Welcome to my world,Im 유나ArataJJ admin @KBPKfamily ,author &a someone who likes to fantasize.. Thank for visit ^^

Kamis, 20 Januari 2011

“SPRING IN LOVE” (FF )Chap. 6

Chap. 6

(opening ost. Spring in love- “Love & War” Davichi)

“mana Linda?” tanya Frans kesal pada Tsatsa yang sedang bermain dengan bonekanya.
”Tsatsa tidak tau kak...”ucap Tsatsa tak perduli dan terus bermain dengan bonekanya.
”huh..., anak itu awas saja bila bertemu...”sungut Frans lalu pergi begitu saja sambil mengomel.
”Tsa..., apakah kau lihat Linda?”tanya Dhicca yang baru saja datang.
Tsatsa mendesah dan menatap malas pada Dhicca,”kenapa sih orang-orang selalu menanyakan kak Linda? Aku tidak tau di mana Kakak aneh satu itu....”kata Tsatsa ketus lalu meninggalkan Dhicca.
”h...” Dhicca terduduk sambil memegang dada kirinya,”au...”pekik Dhicca.
Lina yang sedang melintas, datang mendekat,”kau tidak apa-apa Dhicca?” tanya Lina dengan nada khawatir.
”m...”angguk Dhicca berpura-pura,”bu..., aku akan kembali ke kamar...”ucap Dhicca lalu pergi sambil menahan rasa sakitnya.
Lina mendesah kecewa menatap ke arah Dhicca pergi,”kenapa anak itu selalu menghindar dariku..., h....”Lina meninggalkan tempatnya dengan pertanyaan yang terus membebaninya.

”dasar..., anak nakal...kau harus menerima hukumannya ya...” pekik Kim sambil menarik telinga Linda.
”Aigo! (Aduh!)sakit bi...”Pekik Linda sambil meringis kecil.
”nona Kim..., apa yang anda lakukan...”pekik Lina
Kim melepaskan Linda yang langsung bersembunyi di belakang Lina.
”didik anak mu dengan betul..., lihat, dia menumpahkan kue di dapur
...”ucap Kim dengan membentak.
”baiklah jika anakku bersalah..., maafkan dia...” pinta Lina.
”enak saja kau berbicara kau tau Saeng Baksanim ( Dokter Saeng) akan datang sore ini dan anakkmu mengacaukan jamuan untuknya...!!”bentak Kim.
”sudahlah Kim..., dia masih anak-anak...”ucap Bo Yong salah satu pengurus panti.
”kau membela mereka Bo Young? Kau membela anak nakal ini...” pekik Kim tak percaya.
”aku yang salah..., Linda berusaha mengusir kucing tapi aku terpeleset...”tambah Bo Young dengan bijak.
”iya Umma..., bukan aku yang menumpahkan kue-kue itu...” ucap Linda membela diri.
”Gôjitmalhaji maséyo! (jangan bohong!)...”bentak Kim membuat Linda kembali mundur.
”Kim...”seru Bo Young.
Lina mulai berbicara pelan,”aku percaya pada anakku…”
“MWO!! (apa!!)”bentak Kim tak suka,”untuk hari ini kalian tak akan mendapat jatah makan!!!”pekik Kim dengan kesal lalu pergi.
Bo Young menatap kaku pada Kim,”Lina..., ku harap kau bersabar dengannya…”ucap Bo Young dengan prihatin.
“iya kak aku mengerti…,kamsahamnida….”Lina menunduk hormat lalu menuntun Linda pergi.
“umma….mianhamnida…, igôn modu jé jalmosimnida (ibu..maaf…,ini semua salahku…)”ucap Linda sambil menunduk,”aku hanya ingin membantu tapi akau malah mengacau…”.
Lina tersenyum pada Linda,” Gwænchansēmnida (tidak apa-apa) anak manis..., asalkan kau memang benar-benar tak bersalah...umma akan membelamu…”.
“Jinca? (sungguhkah?)”yakin Linda,”aku hanya ingin meminta makanan untuk Dhicca umma..., tapi aku…”. (diiringi ost. “Thank You” by_Kim Hyun Joong)
“ssttt…, umma mengerti…sudahlah…ayo kita kembali...”kata Lina dan dengan patuh Linda mengikutinya.

“apa umma!! Kita tidak makan?”pekik Frans, keempatnya berkumpul di sebuah petak rumah kecil tempat mereka tinggal selama ini di belakang panti,”apa ini karna ulah Linda lagi?” sudut Frans sambil menatap Linda tajam.
”kakak jangan selalu menyalahkanku dong..., aku kan tidak sengaja..., aku hanya ingin membantu...”Linda beralasan.
”tapi kakak malah mengacau...”sambung Tsatsa,”kakak selalu saja begitu...”
”tapi aku tidak sengaja...”pekik Linda tak ingin kalah.
Lina menengahi keributa kecil itu,”sudahlah..., jangan saling menyalahkan..., umma tak suka itu..., dan apapun yang terjadi umma akan mengusahakan agar kalian tetap makan...” kata Lina.
”tapi umma...”Frans berusaha membantah.
”tidak apa-apa Frans..., umma akan membeli makanan dengan tabungan kita...” senyum Lina menghentikan perdebatan saat itu hingga suara ketukan kecil terdengar.
Frans langsung membuka pintu.
”Dhicca...”pekik Linda smbil menghampiri Dhicca.
Dhicca menunduk pada Lina lalu tersenyum pada Linda,”ku dengar kau mendapat masalah karna ingin membantuku?”.
“apa? Tidak...tentu saja tidak..., hanya saja aku sedang sial...kau tau nenek sihir itu tetap saja parah...”cibir Linda membuat Dhicca tertawa kecil.
”umma pergi dulu..., kalian tetap di rumah hingga umma datang...”pesan Lina lalu pergi.
”ya umma....”jawab Frans, Tsatsa, dan Linda berbarengan.
”aku harus kembali Linda..., kak Frans...,Tsatsa Mônjô silyéhagéssēmnida....(saya permisi dulu...)”kata Dhicca sambil menunduk.
”perlu ku antar?”tawar Linda dengan perhatian.
”aniyo (tidak)..., aku pergi dulu...”ucap Dhicca menolak dengan halus.
Linda mengantarnya dengan pandangan khawatir.
”apa tidak apa-apa membiarkannya sendiri?”tanya Frans yang tau kekhawatiran adiknya.
Linda menghela nafas pendek,”Morēgéssēmnida...(tidak tahu...),ku fikir tak akan terjadi apa-apa padanya kak...”ucap Linda dengan desahan pendek.
”apa kakak tidak tau katanya mereka akan mengerjainya jika kakak tidak ada di dekatnya...”ucap Tsatsa sambil memainkan bonekanya.
”Mwo? (apa?)..., aku tidak me...”Linda menghentikan kata-katanya ketika terdengar teriakan Dhicca.
”tuh kan...”kata Tsatsa dengan santai. Linda langsung berlari ke asal suara sebelum sempat di cegah oleh Frans.

”dasar penyakitan..., berikan bonekamu pada kami..., jangan kira karena ada Linda kau bisa berjaya ya...”ucap Si Yoon, seorang anak perempuan penghuni panti sambil menarik paksa Dhicca hingga jatuh ke kubangan lumpur.
”jangan..., kak ku mohon kembalikan...”tangis Dhicca sambil mencoba merebut namun anak lain mendorongnya dan membuat Dhicca semakin kotor.
”kau tau jika Linda datang dan mencoba menolongmu..., pengurus Kim kemungkinan besar akan mengusir dia dan keluarganya..., dan kami akan bebas...”tambah seorang anak perempuan lagi bernama Yuon Ha.
Dhicca menatap marah,”kenapa kalian membenci Linda?”
”karena dia sok berkuasa dan anak-anak laki-laki takut padanya..., dia kira dia bos di sini...” bentak Si Yoon dengan galak.
”aku memang bos...,jika kalian ingin menantangku..., lawan aku...”ucap Linda sambil membantu Dhicca bangun,”kembalikan boneka Dhicca...”.
” aniyo (tidak)...”ucap Si Yoon yang langsung membuang boneka Dhicca ke arah kubangan. Dan ke 4 anak-anak lain langsung menginjaknya.
”tidak...!!”teriak Dhicca, dan tanpa fikir panjang dia langsung memeluk bonekanya dan sempat terinjak hingga dia merintih.
”hei..., kalian keterlaluan....!!!”teriak Linda dan langsung menyerang Si Yoon
(Diiringi ost.”Sign”_by.Brown Eyed Girl)
Linda berusaha melawan namun Si Yoon di bantu ke 4 temanya berhasil menjatuhkan Linda ke kubangan lumpur dan menertawakannya.
”HEI....”bentak seseorang dengan keras. Si Yoon dan ke 4 temannya langsung lari meninggalkan Linda dan Dhicca.
”Linda...”pekik Dhicca langsung membantu Linda berdiri,”kau tidak apa-apa?”tanya Dhicca panik.
” Gwænchansēmnida (tidak apa-apa)”ucap Linda sambil mengusak wajahnya yang penuh lumpur.
”kalian tidak apa-apa?”tanya seseorang yang telah menolong mereka.
”tidak apa-apa paman...,kamsahamnida (terimakasih) telah menolong kami...”ucap Linda sambil menunduk hormat diikuti Dhicca.
”aku harap kalian tidak terlibat masalah lagi...”ucapnya dengan bijak.
”ya paman sekali lagi terimakasih...”ucap Dhicca kali ini. Laki-laki itu segera pergi ketika tak lama kemudian Kim datang diikuti Si Yoon dan teman-temannya.
”Hei anak nakal!!! Benar kau telah memukul Si Yoon…!!!”bentak Kim.
Linda mendesah kesal namun Dhicca membelanya,”tidak ibu Kim...,Linda tidak bersalah...mereka yang...”
”diam kau!!! Aku tidak berbicara padamu!!”bentak Kim pada Dhicca yang langsung terdiam.
”aku tidak memukul mereka bi..., mereka yang mendorong ku ke lumpur!!”bela Linda pada dirinya sendiri.
”Gôjitmal! (bohong!), dia memukulku dengan keras bu...”ucap Si Yoon sambil berpura-pura kesakitan memegang pipinya.
”aku tidak berbohong!!!” bantah Linda tak terima.
”cukup!!! Kau Linda!! Sekarng cepat bersihkan seluruh kamar mandi panti!! Dan kau Dhicca!!! Cepat kembali dan bersihkan badanmu!!!”bentak Kim diikuti ttapan marah Linda dan senyum kemenangan Si Yoon.
Frans yang tiba-tiba datng langsung membela adiknya,”Linda tidak bersalah bi..., mereka yang menyerang!!!”ucap Frans tak terima.
”kau berani menentangku!!! Menentang pengganti pengurus utama panti ini!!! Cepat kalian berdua bersihkan seluruh kamar mandi panti sekarang!!!!” kata Kim dengan suara tinggi.
”Tapi...”Frans berusaha menyela.
”CEPAT...”lengking Kim tajam.
Dengan perasaan marah Frans dan Linda berjalan ke arah kamar mandi panti sementara Dhicca yang akan mengikuti, langsung di cegah Kim.
”cepat kembali kekamarmu atau aku tak akan memeberi jatah makanmu untuk malam ini...”kata Kim, sementara Si Yoon tersenyum sinis penuh kemenangan.
Dhicca sempat menatap Linda yang diikuti anggukan Linda yang kemudian menghilang.

”tumben kakak membelaku...”ucap Linda dengan heran sambil menyikat dinding kamar mandi.
”memang tidak boleh?..., aku kesal kau di begitukan kau tau!!!”jawab Frans sambil menyikat di dinding sisi lain.
”Aniyo eoniku (tidak kakak), aku malah merasa senang..., ku kira kau tak akan pereduli pada adikmu yang manis ini...” cibir Linda sambil tersenyum jahil.
”apa kau bilang? Aish... dasar!!! Gara-gara kau aku ikut menggosok yang tak penting..., padahal besok aku harus ke sekolah...”sungut Frans dengan menghentak.
”ah kakak..., kau kan kakakku yan paling baik...”ucap Linda sambil menyentuh kedua pipi Frans dengan tangan penuh sabun.
”tidak...aish...dasar kau...” Frans mencoba membalas namun Linda langsung menghindar dan tertawa. (diiringi ost_”G.O.O.D LOVE” By.MBLAQ).

Hingga malam menjelang…
“kakak…, aku lelah…”ucap Linda sambil tertunduk lesu. Keduanya masih di beri tambahan tugas dengan membersihkan halaman panti di belakang.
“kau kira aku tidak…,aish…Aigo!(aduh!)”pekik Frans sambil memegang kakinya.
“ada apa kak?” ucap Linda panik.
”hanya terkilir..., aduh...”
Tak lama Lina datang dengan wajah khawatir,”kalian tak apa? Oh syukurlah...”ucap Lina sambil memeluk Linda dan Frans. Tsatsa berjalan di belakangnya diikuti Dhicca yang tersenyum lega.
”Umma...”seru Linda kaget,”Dhicca..., kalian...”
”ayo kita kembali...” ucap Lina,”Dhicca...,yang memberitahu umma..., ayo kita kembali...,kamsahamnida (terimakasih) Dhicca....”
”chon maneyo...”balas Dhicca dengan wajah lega.
”tapi Umma ...”Frans berusaha membantah sambil menatap sekelilingnya.
”tidak apa-apa..., ayo kita kembali…”Lina berusaha menuntun Frans namun belum sempat berjalan jauh Kim datang.
”kalian tidak boleh pergi sebelum anak-anakmu membereskan semua ini!!” ucap Kim dengan membentak.
”tapi kak..., anak-anakku butuh makan..., dan Frans harus sekolah besok...”kata Lina membantah.
”TIDAK...!!!”pekik Kim dengan kasar.
”apa maksudmu Kim?”ucap seseorang dengan suara ringan.
” Saeng Baksanim ( Dokter Saeng)...”ucap Kim dan Lina berbarengan.
”paman...”pekik Linda senang.
”paman...”ucap Dhicca dengan suara kecil.
”Bo Young..., ajak mereka makan bersama anak-anak lain...”perintah Saeng.
”Gērǽyo(ya, baiklah...)”kata Bo Young dengan sopan.
Kim berusaha membantah,”tapi anak itu telah merusak hidangan dan berkelahi...”
”tidak bukan anak itu..., dia yang di serang terlebih dahulu..., aku melihatnya sendiri...”kata Saeng hingga membuat Kim terdiam kaku.
Lina menunduk hormat pada Saeng lalu berkata pelan,” Saeng Baksanim ( Dokter Saeng), maafkan kami..., aku tak sepantasnya mengatakan ini..., tapi akan lebih baik jika kami keluar dari panti ini...”.
”Wæ?(mengapa?)”tanya Saeng dengan berat.
”maafkan aku..., tapi aku tak ingin merepotkan Saeng Baksanim ( Dokter Saeng),lebih jauh lagi...”ucap Lina beralasan.
Saeng tak dapat membantah saat menatap kesungguhan Lina,”baiklah...,kalian akan ke mana?”tanya Saeng menyerah.
”aku akan mencoba kembali kerumahku...”ucap Lina.
”umma...”kata Frans dan Linda kaget, mereka tak menyangka memiliki rumah lain.
”baguslah...!!!”dengus Kim kesal.
Bo Young hanya mendesah heran.
”baiklah jika itu maumu aku tak akan memaksa..., sekarang mari kita kembali...”tawar Saeng dengan bijak.
”umma..., benarkah kita memeiliki rumah?” tanya Linda tak percaya.
”mullonimnida!(tentu saja!) umma di hubungi bibi kalian...”kata Lina tenang.
”ahjumma?(bibi?), kita memiliki bibi?”tanya Frans tak percaya dan menatap Linda yang juga tak percaya.
”tentu saja kakak..., ahjumma ada di rumah sekarang...”jawab Tsatsa sambil berjalan riang sambil berpegangan pada Lina. Keluarga itu berjalan ringan diikuti Dhicca yang berjalan tertunduk dengan perasaan kecewa.

To Be Con.....


(ost. Penutup by. SS501_”Snow Prince”)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

© Yuna World 유나, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena