL KINGDOM
~Ring Ding Dong~
Storry 1

Peringatan!!! Ini FF geje jadi jika ada yang tidak nyambung harap di maklumi xixixi…

Ring….Ding…. Dong…., terdengar dentingan lonceng kuil yang terkesan aneh namun masyarakat yang telah terbiasa akan hal itu melakukan aktifitas seperti biasa.
Sementara itu cahaya putih keluar dari arah belakang kuil dan sekelompok laki-laki mengelilingi seorang wanita yang sedang mengucapkan mantra hingga sinar itu hilang dan lenyap.
“hanya ini yang dapat kulakukan….”ucapnya dengan suara lemah.
“tapi kau mengorbankannya…, kau mengorbankan…”ucap seorang laki-laki.
Wanita itu terdiam dan memegangi perutnya yang sedikit membesar,”jika memang harus…, aku akan merelakannya…, karna hanya ini yang dapat ku lakukan untuk melindungi semuanya…”ucapnya dengan tangis tak tertahan.
“anakmu akan menghilang lenyap ketika ia lahir kebumi dan akan menjadi persembahan…, apa kau gila…”ucap seorang yang lain.
“aku tau…, aku tak dapat berbuat banyak…, hanya ini yang dapat ku lakukan…, ku mohon mengertilah…, aku yakin dia akan baik-baik saja di sana…, aku yakin itu…”ucap Wanita itu penuh kegetiran sambil menatap ke tempat lenyapnya cahaya itu.

Sementara itu….
Dengungan marah terdengar mengerikan, bagaikan sepasukan gajah mengamuk mereka mencaci dan mencari celah namun semua menghilang.
“King…, apa yang harus kita lakukan?? Bagai mana nasib kerajaan kita??? Semua akan hancur jika para iblis tak mencari korban...”ucap sesosok makhluk yang sangat mengerikan.
Dengan geraman marah raja yang terlihat lebih rupawan itu menghentakkan tongkatnya marah,”Argh......, aku bersumpah...jika segel ini dapat ku taklukan atau oleh keturunanku berikutnya..., mereka akan ku jadikan korban persembahanku...”kilat dari tongkat merah itu membuat suara gaduh hingga makhluk aneh dan beberapa tentara boneka terdiam.
”king..., bagaimana dengan pangeran??” tanya seorang wanita, sambil menunduk layaknya ksatria.
King terdiam lalu berbalik sambil bersuara lantang,”Wahai rakyat Devilku..., kita akan kembali ke kerajaan kita dan melangsungkan pernikahan Pangeran..., siapapun keturunan pangeran..., dialah yang akan membuka segel ini...”ucapnya dan semua iblis serta pasukan perang dan kesatrian setengah manusia iblis menggemakan semangatnya.
Pasukan Devil itu kembali menuju negri mereka....

”aku tak mau dengannya ibu...”ucap seorang laki-laki tampan.
Pletak..., seorang wanita tengah baya dengan wajah yang terbilang seperti masih muda (jiah...., gubrak @-@”) memukul kepala laki-laki itu hingga dia meringis kesakitan.
”au..., ibu!!!”pekiknya tertahan.
Dengan mata yang tajam dia menatap anaknya,”Noa..., kau itu sudah dewasa...,kau calon pemimpin negri ini...sepantasnya kau sudah harus bersanding...kau lihat bagaimana negri kita...., kau harus memiliki keturunan...”ucap Queen Devil Arrie.
”aku tak tertarik sama sekali dengannya bu!!!”ucap Noa tegas.
Sesaat wajah Queen Arrie berubah merah dan terus merah hingga keluar asap dari telinganya dan berkata,”suka ataupun tidak...., kau seorang pangeran dan kau ini takdirmu nak...!!”, Noa langsung mengkeret ke dinding dan mengangguk,”baiklah bu...”.
Perlahan Queen menjadi tenang lalu tersenyum,”bagus nak..., cepat bersiap karna mempelaimu akan segara datang....,Algier...jaga pangeran agar tidak kabur...”perintah Queen Arrie lalu berjalan keluar.
”baik yang mulia...”jawab Algier sambil menunduk.
Noa mendesah kesal lalu menatap ke luar.
Sorak sorai penduduk negri Devil menyambut King baru yang akan memimpin mereka, di temani seorang wanita yang wajahnya tertutup kain putih dengan busana pengantin yang seksi mengundang decak kagum warga Devil yang ingin melihat calon Ratu baru.
Noa mengangkat tangannya dan seluruh masyarakat terdiam.
”aku..., aku berjanji... sebagai raja baru...aku akan menjalankan tugasku...dan aku....akan membuka segel itu bagaimanapun caranya menggantikan tugas ayahku King Nam Gil....”ucap Noa lantang dengan suara layaknya menggunakan speaker.
Seluruh rakyat Devil berteriak mendukung dan melolong tajam, prosesi pernikahan di lanjutkan dengan membuka cadar mempelai wanita. Noa terdiam ketika menatap wanita yang kini menjadi istrinya itu.
King Nam Gil dan Queen Arrie berdiri di sebelahnya sambil bertepuk tangan.
Noa mendesah lalu mengangkat dagu wanita itu, saat akan menciumnya wanita itu membisikkan sesuatu pada Noa,”jangan salah paham padaku..., aku sebenarnya tak menyetujui pernikahan ini...”ucapnya lalu mengubah posisinya dan mencium bibir Noa yang sedikit terkejut.
Warga Devil kembali berteriak gaduh dan saat itu semuanya di mulai.....

”apa!!!”bentak Noa ketika Mio menatapnya sedang mengenakan pakaian.
”aku hanya heran padamu..., pangeran setampan kau tak pernah berubah kelakuaanya..., ibumu selalu menannyakan apakah aku sudah mengandung keturunannya...”kata Mio dengan jengkel dan juga turun dari tempat tidur sambil melilitkan selimutnya.
”ibu kira gampang memiliki keturunan..., sudahlah tak usah di perdulikan....”ucap Noa yang telah siap.
Mio tertawa keras,”jangan-jangan kau...”
”apa!!”sela Noa tak suka.
”hanya agar kau ketahui kita sudah bersama selama 70 Hawlow (di dunia sama dengan 7 bulan namun hitungan dunia Devil yang segelnya tertutup menjadi cepat di umpamakan 70 tahun di dunia devil)..., dan kita...tak memiliki keturunan..., sedangkan kau sibuk dengan wanita lain...”ucap Mio dengan ketus.
Noa yang tak perduli melangkah keluar, Mio yang merasa di abaikan melempar sesuatu pada Noa.
”Hei kau....” agar kau ketahui....!!! aku jengkel dengan title ini aku jengkel dengan pertanyaan dan aku jengkel padamu!!!!” herdik Mio dengan tatapan marah dan mata memerah, dia mengucapkan sesuatu dan sebuah cambuk perak keluar dari tangannya,”rasakan ini dasar laki-laki playboy....,Cane...!!”cambuk itu menggetarkan istana dan seluaruh penghuninya menatap ke arah pasangan itu.
”aku membencimu King sialan...”herdik Mio tanpa ampun mengeplakkan cambukknya (jiah ”mengeplakkan” apa’an tuh...).
”hei...tenangkan dirimu....”ucap Noa sambil menghindar.
Mio masih dengan brutal mencambuk Noa ketika seorang wanita tiba-tiba muncul di hadapan Noa dan segalanya terdiam.
”ka...kau..., Renai...”ucap Noa terbata.
Wanita bernama Renai itu tertawa sinis lalu memegang wajah Noa,”kau..., King yang sangat luar biasa...., menyebalkan dan....kau...benar-benar membuatku muak...”ucap Renai,”aku kesini karna kau sudah membuat hidupku buruk..., kau melecehkanku seperti sampah dan aku benar-benar muak padamu...”.
”Re..., renai apa maksudmu??”tanya Noa sedikit mundur.
”bodoh..., selama ber hawlow hawlow (jiah maksa xixixi gpp lanjut...) kau membuatku menderita..., kini kau rasakan penderitaanku....!!! Reireigi4rlegianowomen....”ucap Renai mengucapkan sebuah mantra pada Noa yang tak sembat menghindar hingga tubuhnya langsung bersinar.
Mio diam takjub, semua penghuni kerajaan berkumpul termasuk King n Queen yang langsung syok ketika perlahan sinar itu menghilang. Noa berubah, rambutnya tergerai panjang dan wajahnya serta lekuk tubuhnya berubah. Noa berubah menjadi wanita.
”ahahahahahahahahaha....”tawa Renai,”rasakan pembalasanku, haahahahahahaha...”.
Blugh...,Mio memukul Renai hingga tubuhnya hancur dan remuk.
Noa masih diam menatap dirinya.
”Noa...”ucap Queen Arrie menatap anaknya.
”apa?”tanya Noa dengan nada wanita. Noa menatap Mio,ayahnya kemudian ibunya.
”kakak...”ucap Shanta dari belakang tubuh Queen Arrie,”kakak menjadi perempuan?, kakak cantik...secantik kak Mio...”kata Shanta sambil menahan tawanya.
”a...apa”ucap Noa tak percaya.
Mio hanya diam kaku tanpa berbicara dia berbalik dan pergi.
”Tidak...apa yang....tidakkkkkkkkkkkkkkkkk...”teriak Noa histeris. Tak seorangpun berani berkomentar bahkan King Nam Gil telah memanggil ahli sihir dan Devil pengobat namun tak satupun yang dapat mengobati Noa yang semakin hari sikapnya berubah namun sisi lain dari kepemimpinanya tetap ada.

Hingga akhirnya pemerintahan Devil mengadakan rapat besar dan memutuskan Noa tetap sebagai King dan Mio sebagai Queen karna garis tahta yang tak bisa di putus. Satu-satunya cara lain adalah kamar keduanya di pisah pemerintahan Devil tetap di pimpin oleh King sedangkan Queen mengurus rumah tangga istana. Setelah kejadian itu sehari-harinya Queen hanya berjalan tanpa tujuan ke hutan-hutan monster.
Negri Devil memiliki banyak aneka rupa-rupa Deviil (jiah..., udahlah karang bebas ^^v) mulai dari monster besar hingga mini Devil (apa-an tuh...).
”Mio...., jangan begitu nak....”ucap Emma ibu Mio membelai punggung anaknya dengan lembut pada Mio yang sedang menangis.
”aku normal ibu..., aku tak sanggup jika seperti ini terus...”isak Mio dengan sedikit bergetar.
Emma terus membelai punggung anaknya,”ibu mengerti..., tapi kau telah menjadi Queen..., apapun yang terjadi kau harus menghadapi takdirmu..., kau sudah putuskan akan mengambil seorang anak di mana?”tanya Emma dengan tenang.
”Entahlah..., aku tak memikirkannya..., masih ada Shanta yang bisa menggantikan kakaknya...,aku sudah tak ingin memikirkan itu lagi...”ucap Mio sambil mengusap air matanya.
”kau dengar sendiri Shanta mengatakan tak ingin menggantikan Noa..., dan sepertinya Arrie tetap bersikukuh anaknya akan kembali...”Emma mengingatkan.
Mio terdiam dan menatap ke arah jendela ke arah langit yang semerah darah.

”Queen..., kuin mau kemana?”tanya seorang pelayan mengejar Mio yang sedang memasuki hutan lahar naga.
”jangan ikuti aku..., biarkan aku sendiri...”ucap Mio dengan dingin. Gaunnya yang panjang terseret berat menuju ke tengah hutan.
”tapi Queen..., kata King...”
”TNGGALKAN AKU!!!”bentak Mio hingga burung-burung gagak berterbangan tak beraturan.
Pelayan itu langsung terdiam dan membiarkan Mio pergi.
Setiap Mio berjalan Masyarakat Devil selalu menunduk tanpa berani mendekat.
Mio terus dan terus berjalan.

Sementara itu....
”aku bosan...,tak ada laki-laki lain apa?”ucap Noa yang menaikkan kakinya ke kursi tengkorak yang lebih datar.
”King..., apa King dan Queen telah memutuskan keturunan kalian?”ucap panglima Piere dengan telinga panjangnya.
”ah..., aku ini wanita...., jangan mengungkit itu karna kau tau sendiri aku dan dia tak akan memiliki keturunan...., biar dia saja yang memilih...” kata Noa dengan cuek dan terus bersantai sementara pelayan laki-laki yang seperti boneka memijat pundak dan kakinya.
Tiba-tiba pasukan perbatasan Devil datang dengan tergesah.
”ada apa?”tanya Noa dengan santai.
”ya...yang mulia...hh....pe...perbatasan de...dengan dunia lain ter...terbuka yang mulia...”lapor salah seorang.
”apa?”pekik Noa yang langsung beranjak berdiri.
BLAR........., goncangan kuat, dentuman keras di sertai kilat yang menyambar cepat membuat semua panik.
”apa yang terjadi..., lindungi raja...”pekik para pengawal kerajaan.

Sementara itu Mio yang merasakan guncangan itu jatuh terduduk dengan di lindungi para burung gagak yang menyelubunginya.
”apa?apa yang terjadi?”tanya Mio dengan bingung.
Sesaat kemudian kondisi keadaan alam kembali seperti semula. Setelah aman para burung gagak itu pergi, Mio sendiri masih diam di tempatnya.
Tak lama dia beranjak ketika mendengar sesuatu.
”Oaoooa....oa....”tangis lirih. Mio yang terkejut mencari sumber suara. Perlahan dia menajamkan pendengarannya. Langkah Mio lurus menuju ke sebuah danau di tengah hutan yang di penuhi naga dan lumpur lahar naga (wkwkwkwkwk..., sorry ngaco...namanya juga ngayal....).
Mio menatap ke arah tepi danau yang di kelilingi naga-naga besar. Serentak Naga-naga itu menyingkir ketika Mio datang mendekat.
”Queen..., apa yang menyebabkan yang mulia datang ke mari?”tanya seekor naga dengan patuh pada Mio.
”apa yang sedang kalian kelilingi?”tanya Mio sambil menatap sebuah keranjang.
”dari baunya itu daging segar Queen..., dan kami akan menjadikannya santapan kami…”ucap Naga itu.
Mio tanpa perduli berjalan menuju keranjang itu. Naga yang lain cepat menyingkir dan saling bergumam pada pemimpin mereka (yang tadi berbicara dengan Mio), Perlahan Mio membuka keranjang itu dan setengah terkejut dia menatap isi di dalamnya.

Bayi itu menatap Mio berkedip manis lalu tersenyum pada Mio. Mio tertegun menatap bayi itu, matanya berwarna biru cerah dan sangat menawan (wkwkwkkwkwkwk..., sorry....sorry suju jack....namanya juga ngayal).
”Queen...”
”...”Mio mengangkat bayi itu dari keranjangnya.
”Queen...”ulang naga itu.
”diam kalian....!!! dia akan ku ambil..., aku akan menggantikan makanan kalian...”ucap Mio dan menatap Bayi mungil di pelukannya, senyumnya begitu manis tangannya menggapai-gapai wajah Mio. Para Naga tak dapat membantah lagi ketika Mio membawa bayi itu pergi. Hanya dengusan kesal dan semburan api yang keluar dari hidung mereka.
Mio terus menatap Bayi itu,matanya lembut dan sayu..., bukan bermata merah seperti keturunan para devil yang lain namun tatapan matanya benar-benar memikat.
”kau..., siapa?”tanya Mio berbisik.
Bayi itu hanya tertawa dan terus menggapai-gapai wajah Mio. Mio balas tersenyum dan dengan cerah terus berjalan ke arah istana.

”ahaahahha...., akhirnya segel terbuka....”tawa Noa penuh kemenangan.
”Queen datang...”ucap pengawal istana dengan suara melengking.
Mio masuk dengan perlahan, hingga para penghuni yang berkumpul menatap ke arah apa yang di bawa Mio termasuk Noa yang langsung mundur beberapa langkah.
”a...apa yang kau...”
Mio tersenyum lalu memperlihatkan bayi itu pada Noa,”bayi yang manis bukan???”
”...”Noa terdiam ketika matanya bertatapan dengan bayi mungil itu,”siapa dia?”
”aku menemukannya di hutan para naga..., dan aku akan mengangkatnya sebagai anakku...”ucap Mio tanpa berbasa-basi.
”apa? Kau gila...Mio...apa yang...”kata Noa ragu.
”hei Noa..., ibumu yang menyuruh bukan? Bahkan kau tak akan bisa memberikan seorang keturunan dengan....cih...kondisimu sekarang...”cibir Mio lalu mendekap bayi itu lagi.
”a...apa...kau bilang...”kata Noa kesal.
”kenapa? Sudahlah....jangan membuatku muak dengan ocehanmu..., suka atau tidak aku akan merawatnya....”ucap Mio tak perduli kemudian berlalu pergi.
”hei...hei...dengarkan aku...”Noa menyusul Mio ke belakang.
Dengan kesal Mio menatap marah Noa,”apa?”
”kau tak bisa seenaknya saja....”kata-kata Noa berhenti ketika bayi itu berkedip padanya lalu tersenyum manis.
”kenapa? Kau tertarik? Maaf ya..., dia milikku...”ucap Mio menjulurkan lidahnya kemudian berlari pergi pada Noa yang masih terdiam di tempatnya.

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ @@@@@@@ $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© Yuna World 유나, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena