Welcome to my world,Im 유나ArataJJ admin @KBPKfamily ,author &a someone who likes to fantasize.. Thank for visit ^^

Kamis, 20 Januari 2011

“SPRING IN LOVE” (FF )Chap. 5

Chap. 5

(opening ost. Spring in love- ‘time to love’ T-ara ft supernova)

“aku Heo Young Saeng…, mungkin kau tidak mengingatku…”ucap laki-laki itu memperkenalkan diri.
Lina masih berusaha mengingat hingga Tsatsa menangis,”cep…cep…jangan menangis sayang…”
Laki-laki itu diam-diam menatap Lina kagum.
”kita mau ke mana umma?” tanya Frans tiba-tiba, membuat Lina tersadar.
”m..., maaf aku merepotkan...m...”kata Lina dengan ragu.
Panggil aku Saeng...”katanya sambil tersenyum.
”Saeng Baksanim ( Dokter Saeng)..., m...maaf telah merepotkanmu...aku dan anak-anakku turun di sini saja...”ucap Lina dengan canggung.
”tak perlu sungkan..., aku akan mengantarmu..., kemana tujuanmu?”tanyanya dengan sopan.
”...”Lina diam tertunduk.
”ada apa?, aku menyinggungmu?” tanya Saeng sambil memperhatikan raut wajah Lina yang berubah mendung.
Setitik air mata Lina jatuh,”Entahlah..., aku tak memiliki tujuan yang pasti. Aku hanya ingin melindungi anak-anakku...”
Saeng terdiam dengan pernyataan Lina. Cukup lama dia berfikir hingga berkata pada Lina,”jika kau mau..., kau bisa bekerja di panti asuhan milikku..., tapi tempatnya di Korea...” ucap Saeng memberi pilihan dan membuat Lina berfikir keras.
”kau terlalu banyak membantuku...”tolak Lina halus,”aku tak bisa...”
”fikirkanlah dulu..., kau memiliki banyak waktu..., aku bisa menyewakanmu sebuah penginapan jika kau ingin...”tawar Saeng.
Lina sempat berfikir curiga pada niat Saeng. Namun, belum sempat Lina berfikir ke hal lain Saeng menghentikan mobilnya di depan pos polisi.
”jika aku berniat jahat padamu..., kau bisa melaporkanku sekarang...”ucap Saeng sambil menjawab keraguan Lina.
”paman..., paman tak ingin menculik aku dan umma serta adik-adikkukan?”Frans yang tak tahan bertanya mengatakan sesuatu yang membuat Saeng tertawa hingga Lina terdiam menatapnya.
Saeng mengusap kepala Frans lembut,”tidak anak manis..., aku tak akan berbuat sejahat itu pada kalian..., aku ingin membantu ummamu anak manis....”.
Frans mengangguk dan menatap Lina,”umma...”
Lina sempat terkejut dan membuat Linda serta Tsatsa yang ada di pelukannya sedikit tersentak.
Lina kembali berfikir, hingga akhirnya dia mengangguk,”aku akan bekerja di pantimu untuk membalas jasamu yang telah menolong kami...” putus Lina pada akhirnya.
”kau tak akan bekerja sia-sia..., aku akan memberimu apa yang sepantasnya kau dapat...”sela Saeng.
”tapi aku....”
”ah sudahlah..., jangan katakan apapun lagi…, sebaiknya kalian menginap di suatu tempat aku akan kabari kalian kapan kita akan ke sana…, tenang saja aku akan menanggung penginapanmu…, dan aku akan memotong sebagian dari gajihmu…”kata Saeng sebelum sempat Lina membantah hingga akhirnya Lina hanya diam dan Saeng kembali menyalakan mesin mobilnya dan pergi (”Ost F.T Island _ You and i / geudaewa nah”)
+++=========*******=========+++
Selama seminggu penuh Lina dan anak-anaknya tinggal di sebuah penginapan dengan jaminan kelas atas. Padahal tak sedikitpun Lina mengharapkannya.
Hingga tiba di mana Saeng Baksanim menjemput Lina. Lina sempat ragu namun setelah sekali lagi dia kembali ke rumahnya Lina mendapatkan hal yang menyakitkan, tak sedikitpun tersisa dari puing-puing bagian rumahnya yang terbakar habis.
“tidak…”ucap Lina lemah dan terduduk.
“umma…”kata Frans sambil menggenggam erat tangan Lina.
”pa...”ucap Linda yang mengintip dari punggung Lina.
Lina berusaha menahan air matanya, tempat kenangannya bersana Hyun kini telah habis terbakar, hatinya perih menerima kenyataan yang ada. Namun Lina tak ingin terlihat rapuh di depan anak-anaknya.
”ayo Frans...”Lina bangkit dan menggenggam tangan Frans erat kemudian berbalik, saat akan meninggalkan perkampungan itu, tiba-tiba suara kecil memanggil.
”Frans Chan...”Frans menoleh, T-Chan berlari ke arahnya,”Frans Chan, kau mau pergi?”
”m...”angguk Frans.
”kenapa? Para preman itu jahat ya pada kalian?” tanya T-Chan dengan polosnya.
”iya T-Chan..., mereka menjahati ummaku...” jawabnya. Lina mengerti dan hanya diam.
”kenapa? Frans Chan bisa tinggal di rumahku...”tawar T-Chan.
”T-Chan....” ucap sang ibu sambil menghampiri anaknya.
”umma...”
”kau jangan begitu sayang, Frans dan ibunya harus pergi..., iyakan nyonya Hyun...” ucap ibu T-chan yang diikuti anggukan Lina.
”tapi....”
”kau tak bisa melarang mereka manis...”tambah ibu T-chan,”nyonya Hyun saya ikut berduka, dan m.... bisakah kalian pergi secepat mungkin..., kami tak ingin para preman itu membakar ruamah kami juga...”kata ibu T-chan yang membuat Lina terkejut.
”ibu...”tegur T-chan.
”umma..., ayo kita pergi...” kata Frans yang mengerti akan ketidak wajaran itu.
”ya sayang...” kata Lina di paksakannya tersenyum,”baiklah nyonya, kami akan segera pergi..., maafkan kami jika kami ada salah....” tambah Lina.
”Frans.., maafkan ibuku... jangan pergi...”pinta T-chan.
”ayo T-chan...”sang ibu menarik lengan T-chan untuk pulang. Sementara Frans menggenggam tangan ibunya, lalu berbalik pergi.
”Frans....”panggil T-chan sambil menangis.
Frans sempat berbalik dan meneteskan air matanya.
”Frans...., Frans....”T-chan terus memanggil Frans. Frans terus berjalan sedih hingga tiba di mobil Saeng yang menunggu mereka.
”ah... Saeng Baksanim...mianhamnida(maaf)....kami membuatmu menunggu...”ucap Lina dengan sungkan dan duduk di kursi belakang.
”m...,tidak apa...”jawabnya sambil menggeleng, saat mobil akan berjalan tiba-tiba ketukan kecil terdengar dari jendela mobil di dekat Frans. Lina membukakan kaca jendela hingga terlihat T-chan yang terlihat.
”Frans...,terimalah ini...”T-chan memberikan sebuah untaian gelang yang terbuat dari rotan tipis dan sedikit harum,”supaya Frans tidak melupakan ku...” ucap T-chan dengan polosnya,”Frans Chan..., maafkan ibuku...”
”T-chan...,jangan lupakan aku...”ucap Frans pada akhirnya.
”aku tak akan pernah melupakanmu Frans....” ucap T-chan saat mobil mulai bergerak,”Frans.....” teriak T-chan saat mobil itu benar-benar ninggalkan perkampungan itu.
Frans terduduk sambil menggenggam gelang rotan itu.
”Frans...” ucap Lina dengan lembut,”kau tak apa sayang?”
”m...”Lina menggeleng,”Frans tak apa umma...”Frans menyimpan gelangnya lalu bersandar ke lengan Lina,”umma tak ke makam appa?”tanya Frans.
”tidak sayang umma tak akan sanggup berpisah jika umma ke sana..., tapi mungkin...suatu saat kita bisa ke sana...” ucap Lina tertahan. Saeng hanya diam dan terus fokus menyetir, sementara Frans hanya diam sambil bermain dengan Linda yang terbangun. Tsatsa kecil tetap berada di pelukan Lina dan terus tertidur dengan manisnya seakan mengerti perasaan sang ibu yang hanya dapat terus terdiam. Segalanya akan berubah, Lina telah memutuskan apa yang menjadi pilihannya untuk anak-anaknya. sepanjang perjalanan itu mereka hanya diam, tak ada yang khusus tapi Lina mengerti semua harus ia jalani dengan semangat untuk ke 3 anaknya.

PANTI ASUHAN DOM YANG, 4tahun kemudian...
”hweee..., kalian tak akan bisa merebut ini dariku...ayo tangkap jika bisa....”teriak Linda dari atas pohon sambil melambaikan sebuah mainan pada anak-anak di bawahnya.
”ayolah Linda..., kau curang...”teriak seorang anak laki-laki.
”enak saja...kalian yang mengambil boneka Dhicca..., kembalikan dulu bonekanya sebelum mainan kalian kembali...,weeek...”Linda menjulurkan lidahnya nakal, anak-anak yang di bawahnya mengomel lalu menyerahkan sebuah boneka pooh pada seorang anak perempuan yang sedang menangis.
”hei...Turun!!!! dasar anak nakal....”bentak salah seorang pengurus panti pada Linda yang langsung meringis kecil kemudian turun.
”hehehe...bibi kau tau tidak..., semakin hari kau bertambah....”gantung Linda sambil tersenyum jahil.
”Mwo?...arûmdapta? (apa?...cantik?)”ucap wanita itu sambil membetulkan kerah bajunya.
“nyahahahahahahaha…”tawa Linda. “bibi lucu..., justru aku ingin mengatakan bibi bertambah galak seperti penyihir..., hiiiiiii......”ucap Linda yang kemudian langsung berlari pergi sambil tertawa senang, diikuti anak-anak lain
”ugh..., dasar kau anak nakal..., awas saja akan ku adukan ke ibumu...” teriak wanita itu dengan kesal sementara gadis kecil yang menangis itu tersenyum menatap Linda.
...............................
Linda terus tertawa hingga menabrak Frans.
”aduh kakak....”pekik Linda yang terkejut.
”kau membuat onar lagi?”tanya Frans,”dasar, kau ingin membuat umma kita di bentak lagi oleh bibi Kim?” omel Frans.
”tidak kak..., aku mengerti...”kata Linda mengalah.
”aku heran padamu....”
”sudahlah kak..., lagi pula aku hanya memanjat pohon ketika nenek sihir itu memarahiku...”bela Linda tak ingin kalah.
”iya tapi...”
”permisi kak Frans..., Linda...”ucap seorang gadis kecil menyela.
”Dhicca....”ucap Linda sedikit terkejut.
”a....aku...aku hanya ingin mengucapkan te...terimakasih padamu..., eh...e...aku ....pergi dulu....se...sekali lagi terimakasih ...”ucap Dhicca lalu pergi sambil memeluk bonekanya.
Frans terdiam bingung, namun situasi itu di gunakan Linda untuk kabur .
Frans berteriak kesal,”hei LINDA...., kau meninggalkan tugas menyapumu ....LINDA...” omel Frans, diikuti tawa Linda yang semakin jauh.

To Be Con.....

(ost. Penutup by. Davichi,seeya and pearl black with ”Blue Moon)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

© Yuna World 유나, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena