Welcome to my world,Im 유나ArataJJ admin @KBPKfamily ,author &a someone who likes to fantasize.. Thank for visit ^^

Selasa, 25 Januari 2011

The princess ~ff~ Bag. 2

The princess ~ff~
Bag. 2

“bisa tidak kau lebih cepat sedikit?” ucap laki-laki itu sambil bersandar ke mobil tua.
Min Ha segera mengenakan septunya dan bergegas keluar dengan tas tua milik laki-laki itu,”iya kak…, maafkan aku…” ucap Min Ha sambil menunduk.

Keduanya kemudian mengenakan mobil dan berjalan kea rah pantai.
“kenapa kakak membawaku ke sini?” Tanya Min Ha dengan wajah cerah setelah 1 minggu perban di kepalanya di lepas dan hanya mengenakan perekat luka.
“kau tak suka?” Tanya laki-laki yang bernama Jae Jong itu.
“m…” Min Ha menggeleng,” aku suka …, selama ini aku kira kakak membenciku karena aku tak mengingat asal-usulku…”
“bodoh…”maki Jae Jong dan terus fokus menyetir.
Min Ha hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya keluar.
Selama perjalanan itu keduanya terus terdiam tanpa berkata apa-apa hingga tiba di tempat tujuan.
“wah… pantai yang indah….”Min Haa langsung berlari mendekati laut sementara Jae Jong mengambil tasnya kemudian terdiam sesaat sambil menatap Min Haa yang berlari kecil seolah berlomba dengan ombak.
“kakak…”Min Haa melambai senang pada Jae Jong yang hanya di balas senyum tipis darinya.
“hei….,, ayo cepat kita harus mencari penginapan…”ucap jae Jong dengan cueknya lalu mulai berjalan kea rah penginapan yang ada di dekat pantai.
Min Ha mendesah kecil lalu berlari menyusul Jae Jong.
“kak tunggu aku…”ucap Min Ha berlari menyusul Jae Jong.
“kau lambat sekali…”
“huh….,a…au…”pekik Min Ha sambil menahan sakit di kepalanya.
Jae Jong berbalik dan menghampiri Min Ha yang terduduk sambil memegang kepalanya.
“kau taka pa?”Tanya Jae Jong.
Min Ha berusaha menahan sakitnya lalu menggeleng,”m…, taka pa kak…”Min Ha mencoba berdiri dengan bantuan Jae Jong. Keduanya kemudian berjalan kea rah sebuah losmen tua.
“Kenapa hanya memesan satu kamar kak?”Tanya Min Ha setelah keduanya di kamar sewaan.
“kau kira aku memiliki banyak uang….”ucap Jae Jong dengan datar lalu meletakkan tasnya di atas meja kecil di ruangan itu.
“oh…”Min Ha berjalan kea rah jendela yang menghadap ke laut lepas.
Pluk, jaejong melempar selembar handuk pada min Ha,”mandilah…., aku tak ingin kau sakit, aku akan keluar sebentar…”ucap Jae Jong dengan nada dingin lalu keluar dari kamar itu.
Min Ha hanya tersenyum dan mengangguk.

Malamnya Jae Jong mengajak Min Ha makan di kedai luar.
“kau tak keberatan jika kita makan di sini kan?”Tanya Jae Jong dengan cueknya.
Min Ha menggeleng kuat,”aku tak keberatan karena aku sudah sangat lapar k…”ucap Min Ha sambil menatap makanan di kedai dengan penuh selera.
Keduanya memesan menu sederhana yang sudah di sediakan dan Min Ha memakannya dengan lahap.
“kak…, gomawo…”ucap Min Ha dengan mulut penuh.
Jae Jong tersenyum miring lalu menyentuh ujung bibir Min Ha dengan tangannya membersihkan nasi yang menempel dan membuat Min Ha terdiam,”kau seperti orang yang tak pernah makan berbulan-bulan, atau aku kurang memberimu makan?”ucap Jae Jong dengan cueknya dan memakan bagiannya.
Min Ha dengan menahan merah di wajahnya memakan makanannya dengan sedikit lebih perlahan.

Hingga malam menjelang Jae Jong duduk di dekat beranda sementara Min Ha berpura-pura tidur sambil membalik badannya membelakangi Jae Jong.
“kau belum tidur?”Tanya Jae Jong sambil menatap kea rah tempat tidur Min Ha yang memang hanya satu-satunya tempat tidur di situ.
“m…”ucap Min ha pendek.
“ada apa? Apa kepalamu sakit lagi??”Tanya Jae Jong lalu mengalihkan pandangannya keluar.
“tidak kak…, kau benar akan tidur di bawah?”Tanya Min ha menutupi wajahnya di balik selimut.
“kau mau kau yang tidur di bawah?” Tanya Jae Jong dengan cueknya. Dan membuat Min Ha menggelengkuat.
“hanya saja di bawah dingin kak…”ucapnya, Min Ha beranjak dan duduk sambil melepas selimutnya,”kakak pakai ini saja…, aku tidak akan kedinginan…”Min Ha meletakkan selimut tebal yang di kenakannya di kursi kecil di ruangan itu lalu kembali tidur membelakangi Ja Jong yang tersenyum sinis.
Tak lama Min Ha tertidur lelap. Ja Jong beranjak dari tempatnya dan mengambil selimut yang di letakan Min Ha tadi lalu menyelimuti Min Ha dengan perlahan.
Tak lama Jae Jong mengambil jaketnya dan beranjak membuka pintu sebelum akhirnya dia benar-benar keluar dari ruangan itu.

Sementara itu…
“Aku tak mengerti apa kalian tak berfikir untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum membwa Min Ha pergi…, kami ini orang tuanya…!!!sudah 1 bulan dia pergi dan kami sangat khawatir apa kalian tak mengerti hah…!!!”ucap Lee Shin dengan marahnya kepada para pengawal yang datang untuk menjemput Shin dan keluarganya.
“bagaimana dengan Min Ha??” isak Chae Kyoung sambil menggendong bayi kecilnya.
“maafkan kami pangeran, ibu suri meminta kami untuk membawa anda ke seoul…”ucap salah seorang sambil menunduk.
“kembali…, h…Chae aku mengerti kau tak setuju tapi kita harus kembali untuk mengetahui keadaan Min Ha…”putus Lee Shin,”dan aku tak ingin pergi tanpa kau…”ucap Shin sambil menatapa istrinya.
Chae Kyoung terdiam penuh pertimbangan lalu akhirnya mengangguk,”baiklah aku akanikut…”.
Chae Kyoung dan Shin segera menyiapkan barang yang akan mereka bawa dengan penuh ketergesahan dan kekhawatiran yang sangat.

Min Ha terbangun dan menyeka matanya menatap selimut yang menutupi tubuhnya lalu mencari keberadaan Jae Jong yang tak ada di kamar itu.
“kak…”ucap Min Ha dengan suara lantang.
Tak ada jawaban apapun dan membuat Min Ha khawatir, Min Ha segera beranjak lalu mencuci wajahnya, dan segera menyambar jaketnya kemudian pergi.

Min Ha berusaha mencari keberadaan Jae Jong namun matanya terpaku pada indahnya matahari terbit. Min Ha terdiam lama, gambaran buran sekilas memenuhi fikirannya hingga Jae Jong datang sambil menempelkan roti hangat ke pipinya.
“kakak…”ucap Min ha terkejut.
“kau mengira aku meninggalkanmu? Makanlah…dan ini…”Jae Jong menyerahkan segelas susu hangat dan sepotong roti pada Min Ha.
“gomawo kak…”ucap Min Ha lalu memakan rotinya dan menatap matahari terbit bersama Jae Jong,”kak aku sudah memutuskan aku akan mencari pekerjaan kak…”ucap Min Ha dengan yakin.
“…” Jae Jong menatap Min Ha lekat.
“aku akan membalas jasa kakak…, hingga ingatanku pulih aku akan membalas jasa kakak…”yakin Min Ha dengan penuh semangat.
“terserah jika itu maumu…, aku tak akan bertanggung jawab apapun jika sesuatu terjadi padamu…” ucap Jae Jong tak perduli dan kembali menatap kea rah laut lepas.

3 hari kemudian di Seoul…
“aku pergi dulu kak…”ucap Min Ha setelah bersiap akan mencari pekerjaan pagi itu.
Jae Jong yang baru bangun hanya menatap kearah pintu.

Dengan penuh semangat Min Ha mendatangi setiap toko yang mencari pekerja yang sudah dia tandai di secarik kertas Koran lusuh.
“gomawo…”ucap Min Ha setelah masuk di sebuah restoran yang baru saja lowongannya terisi.
“h…” Min Ha mendesah kecil lalu memukul pelan wajahnya,”semangat Min Ha…, demi kakak…”ucap Min Ha lalu berjalan ke toko yang lain hingga malam menjelang Min Ha tak kunjung mendapat pekerjaan, semua lowongan telah terisi penuh dan Min Ha mendesah kecewa sambil duduk di bangku taman.
“apa yang harus ku lakukan…”desah Min Ha tertunduk lemas.
Selembar kertas terbang dan jatuh di dekat kakinya, Min Ha mengambil lalu membacanya dan tersenyum senang.


>
“aku pulang kak…”ucap Min Ha sambil membuka pintu dan emndapati Jae Jong sedang memasak mie ramen, seketika Min Ha memegang kepalanya, bayangan lama itu kembali kabur namun Min Ha merasa seuatu yang berbeda.
“ada apa?” ucap Jae Jong curiga.
“ti…tidak….” Ucap Min Ha lalu melepas sepatunya. Dan duduk di meja makan kecil tempat yang memiliki multifungsi.
“selamat makan…”ucap Min Ha, lalu mengambil Mie dari panic dengan sumpitnya.
“jadi dimana kau bekerja?” Tanya Jae Jong dan membuat Min Ha tersedak.
“eh…i…itu…kakak tak perlu khawatir… aku bekerja sebagai pelayan restoran…”ucap Min Ha menahan rasa gugupnya.
Jae Jong Menatap Min Ha namun tak ingin memperpanjang pembicaraan saat itu.

Selama seminggu penuh Min Ha selalu pulang larut malam, jika di Tanya Min Ha berkilah berkunjung ke rumah teman barunya dan itu membuat Jae Jong sedikit curiga. Sementara kerajaan terus mencari keberadaan Min Ha dan berusaha menyebar pamflet foto Min Ha.

“Jae Jong, ku dengar kau tinggal denganm seorang wanita?”ucap Rae Ah, teman music Jae Jong di studio kecil mereka.
“ya…”ucap Jae Jong singkat.
“wah…,, mengapa kau tak bilang dengan kami?” ucap Jang Hyun,”aku ingin lihat bagaimana wanita simpananmu ku rasa Rae Ah cemburu…”
“apa maksudmu Jang Hyun…”ucap Rae Ah menahan rasa malunya.
“untuk apa dia marah….kami tak memiliki hubungan khusus…, ayo latihan…”ucap Jae Jong datar kemudian mengambil gitarnya.
“ku rasa kau kurang beruntung Rae Ah…”ucap Min Ji sambil tersenyum jahil.
Sambil menahan marah Rae Ah keluar dari tempat itu.
“ada apa dengannya?” Tanya Jae Jong.
“masalah wanita…”ucap Jang Hyun lalu mencoba keyboardnya dan Min Ji kembali ke drumnya.

Min Ah terus bekerja dengan giat di club malam, mulai dari jadi pelayan hingga mencuci peralatan di dapur dan berakhir dengan membersihkan seluruh klub. Min Ha tak pernah mengeluh dengan kondisinya. Jae Jong sering memperhatikan Min Ah yang sering tertidur di meja makan lalu mengangkatnya ketempat tidur, selalu yang terjadi selama 2 minggu dan cukup membuat Jae Jong penasaran.
“apa sih yang kau kerjakan?”Tanya Jae Jong saat dia akan pergi bermusik.
“a…aku?”ucap Min Ha gugup.
“ya…, kau… sepertinya jika hanya bekerja di restoran kau tak akan secapek ini…”ucap Jae Jong penuh curiga.
“ti…tidak…aku taka pa kak…, pergilah…nanti malam kakak tak usah menungguku lagi….” Min Ha berkilah.
“hm…”Jae Jong hanya menatap diam pada Min Ha lalu mengambil gitarnya,”baiklah jangan lupa kau kunci pintu…, aku pergi…”ucap Jae Jong kemudian beranjak pergi.
Min Ha mendesah pendek, kemudian dia menata meja makan yang masih dalam keadaan berantakan. Tak lama suara ketukan terdengar Min Ha dengan semangat langsung membukakan pintu mengira itu Jae Jong.
“kau siapa?” Tanya Min Ha pada seorang wanita dengan wajah penuh kebencian.
“h…, kau tak perlu berlagak bodoh…,, kau berpura-pura kehilangan ingatanmu kan…, dan kau ingin merebut Jae dariku…”ucap Wanita itu dengan nada keras.
Min Ha yang terkejut hanya dapat terdiam,”apa maksudmu?”.
“tak perlu berlagak bodoh…, aku pasti akan merebut Jae darimu, Jae Jong adalah milikku…” ucap Rae Ah dengan penuh kebencian pada Min Ah,”dan kau,kurasa kau sudah menjual tubuhmu pada Jae Jong kan? Dasar wanita BAR…”.
Seketika Min Ha terdiam kaku, Rae Ah tersenyum sinis pada Min Ha yang tak dapat menjawab kata-katanya.

To Be Con…

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

© Yuna World 유나, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena