Welcome to my world,Im 유나ArataJJ admin @KBPKfamily ,author &a someone who likes to fantasize.. Thank for visit ^^

Kamis, 20 Januari 2011

Love Story In The Women's Dorm~ chap.1

cerita waktu smp..., bukan cuma aku yang bikin tp my best friend Selvy..., maafin aku....

love story in the women's dorm
chap.1
by_Hermailinda & Shelvy


Di awal musim, semi di asrama LUCIA...

"eh...Raina, selama liburan kamu kemana aja?"sapa Sherry, cewek yang terlihat sangat periang ini.

"m...,aku sih cuma bantuin mamaku di rumah, kalo kamu??"tanya Raina balik.

"kalau aku sih kemaren liburan ke Bali..., terus aku ketemu cowok yang cute banget deh, aduh kok aku jadi malu sendiri ya….” Kata Sherry sambil senyum-senyum sendiri,”tapi kalo cewek satu itu…”Sherry melirik pada seorang cewek berkacamata yang sedang asyik baca di sudut ruangan,”hmmm…”

“udah ah…, kita samperin yuk …”kata Raina sambil tersenyum menatap cewek yang di maksud.

“ok…”kata Sherry. Sherry dan Raina berjalan menuju kea rah cewek yang sedang asyik membaca di sudut ruangan itu.

“hai Lun…, gimana kabarmu? Liburan ini kamu kemana aja??” Tanya Raina tanpa basa-basi pada cewek yang bernama Luna itu.

“m…, aku baik…”jawab Luna dengan datar. “dan…aku…”

“udah deh Ra…, nggak usah di Tanya lagi …pasti liburan ini dia sibuk kerja…kerja…dan kerja lagi…,liburan untuk uang…”sela Sherry yang setengah bercanda.

Luna pun menutup buku yang di bacanya sambil melepas kacamatanya dia berkata,”aku akan melakukan sesuatu yang menurutku lebih penting dari pada hanya menghamburkan uangku untuk hal yang nggak penting…, aku hanya mencoba mengisi hidupku dengan hal yang aku sukai…yaitu bekerja…” kata Luna datar lalu dia beranjak dari tempatnya dan berjalan pergi.

Sherry yang sempat terdiam dengan kata-kata Luna hanya bisa terpaku,”eh…Ra…,Lu…Luna marah ya padaku?”Tanya Sherry gugup akan kata-kata Luna tadi,”aduh Ra…, aku salah ngomong nih…”

“nggak usah di fikirin Sher…, paling dia Cuma bercanda…, lagi pula kita sama-sama taukan sifat Luna yang super cuek dan dingin itu…” Raina menenangkan sahabatnya.

“i…iya deh…”ucap Sherry masih merasa bersalah.

“…”

“hey…, kalian berdua…., sedang apa di situ? Udah laper nih…” pekik Luna sembari berbalik kearah sahabat-sahabatnya.

“tuh kan…”senyum Raina diikuti anggukan Sherry.

“ada apa?...,ayolah…sebelum kantin menjadi sesak…” kata Luna lalu berjalan mendahului.

“m…, ayo deh…”ucap Sherry dan Raina bersamaan. Mereka pun berjalan menuju kantin yang sudah mulai di penuhi anak-anak lain yang sudah kelaperan, dan memang sudah waktunya jam makan siang.

“yaampun…, penuh…,gimana nih??”pekik Sherry kecewa.

“m…Luna melangkah pasti ke senuah meja yang di penuhi cowok berotot yang kelihatan kekar. Sesaat Luna berbicara akrab dengan mereka hingga para cowok itu meninggalkan tempat duduknya dan sempat mengucapkan salam pada Luna sebelum mereka pergi. Luna memberi isyarat pada kedua sahabatnya yang sedikit tercengang.

“wah Lun nggak nyangka…bukannya mereka dari klub tinju…, mereka terkenal seram karena tubuh besar mereka…,wah…Sherry kagum padamu Luna…”seru Sherry yang nggak di perduliin Luna yang langsung duduk di tempatnya.

Raina hanya tersenyum menatap Sherry lalu duduk di sebelah Luna.

“huh…” desah Sherry dengan kesal.

“sudahlah…,cepat pesan makanannya…”perintah Luna cuek, sambil memasang headsetnya.

“baiklah-baiklah…, kalian pesan apa?” Tanya Sherry dengan wajah cemberut, memang kali itu gilirannya mengambil jatah makanan.

“double choco banana chese…minumnya air mineral saja…”kata Luna cepat dan kemudian membuka buku yang di bawanya tadi.

“sama kayak Luna…,tapi aku minumnya teh green ya…”ucap Raina sambil tersenyum,”mau ku temani?” tawar Raina.

“”nggak usah…, hari ini kan memang giliranku ra…”saat Sherry hendak melangkah tiba-tiba Luna berkata.

“hei…, jangan lupa hari ini giliran kamu ngegantiin tugas nyuci piring ku...” ucap Luna dengan entengnya.

Langkah Sherry terhenti sejenak lalu menjawab,”i…iya…iya …aku ingat kok…”kata Sherry setengah hati lalu bergegas pergi memesan makanan.

“Luna…,kau ini…”tegur Raina. Namun Luna tak perduli.

Luna hanya diam dan kembali membaca bukunya.

“Luna…” Raina melepas sebelah headset Luna.

“…”Luna mengerti temannya ingin berbicara serius dengannya dan melepas sebelah headsetnya.

“apa kamu nggak merasa capek Lun?” Tanya Raina mengawali.

“untuk?”

“kamu selalu melakukan hal itu…, terus bekerja…, apa kamu…”Raina setengah berbisik.

“Ra…, aku nggak pernah merasa capek atau apapun yang sudah aku kerjakan ataupun yang aku lakukan…,karena aku akan menerima segala konsekuensinya…, aku hanya ingin menghargai hidupku sendiri dengan caraku karena aku adalah diriku sendiri…” ucap Luna dengan santai dan lugas. Raina mengerti akan sifat sahabatnya itu dan tidak membantah lagi. Tak berapa lama pesanan mereka datang,dan mulai menyantap makanan mereka masing-masing dengan suasana akrab.

“wuahhhh….,akhirnya kita kembali bersama lagi…., tapi aku jadi rindu dengan Lia…sayang dia pindah hanya karena hal sepele itu…, padahalkan kita sudah membelanya aku sedikit kecewa pada Lia…”ucap Sherry lirih sambil duduk di tempat tidurnya.

“sudahlah Sherr…,syukur-syukur kita bisa satu kamar lagi…, karena memang tak ada program acak kamar lagi…,kepala sekolah cukup pusing mendengar tuntutan para murid yang nyaman dengan teman sekamarnya…”putus Raina menerangkan sambil melipat pakaiannya dan memasukkan dalam lemari berukuran sedang di sebelah tempat tidurnya.

“hm…, kamu benar ra…, tapi kayaknya ada yang lagi bosen di kamar…”Sherry melirik Luna yang duduk dip agar beranda.

Raina mengalihkan pandangan matanya ke Luna yang sedang duduk di beranda sambil menatap kosong kea rah sebuah kartu atm.

“ada apa Lun?”Tanya Raina antusias sambil mendekat ke arahnya.

“hm…”desah Luna lalu beranjak dari tempatnya dan mengambil jaketnya di samping tempat tidurnya,”Ra…,Sher…kalian nggak perlu nunggu aku, tapi tolong beranda jangan di kunci…”pesan Luna lalu berjalan kea rah beranda.

“kamu mau kerja lagi Lun? Lun…, apa kamu nggak takut akan ketahuan…, Lun…kami mengkhawatirkan mu Lun…”Sela Sherry yang tau maksud Luna, sambil mencoba mencegah Luna dengan menarik lengannya.

“Sher…”tegur Raina.

“pokoknya nggak boleh…” kata Sherry keras kepala.

Luna tersenyum sesaat lalu melepaskan pegangan tangan Sherry,”aku tak ingin melakukan hal yang tak ingin ku lakukan Sherry…,aku tau kau bisa mengerti aku…”Luna tersenyum sesaat Lalu tanpa perduli lagi Luna bersiap di pinggir beranda.

Raina hanya mendesah ringan menatap Luna.

“Lun…, please untuk kali ini dengerin aku…”pinta Sherry dengan sewot,”kami nggak mau sampai…”

Luna memotong kata-kata Sherry dan mengambil ancang-ancang,”aku tak ingin berdebat denganmu Sher…, sampai jumpa besok…” Luna melompat kesebuah dahan pohon yang cukup tinggi dan tumbuh tepat di samping beranda, hingga dalam sekejap Luna hilang dari pandangan mata.

“LUNNNNN…..”teriak Sherry sambil melongok keluar beranda. Namun tak ada jawaban selain bunyi jangkrik , dan hentakan keras…

‘GUBRAK…’bunyi pintu kamar mereka di dobrak.

“ada apa Sher?”Tanya Karina yang pertama kali muncul, diikuti Julia, Reva,dan Paulina bersamaan dengan panic. Mereka cukup terkejut mendengar teriakan Sherry tadi.

“m…e…”Sherry terdiam kikuk.

“ada apa sih?...kok jadi gugup gitu?Luna kenapa? Ada apa?”Tanya Reva dengan panic.

“itu…si Luna…”ucap Sherry hamper keceplosan, ketika Raina dengan segera membekap mulut Sherry dengan tangannya.

“m…, itu maklum aja! Sherry kan suka nyanyi! Jadi Luna…Luna… gitu…ngetes suara …!” ucap Raina sambil menirukan suara dan gaya Sherry.

“oh…gitu…sukurlah…” kata Julia yang sebenarnya setengah tak percaya.

“ngomong-ngomong kalian kok bawa cemilan?” Raina berusaha mengalihkan pembicaraan.

“loh…,kamu lupa ya…? Sekarangkan waktunya kita ngegosip” jawab Paulina mengingatkan, dia duduk di tempat tidur Luna.

“oh…,iya…”ucap Raina baru ingat.

“lalu…, mana Lunanya?”Tanya Karina penuh selidik.

“itu…,Lunanya kabur gara-gara ngedenger suara Sherry tadi! Dia mungkin mules ngedenger suara Sherry yang menggelegar itu…”hawab Raina asal.

“ih…,kok kamu gitu sih?”ucap Sherry cemberut dan manja. Nah …, kumat lagi tuh sifat kekanak-kanakannya.

“udah deh…, sekarang sebaiknya kita mulai ngegosip…”ucap Paulina dengan cepat,”tapi apa topic yang asyik ya?” kata Reva memulai.

“apa aja deh” kata Sherry masih kesel.

“m…,kalo gitu cowok aja deh…” saran Paulina dengan wajah cerah dan semnagat yang tinggi.

“ra…, kamu nggak mau ikut?”Tanya Julia pelan, pada Raina yang kembali sibuk di depan komputernya (maklum Raina seorang ketua osis jadi khusus ketua osis di beri fasilitas tambahan).

Raina tersenyum perlahan lalu berkata”nggak…, aku lagi banyak kerjaan kalian aja …”tolak Raina halus lalu sibuk ngetik lagi.

“yah nggak seru dong…, padahal kita-kita mau tau soal kedeketan ‘you’ sama Eve…”canda Sherry sambil berkedip jahil menggoda Raina yang wajahnya langsung memerah.

“ah…,ternyata Raina pacaran ya…sama si wakil ketua osis…,m…bakalan seru nih kalo di bahas…,hatuh cinta ama si wakil…”pekik Reva sambil terkikik yang membuat konsentrasi Raina buyar.

“a…apa-apaan sih kalian ini ngaco…, aku sama Eve nggak ada hubungan apa-apa…,titik…dan jelas kan???” elak Raina yang Cuma di tanggapi yang lainnya dengan tersenyum tak acuh.

“ayolah Ra…, ngaku aja…, aku tau si wakilmu itu menyukaimu kan…”kata Sherry dengan menggoda di dukung anggukan yang lain.

“sudahlah…, dia itu hanya temanku nggak lebih…dan nggak kurang …, lagipula kalian ini baru masuk sudah nyebarin gossip yang nggak-enggak aja…” Raina menasehati panjang lebar.

“iya-iya…,memang susah deh ngomong sama orang yang lagi pura-pura nggak suka…”kata Karina sambil memakan cemilannya. Dan berusaha nyudutin Raina.

“eh tapi…, dari tadi aku nggak liat Luna …, kok nggak balik-balik sih?”Tanya Julia yang sadar akan keabsenan Luna.

“em…, eh…tau nggak waktu aku liburan aku ketemu cowok cakep…cute lagi…Cuma saying aku nggak sempat kenalan…” Sherry berusaha mengalihkan pembicaraan mereka yang mulai mencari keabsenan Luna.

“yah sayang banget sih…”kata Paulina yang tertarik, namun agaknya Kara masih curiga sambil nengok kearah beranda.

“yah…, namanya juga gugup…kan…aku…” suara tawa terus terdengar dari kamar itu dengan sesekali pekikan dan tawa ringan hingga waktu menunjukkan jam tidur mereka, dan masing-masing kembali ke kamarnya dengan rasa kantuk yang begitu kuat.

“hoem…Ra…aku tidur duluan ya…”kata Sherry dengan kuap yang lebar.

“ya deh…, tapi beranda jangan di kunci loh…”pesan Raina yang terus sibuk mengetik.

“beres…”

Waktu terus berjalan hingga Raina tak kuasa menahan kantuknya dan tertidur di depan komputernya yang masih menyala.

“waaa….”pagi yang cerah di awaki dengan teriakan Raina.

“hoem…”kuap Sherry yang terbangun oleh teriakan Raina,” ada apa sih Ra…, pagi-pagi udah teriak-teriak…”Sherry bangun sambil merenggangkan ototnya.

“ko…komputernya mati…, padahal filenya belum ku simpan…”pekik Raina histeris,”belum ku Copy lagi…gimana dong??”

“memang apa sih isinya?”kata Sherry dengan cueknya sambil ngiket rambutnya kemudian jalan kearah kamar mandi.

“data-data pengeluaran kas osis yang harus di tanda tangani hari ini…, aduh gimana nih…,hu…hu…hu…”Raina pun mulai menangis saat tiba-tiba Luna muncul dari kamar mandi dengan pakaian seragam lengkapnya.

“ada apa sih?” Tanya Luna sambil duduk di tempat tidurnya.

“Raina kehilangan filenya gara-gara komputernya mati…”jelas Sherry sekilas lalu masuk ke dalam kamar mandi.

“oh…,ini Ra…”kata Luna sambil nyerahin sebuah disket pada Raina,”datamu sudah ku simpan di sini semuanya…”jelas Luna memecah kebingungan Raina menjadi perasaan lega.

“makasih Lun…kamu memang teman terbaikku…” Raina mengusap air matanya dan kemudian sudah kembali sibuk di depan komputernya.

“…”sementara Luna sibuk menyiapkan diri.

“oh iya Lun…, kamu pulang jam berapa?” Tanya Raina yang tatapannya beralih pada Luna yang sedang mengenakan sepatunya.

“seperti biasa…, Ra…aku duluan …, ada yang harus ku kerjakan…” kata Luna sambil mengambil tasnya dan pergi ketika Sherry keluar dari kamar mandi.

“loh Ra…, mana Luna?” Tanya Sherry sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk dan telah berpakaian sekolah lengkap.

“dia pergi duluan…, oh iya Sher…, kamu duluan saja, aku harus menyelesaikan beberapa berkas lagi…, nanti kuncinya aku titip ke pengurus ya…” pesan Raina pada Sherry yang terburu-buru menyisir rambutnya.

“baiklah…baiklah…, aku pergi dulu Ra…dah….wakkkkhhhhh…”

GUBRAK…

Sherry yang kurang antisipasi jatuh dengan posisi tertelungkup, gara-gara keselimpet tali sepatunya yang belum diiket.

“adu Sher…., kamu gimana sih…, kok nggak hati-hati…” Raina membantu Sherry berdiri sambil menahan tawanya.

“huh…sial…” maki Sherry sambil mengusap hidungnya yang sakit, “sudahlah Ra…aku berangkat dulu…”kata Sherry dengan jengkel dan mengikat asal tali sepatunya.

Raina menatap Sherry hingga terdengar gedubrag untuk ke dua kalinya dan lengkingan suara Sherry yang kesal.

“dasar SIAL…..”

_________________________________

to be con....^^

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

© Yuna World 유나, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena